Ray dan Milka: Acara Lamaran Hangat di Tengah-Tengah Keluarga

Style Guide

Color Pale Blue

The Vendors Who Made This Happen

I think I have found my soulmate, dan orangnya itu kamu..”

Begitu lah kata-kata yang diucapkan Ray saat memutuskan untuk melamar orang yang dicintainya yang baru ia kenal selama 6 bulan terakhir ini. Bagi Ray, tak perlu waktu lama untuk memutuskan bahwa Milka lah orang yang paling tepat untuknya. Begitu juga halnya dengan Milka, ia merasakan hal yang sama sejak berkenalan lebih jauh dengan Ray.

Siapa sangka, awalnya Ray dan Milka betemu tanpa sengaja dari salah satu mutual friend mereka, Vilna, yang mempertemukan keduanya dalam momen hang out yang santai.

Saat pertama kali bertemu, Milka merasa Ray adalah tipe orang yang kekanak-kanakan dengan berbagai leluconnya yang dikeluarkan saat makan malam bersama mereka. Nyatanya, tujuan lain yang Ray ingin perlihatkan saat menunjukan lelucon tersebut, karena matanya sudah tertuju pada Milka.

Di kesempatan lain, Vilna juga mengajak Ray untuk hang out bersama dengan Milka. Lagi-lagi, tanpa menyia-nyaikan kesempatan, saat itu juga Ray langsung meminta kontak Milka.

“Setelah Ray punya nomor handphone-ku, tiada hari tanpa bombardir WhatsApp, mulai dari ‘gue jemput ya!’, ‘makan yuk!’, sampai ‘ketemuan yuk!’. Ray hampir setiap hari minta ketemu, dan juga aku turuti.”

Pada awalnya, Milka pun bingung dengan kedekatannya dengan Ray karena pada dasarnya ia sudah tidak lagi mencari pacar, melainkan pasangan hidup. Gayung bersambut, setelah dua bulan berkenalan, Ray menanyakan kelanjutan hubungan keduanya.

“Secara tidak langsung, Ray menembak aku dan aku jawab bahwa aku tidak ingin berpacaran melainkan ingin menikah. Ray memang sempat kaget di awal, tapi kemudian ia memberikan jawaban yang menurut aku sangat romantis, ia bilang, ‘Ok, gue suka sama lo. Kita selama ini ketemu untuk mencari tahu satu sama lain dan gue berpikir bahwa gue sudah sangat cukup mengenal lo. Sekarang, kalau menikah, gue sudah siap dan yakin.”

Tak hanya mengungapkan kesiapannya, Ray pun juga menanyakan hal yang serupa kepada Milka, “sekarang gue tanya balik, lo suka nggak sama gue? Lo cukup kenal kah sama gue untuk memilih gue jadi pasangan hidup lo?”

Terkejut dengan jawaban dan kesiapan Ray, sekarang gantian Milka yang menjadi bingung dan berpikir keras untuk memberikan jawaban yang akhirnya ia utarakan satu minggu kemudian. Singkat cerita, Milka menyambut niat baik Ray dan langsung menyelenggarakan lamaran.

“Waktu berjalan cepat, tanpa sadar, kita sudah lamaran. Mungkin karena ‘time flies when you are having fun’, aku merasa paling bahagia saat aku besama Ray karena candanya, perhatiannya dan kedewasaannya.”

Keseriusan Ray untuk meminang Milka bukan hanya terjadi karena tantangan yang diberikan oleh Milka, namun ternyata ia benar-benar sungguh ingin berserius dengan Milka sampai memutuskan untuk melamar wanita yang dicintainya tersebut secara romantis lagi.

“Roy mengajakku untuk ke KOI Kemang. Aku sempat bingung kenapa penampilannya lebih rapih dibandingkan biasanya. Saat makan malam, kita selalu ada ritual sesi ‘Vlog Makanan’.”

Di sela-sela Vlog Makanannya tersebut, Ray dan Milka sering bermain petak umpet. Namun saat itu..

Ray: *knock-knock*

Milka: “Who is there?”

Ray: “Will”

Milka: “Will who?

Ray: “Will you marry me?”

Ray mengucapkan kalimat tersebut sambil berdiri dari kursinya, berlutut di lantai dan mengeluarkan kotak merah kecil yang berisi cincin dari kantongnya.

Ya, bisa dibilang, Ray bukan hanya orang yang humoris, tapi juga sangat romantis.

Setelah lamaran personal romantis tersebut, keduanya langsung mengadakan acara lamaran yang mengkombinasikan adat Ternate yang merupakan daerah asal keluarga Milka dan Lampung, daerah asal keluarga Ray dengan dekorasi minimalis dengan bunga-bunga berwarna soft dan backdrop yang juga bermotif sederhana.

Acara diawali dengan adat Ternate yaitu penyambutan dengan Rebana saat Ray dan keluarganya datang. Diikuti dengan prosesi Serok Ngekok dari Lampung yang merupakan pemasangan Tandow Pegubuh yang merupakan prosesi mengikat hati dan memakaikan tanda sayang kepada Milka.“Waktu prosesi ini, aku harus berdiri di atas nampan berbentuk lingkaran yang menggambarkan pagar hati calon pengantin agar teguh hatinya dan mantap pilihannya. Pun aku menggunakan Selekap Balak dan Kerudung Manduaro selendang kebesaran dari adat Lampung yang berarti aku sudah diterima oleh keluarga pihak laki-laki. Juga aku diikat dengan tali 7 warna agar tidak pindah ke lain hati.”

Saat prosesi tersebut, Milka menerima cincin dari sang Nenek dari Ray sebagai tanda sudah diterima sebagai cucu, gelang dari Ibunda Ray sebagai tanda menjadi menantu serta kalung dan anting dari kedua kakak Ray sebagai tanda sudah diterima menjadi adik dan didoakan agar tidak lepas lagi hatinya.

“Ini kamu sudah diikat ya, jarinya, lehernya, kupingnya dan tubuhnya, jadi tidak boleh kemana-mana lagi ya,” tutur Ayah Ray sambil bercanda.

Bagi Milka, momen lamaran ini merupakan momen yang sangat berkesan karena bisa berada di tengah-tengah kedua keluarga yang hangat. Momen tersebut pun semakin hanyut dengan ungkapan hati Ray kepada Milka yang dituangkannya ke dalam puisi dan dibacakan di depan seluruh keluarga yang hadir.

Top 3 vendor:

1. Illiyyuna Abaya

“Kebaya dan kainku serta kemeja Ray dikasih payet di Illiyyuna dan hasilnya sangat menakjubkan karena pemilihan payetnya dan motifnya yang kreatif. Pakaianku dan Ray jadi sangat indah saat acara lamaran.”

2. Griyo Palastri

“Dekorasi acara ini sangat disesuaikan dengan keinginanku. Jadi, tante Iin yang sangat baik hati menambahkan bunga-bunga yang indah dengan hiasan di standing flowers yang elegan.”

3. Decha Veronica

“Baru pertama kali makeup dengan kak Decha tapi langsung jatuh hati. Makeup-nya soft dan natural. Sangat serasi dengan kemauanku karena aku tidak mau ber-makeup tebal di hari lamaranku.”

Tips untuk brides to be,

Keep calm! Jangan berpikiran negatif atau bad mood. Ingatlah bahwa ini momen terbahagia di dalam hidupmu. Jadi, jangan sering bertengkar dengan pasangan. Saling kompromi karena kalian harus menjadi ‘power couple’, jadi semua masalah bisa terselesaikan denagn baik. Karena masih banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum lamaran ataupun pernikahan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *