Pesta Pernikahan Yang Manis dan Berkesan dengan Tema Musical Garden

By Leni Marlin on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Pemberkatan Pernikahan

Venue Ayana Resort, Bali

Event Styling & Decor Bali Event Styling

Photography Kairos Works

Videography H20 Video Works

Make Up Artist Meica Makeup

Bride's Attire U & Couture

Jewellery & Accessories De Royhale Crown by Oina Djong

Invitation Loving Cards

Resepsi Pernikahan

Wedding Cake Creme de la Creme

Master of Ceremony Rendy Rustam

Wedding Entertainment Ael Band

Mike dan Karina adalah pasangan yang mempunyai cerita unik dan menegangkan mulai dari lamaran hingga hari pernikahannya. Pasalnya, pasangan yang bertemu di gereja ini dari gabungan kelompok doa yang sama, memulai cerita uniknya saat proposal personal Mike.

Hari ulang tahun Karina merupakan hari yang dipilih Mike untuk menyatakan niat seriusnya kepada kekasihnya itu dan dengan mengajaknya makan malam di suatu restoran romantis. Namun, karena Karina tergiur dengan sebuah restoran yang memberikan free 3 course-meal untuk yang sedang berulang tahun, Mike terpaksa membatalkan idenya dan mengikuti kemauan kekasihnya itu dan pergi ke restoran yang ramai dan tak romantis tersebut. Bahkan, saking ramainya, mereka sampai harus sharing meja dengan tamu lain yang sedang berulang tahun. Tapi dengan niat mantap, hal tersebut nggak mengurungkan niat Mike untuk melamar Karina. Ia tetap mencari cara romantis untuk melamar Karina dengan memberikan box cincin kepada pelayan untuk diletakan di piring dessert Karina. Meskipun ide lamaran romantis yang sudah ia persiapkan di restoran mewah tersebut itu gagal, namun ia tetap mendapatkan sebuah kata “iya” dari Karina untuk menikahinya.

Setelah lamaran unik itu, Mike dan Karina segera menyelenggarakan pernikahan mereka yang dipilih dengan konsep outdoor di Bali. Ya, venue dan konsep dipilih karena kecintaan Mike terhadap laut dan pantai.

Satu hari menjelang pernikahan, saat seluruh keluarga sudah berkumpul dalam venue dan bersiap untuk mengadakan latihan, hujan besar menghampiri sepanjang hari yang membuat mereka tak bisa melakukan latihan. Tepat di malam sebelum hari H, mereka dihadapkan dengan pertanyaan untuk memindahkan venue ke dalam ballroom atau tetap ingin mengadakan outdoor dengan kemungkinan hujan belum berhenti esok hari. Namun, karena keduanya sudah yakin dengan apa yang mereka rencanakan, Mike dan Karina tetap bersikukuh untuk mengadakan pernikahan di outdoor. Pasalnya, keduanya tidak suka pesta di ballroom karena repot dan terlalu formal harus menyalami tamu satu per satu, mereka menginginkan pernikahan yang intim. Selain tetap bersikukuh dengan konsep awal, mereka juga menolak untuk menyewa pawang karena mereka lebih mempercayai kuasa Tuhan untuk memberikan keajaiban menghentikan hujan di hari pernikahannya.

Tidak hanya was-was dan berdoa hujan akan cepat berhenti, perjuangan mereka masih berlanjut dengan kenyataan bahwa hujan deras seharian tersebut membanjiri villa mereka. Yang menyedihkan, dress adik Mikepun juga terkena banjir! Akhirnya, saat tengah malam pukul 2 pagi, para keluarga dievakuasi dan dipindahkan ke villa yang aman dari banjir.

Most brides would have had her beauty sleep, I had to evacuate in the middle of the night,” cerita Karina.

Menghabiskan malamnya menjelang pernikahan, Karina bangun pagi dengan bahagia saat melihat bahwa langit gelap berpindah menjauhi kediaman dan venue pernikahannya dan menggantikannya dengan langit cerah dan indah. “Aku menyaksikan kekuasaan Tuhan dengan mataku sendiri!” kata Karina.

Ya, mati satu tumbuh seribu. Ada saja permasalahan yang datang di tengah waktu yang sempit. Setelah selesai dengan permasalahan hujan, sekarang mereka dihadapkan dengan masalah dengan api di depan pintu masuk Ayana yang membuat para bridesmaid dan MUA Karina terhalang masuk dan harus menunggu hingga api selesai dipadamkan. Kecelakaan ini memang mengulur waktu cukup lama, tapi untungnya semuanya selamat.

Seperti kata orang, hasil pasti berbanding lurus dengan perjuangan. Melihat semangat, perjuangan dan juga kesabaran Mike dan Karina, Tuhan memberikan hadiah kecil untuk mereka yaitu lukisan indah di langitnya dan menjauhkan hujan di hari tersebut.

“Jadi, berapa lama dan seberapa detail persiapan pernikahanmu untuk menjadikannya sempurna, pada akhirnya, Tuhanlah yang membuat semuanya menjadi lebih indah. Jadi jangan lupa untuk berdoa dan menyerahkan hari pernikahan dan pernikahanmu itu sendiri ke tangan Tuhan.”

Pernikahan Karina dan Mike ini bertema Musical Garden, perpaduan dua hal kecintaan Karina dan Mike. Mike sangat cinta dengan musik sedangkan Karina dengan bunga. Mulai dari undangan, liturgy book, hingga guest book didesain dengan elemen musical notes. Bahkan bouquet bunganya pun juga diberikan aksen note baloknya di tengah pitanya. Uniknya lagi, di pintu masuk, mereka mendisplay gitar untuk menulis well-wishes dari para tamu undangan. Mereka juga menggunakan nama penyanyi dan band terkenal untuk menandai meja tamu lho! Unik dan anti mainstream ya!

Bisa dibilang, pernikahan Mike dan Karina ini penuh dengan keunikan dan kejutan. Senada dengan temanya yang musikal, Karina memberikan kejutan untuk Mike dengan menyanyikan sebuah lagu sebelum menyebutkan janjinya. Sedangkan wedding entrance saat resepsi, bukannya berjalan beriringan memasuki ruangan bersama, Mike dan Karina mengejutkan para tamu undangan lagi dengan mempersembahkan duet singing performance. Di saat seluruh tamu menunggu kedatangan pengantin dari arah pintu masuk, tiba-tiba Mike muncul di lantai dansa sambil bermain gitar dan bernyanyi yang diikuti oleh kedatanan Karina dari pintu masuk dan ikut bernyanyi. Tidak hanya pasangan berbahagia itu saja, ternyata, kedua ibu mereka juga memberikan surprise duet performance di tengah-tengah acara resepsi.

Bagi Karina dan Mike, perjalanan ke hari pernikahan mereka merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan. Terutama saat bangun di pagi hari dan melihat bahwa awan gelap pergi menjauh serta saat mereka dievakuasi malam-malam dari villa berbintang 5 tersebut.

Top 3 vendors:

1. Kairos Works

They blew our minds away! Bukan hanya dari hasil foto yang berkesan, tapi juga tim yang sangat baik dan membantu. Mereka mau datang jauh-jauh untuk membantu memilih warna kain untuk jasnya Mike dan selalu mampu jadi konsultan pernikahan kami, mulai dari warna, dekorasi, dan yang lainnya. Karena mereka sudah expert soal rencana pernikahan dan punya selera yang tinggi dalam desain, mereka jadi konsultan yang tepat untuk kita dan they are more than willing to help us. Sampai sekarangpun kami masih berteman baik dengan mereka.”

 2. U & Couture

“Hasil desain U & Couture sangat cantik, namun setelah selesai, bajunnya dibuat lebih bagus lagi. Aku sampai kaget melihat hasil akhir dressnya, benar-benar diluar dugaan. I am truly in love with my dress.”

 3. Meica Make Up

“Ci Jessica, yang menjadi MUA aku saat hari H sangat baik, ramah dan hasil make upnya sangat bagus. Aku nerima banyak pujian berkat Ci Jessica. Benar-benar nggak nyesel pilih Jessica dari sekian banyak MUA yang ada.”

Tips untuk para brides to be,

“Jangan panik. Percayalah bahwa jika kamu percaya, Tuhan mencintaimu dan Ia tau apa yang terbaik untukmu. Jangan lupa juga untuk tidak hanya berdoa untuk pesta pernikahan yang sempurna, namun juga rumah tangga yang sempurna untuk cinta dalam hidupmu.”