Prosesi Pernikahan Dengan Adat Mandailing

Prosesi Pernikahan Dengan Adat Mandailing

Siapa diantara kamu yang saat ini sedang menjalani hubungan dengan pria Mandailing? Seperti kita tahu, minggu ini cukup heboh dengan berita pernikahan Kahiyang, putri Bapak Jokowi dengan pria Mandailing, Bobby Nasution. Setelah menggelar pernikahan dengan adat Solo di kampung halaman Bapak Jokowi, acara dilanjutkan dengan pesta adat di Medan. Nah, brides to be yang akan menikah dengan pria mandailing wajib memperhatikan gelaran pesta adat Kahiyang nanti supaya tahu seperti apa gambaran pesta adat yang biasa digelar. The Bride Dept juga akan mengulasnya disini, simak ya!

Kebanyakan orang tahu bahwa suku yang ada di Sumatera Utara itu adalah suku “Batak” saja, yang mengacu kepada Batak Toba pada umumnya. Padahal suku di Sumatera Utara terdiri dari enam sub etnis yaitu Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola dan terakhir adalah Mandailing yang merupakan suku dari menantu Bapak Jokowi ini. Setiap suku memiliki prosesi pernikahannya masing-masing, namun yang pasti sama adalah konsep Dalihan Na Tolu dimana ada tiga peran penting yang harus hadir dalam setiap pesta adat, yaitu Kahanggi, Mora dan Boru (penyebutan dalam adat Mandailing). Kahanggi adalah saudara satu marga, sedangkan Mora adalah pihak dari keluarga istri dan Boru adalah pihak keluarga yang mengambil istri dari suatu marga. Sebagai gambaran dari pernikahan Bobby dan Kahiyang, Kahanggi adalah keluarga dari pihak Nasution. Mora adalah dari keluarga Siregar, yaitu ibu dari Bobby dan juga Kahiyang yang sudah diberikan marga siregar. Lalu Boru adalah keluarga dari kakak ipar Bobby, kebetulan kakak perempuan Bobby menikah dengan marga Hasibuan, maka Hasibuan menjadi pihak Boru pada prosesi adat ini.  

Sebelum dilaksanakan upacara adat, Kahiyang terlebih dahulu diberikan marga agar pesta adat bisa sah dilakukan. Marga untuk menantu perempuan, biasanya akan mengikuti dari silsilah perempuan pengantin lelaki seperti ibu atau nenek dari pihak ibu. Seperti Kahiyang yang mendapatkan marga Siregar yang sama seperti ibu dari Bobby Nasution. Adapun rangkaian prosesi adat pada umumnya adalah seperti berikut :

Mangaririt Boru dan Manulak Sere

Tahapan ini merupakan tahapan dimana pihak keluarga pria mencari tahu seperti apa calon boru (anak perempuan) yang akan mereka lamar. Disini juga keluarga berdiskusi untuk menentukan jumlah mas kawin yang akan dibawa serta barang hantaran apa saja yang akan dibawa.

Mangalehan Mangan

Orangtua wanita akan menyuapi anak perempuannya sebagai momen melepas anaknya untuk bergabung dengan keluarga calon suaminya. Ini juga menjadi simbol pengasuhan terakhir orangtua kepada putrinya.

Mangalap Boru

Secara harfiah berarti menjemput calon pengantin perempuan. Prosesi ini dilakukan sebelum akad nikah atau pesta adat.

Makobar dan Mangan Pargogo

Acara ini bertujuan untuk memberikan nasihat dan petuah dari kedua orangtua khususnya untuk calon pengantin perempuan agar dapat menjadi menantu yang baik. Selesai Makobar, acara dilanjutkan dengan makan bersama atau Mangan Pargogo.

Mangolat Boru

Disini orangtua pihak perempuan akan menyerahkan boru mereka kepada keluarga laki-laki untuk dibawa kerumah laki-laki. Lucunya, saat berjalan nantinya mereka akan dihadang oleh sepupu pengantin perempuan yang berpura-pura mencegah pengantin perempuan dibawa pergi. Lalu, pengantin lelaki harus memberi sejumlah uang agar dipersilahkan membawa calon istrinya pergi. Setelah diizinkan, para sepupu akan memberikan bekal air kelapa agar pengantin tidak kehausan sepanjang perjalanan. Tidak jarang prosesi ini membuat suasana menjadi meriah dan seru.

Gondang

Setelah sampai di rumah keluarga laki-laki, pengantin akan disambut dengan gondang dan tarian tor-tor. Nantinya di depan pintu akan disediakan pelepah pisang dan tumbuhan yang bersifat dingin yang harus diinjak oleh pengantin. Hal ini menjadi simbol agar rumah tangga mereka selalu sejuk dan adem.

Indahan Pasairobu

Sesudah masuk ke rumah keluarga lelaki, utusan dari keluarga pengantin wanita menyerahkan Indahan Pasairobu yaitu nasi dari orangtua pengantin wanita. Setelah diterima, para utusan tersebut diberikan uang dan kain sarung sebagai bekal mereka saat perjalanan pulang. Lalu mereka akan makan dengan lauk daging kerbau. Sebelum rangkaian acara selesai, diadakan kembali prosesi Makobar dimana kedua pengantin diberikan petuah untuk dapat menjalani rumah tangga dengan baik.

Panjang dan seru kan brides prosesi adat Mandailing ini? Nah, sudah siapkah kamu menjalani rangkaian prosesi adat bersama pria mandailing-mu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *