Romantic Wedding at Plataran Borobudur

By Rebebekka on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Plataran Borobudur

Event Styling & Decor Sarinah Decoration

Photography Infinity Productions

Videography Chronicle Production

Bride's Attire Winda Halomoan

Make Up Artist Erika Jennings

Jewellery & Accessories Hummingbird Road

Groom's Attire Agus Lim

Wedding Organizer Juzzon Productions

“Kita tuh berbeda 180 derajat. Juzzon lebih peduli penampilan, sedangkan aku lebih cuek. Dia lebih mellow, sedangkan aku lebih santai. Dia rapi, sedangkan aku berantakan. Dia senang selfie, aku lebih suka memotret benda. Kalau dipikir-pikir, dengan menjadi berbeda, kita jadi saling melengkapi,” ungkap Stephanie dalam menjelaskan hubungannya dengan Juzzon.

Pertemuan pertama antara keduanya yang terjadi pada tahun 2010 tidak membuahkan apapun, karena saat itu keduanya memiliki pacar, bahkan mereka sempat tidak berhubungan selama 2 tahun. “Saking sibuknya, kami lost contact sejak tahun 2011 sampai 2013. Mulai dekat lagi sekitar tahun 2013, karena saat itu papanya Juzzon sakit dan aku membantu Juzzon semampuku. Akhirnya hubungan kami berubah menjadi lebih dari teman baik,” lanjut Stephanie menjelaskan.

Stephanie mengakui bahwa tidak ada proposal romantis dari Juzzon kepada dirinya. Pembicaraan tentang pernikahan pun mengalir begitu saja. Juzzon mengambil kesempatan menanyakan kesediaan Stephanie menikahinya saat Stephanie menghadiri acara keluarganya. “Jadi, waktu itu kami lagi duduk berdua terus Juzzon awalnya bilang bahwa dia merasa cocok sama aku dan dia bisa envision masa depan dengan aku sebagai pasangan hidupnya. Sesudah itu dia nanya, ‘Menurut kamu, kalau kita melanjutkan hubungan ini ke arah yang lebih serius, bagaimana?’ dan aku pikir dia bercanda karena memang dia tipe orang yang suka bercanda haha,” kenang Stephanie. Menurut Stephanie, Juzzon mengaku padanya bahwa proposal tersebut telah dipikir masak-masak selama 2 bulan. “Aku ngga nyangka bahkan dia mikirin untuk melamar aku sampai selama itu!”

Atas dasar kecintaan mereka terhadap Indonesia, khususnya Candi Borobudur yang merupakan salah satu kebanggaan yang Indonesia miliki, Stephanie dan Juzzon memilih Plataran Borobudur sebagai wedding venue. “Di Indonesia kan ada banyak lokasi destination wedding yang bisa dipromosikan dan Candi Borobudur ini salah satunya. Pemandangannya benar-benar bikin jatuh cinta deh. Pas pertama kali kesana pun kita langsung kepikiran untuk mengadakan holy matrimony di area yang langsung menghadap Candi Borobudur,” cerita Stephanie.

Stephanie juga bercerita bahwa pemandangan cantik Candi Borobudur menginspirasinya dalam membuat wedding vow. “Aku terpikir untuk mengucapkan, ‘Aku, Stephanie Jessica, berjanji di hadapan Tuhan, hamba-Nya, jemaat-Nya, dan Candi Borobudur di depan kita…’ jadi ada unsur Candi Borobudur yang aku masukkan ke dalam wedding vow.”

Di tengah-tengah persiapan pernikahan yang hanya memakan waktu selama empat bulan, Stephanie dan Juzzon yang berprofesi sebagai wedding planner ternyata masih disibukkan dengan mengurus pernikahan klien mereka. “It was a bit hectic, honestly,” ucap Stephanie jujur. Di satu sisi, Stephanie mengakui bahwa profesi sebagai wedding planner juga menguntungkan dalam memilih vendor pernikahan. “Kita memilih vendor yang memang kita rasa cocok dan klop. Kita pilih vendor yang bisa merepresentasikan dan merealisasikan ide kita. Ada satu kriteria lagi sih, mereka harus crazy dan fun seperti kita, jadi menjalani persiapan pernikahannya juga enak, seru, dan santai.”

Tantangan persiapan pernikahan tentunya juga dialami oleh Stephanie dan Juzzon. Sama seperti pasangan lain yang mengadakan destination wedding, tantangan terbesar mereka juga menyangkut transportasi dan akomodasi. “Belum banyak orang yang tahu mengenai lokasi Plataran Borobudur, jadi kita harus mengatur transportasi mulai dari penjemputan di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, ke penginapan di Magelang, kemudian ke Plataran Borobudur. Keesokan harinya juga kita harus mengatur transportasi dari penginapan di Magelang ke Bandara Adisucipto, Yogyakarta, “ papar Stephanie.

Highlight dari pernikahan Stephanie dan Juzzon adalah wedding gown yang Stephanie kenakan. “Kudos to Winda Halomoan as the designer! Dia tahu banget seleraku yang sukanya wedding gown berpotongan simpel dan ngga terlalu ribet, tapi tetap terlihat cantik, “ kata Stephanie. Stephanie juga bercerita bahwa wedding gown berwarna off white yang cantik ini memakan waktu empat bulan dalam pembuatannya. “Aku paling suka detail pada veil-nya, I really love it!

Langit yang cerah, Candi Borobudur yang berdiri tegak, Gunung Merapi, juga Gunung Merbabu yang menjadi saksi pada holy matrimony memberikan momen yang sangat memorable bagi Stephanie dan Juzzon, apalagi Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang jarang terlihat pada saat yang bersamaan justru terlihat dengan jelas saat Stephanie dan Juzzon mengucapkan wedding vow. “Best man dan maid of honor yang sangat membantu, dress code yang dikenakan oleh para tamu undangan, buggy car yang menjadi pengganti wedding car, dekorasi dari Elssy Design, Jenury Charles yang membuat konsep desain wedding stationery, para vendor wedding entertainment, vendor dokumentasi, Hummingbird Road yang menyediakan hair adornments, Agus Lim yang membuatkan tiga suit Juzzon, tim wedding planner, dan terutama keluarga kita serta teman-teman terdekat yang telah hadir juga menjadi highlight dari pernikahan,“ tutup Stephanie.

Top 3 vendors pilihan Stephanie:

Plataran Borobudur

We totally fall in love with the place and also their food and beverages. Ada satu lagi yang membuat kita jatuh cinta dengan Plataran Borobudur” their great and unending service.”

Elssy Design

“Tim dari Elssy Design sangat membantu. Kita juga jadi memahami betapa susahnya mendekor destination wedding. Hasil kerja Elssy Design sangat memuaskan dan sesuai dengan tema dekor yang kita pilih. They make a dream wedding comes true!

Erika Jennings

Tangannya sangat lihai dalam melukis wajahku dan membuatku terlihat fabulous!. Hasilnya flawless dan tentunya waterproof hehehe.”

Pesan Stephanie untuk pembaca The Bride Dept:

“Kamu harus berani untuk tampil berbeda dan unik. Mengikuti tren itu tidak wajib, buat saja tren sendiri. Jangan ragu untuk meminta bantuan dari keluarga, kerabat, dan tentunya vendor-vendor yang kamu percayai.”

×