Pernikahan Tema Rustic dan Vintage di Rasa Restaurant

By Rebebekka on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Holy Matrimony

Venue GKI Pondok Indah

Event Styling & Decor Shinta Monterie

Photography Fotologue

Videography Fotologue

Bride's Attire Merras

Make Up Artist Jeinita Ante

Groom's Attire Postour & Co.

Wedding Organizer Artea Organizer

Wedding Reception

Venue Rasa Restaurant

Event Styling & Decor Yulika Florist

Photography Fotologue

Videography Fotologue

Bride's Attire Merras

Make Up Artist Jeinita Ante

Groom's Attire Postour & Co.

Catering Rasa Restaurant

Wedding Organizer Artea Organizer

Wedding Entertainment Rio Harlan

Wedding Cake Alley of Sweets

Others Moments to Go

Masih ingat dengan cerita lamaran Pandu dan Rani yang berkonsep etnik beberapa waktu lalu? Kali ini The Bride Dept kembali membawakan kisah bahagia dari mereka. Pasangan ini telah melangsungkan pemberkatan nikah tepat di tempat pertama kali mereka dipertemukan, GKI Pondok Indah. Setelah melakukan pemberkatan di gereja, mereka mengadakan juga resepsi di Rasa Restaurant yang terletak Hotel Intercontinental dengan tema rustic dan vintage. Persiapan pernikahan yang memakan waktu kurang lebih sembilan bulan lamanya ini terasa cukup menantang bagi Rani karena ia harus mampu mengakomodir ide-ide dan keinginan-keinginan dari berbagai pihak yang terlibat dalam rangkaian acara pernikahannya.

Adat yang digunakan dalam rangkaian acara pernikahan Pandu dan Rani adalah adat Jawa yang diawali dengan prosesi siraman. Rani sangat senang ketika papanya yang merupakan keturunan Chinese justru yang paling bersemangat menjalani proses siraman ini. “Tidak semua orang mau melakukan prosesi adat di era masa kini, namun aku sangat berterima kasih pada  keluargaku yang mau menuruti keinginanku untuk bikin acara siraman, apalagi mengingat background orang tuaku yang beda banget,” ujar Rani.

Prosesi sungkeman kepada papa dan ibunya saat siraman memberi kesan yang mendalam bagi Rani dan membuat Rani berlinang air mata. Menurut Rani, prosesi siraman membawa kenangan tersendiri baginya, karena ia diingatkan kembali pada masa-masa kecilnya, yaitu pada saat Rani masih dimandikan, diguntingkan rambutnya, dan disuapi oleh orangtuanya. Rani memang sangat dekat dengan orangtuanya, terlebih lagi dengan papanya.

Pernikahan Rani adalah momen yang sangat berharga dan mengharukan bagi papanya. Bahkan papanya terlihat tidak berhenti menggenggam tangan Rani dengan erat selama prosesi midodareni berlangsung. “Papa is my hero and Ibu is my angel. Kalau aku sedang manja, Papa suka panggil aku ‘Apeng’. Itu nama kecilku dari Papa. Setelah menikah, aku memang tidak akan serumah lagi sama Papa dan Ibu, but I will always be their Apeng,” ungkap Rani.

Konsep pernikahan Pandu dan Rani yang simple didominasi oleh warna hijau, putih, dan coklat yang memberikan nuansa rustic dan vintage. “Aku memang sengaja menambah nuansa rustic dan vintage dalam dekorasi, sehingga pemberkatan dan resepsi terlihat senada seirama,” jelas Rani. Rasa Restaurant terpilih menjadi wedding venue karena mampu mengakomodir keinginan Rani untuk mengadakan resepsi yang intimate. Rani kembali menjelaskan, “Dari dulu aku menginginkan acara pernikahan yang private dan intimate, jadi aku memilih Rasa Restaurant yang tidak terlalu besar. Selain itu, interior kayu berwarna coklat yang ada di Rasa Restaurant juga sangat mendukung konsep pernikahan kami.”

Saat ditanya mengenai momen yang paling berkesan baginya, Rani menjawab bahwa semua momen pada pernikahannya sangat berkesan. Rani bahkan ingin sekali mengulang kembali kisah hari itu tanpa harus ada momen yang dikurangi ataupun diperbaiki. “Sejak kecil aku selalu mengatakan bahwa cita-citaku adalah menjadi pengantin. Aku sudah lama membayangkan konsep pernikahan yang aku mau, busana yang ingin aku kenakan, dan detail-detail lainnya. Aku sangat bersyukur karena semuanya melebihi keinginanku. Pandu, keluarga, teman-teman dan bahkan vendor-vendor yang baru aku kenal mampu membantu aku untuk mewujudkan my dream wedding,” cerita Rani.

Rani menyebutkan lima vendor ketika ditanyakan tentang 3 top vendor pilihannya, yuk disimak!

1. Artea Organizer

“Artea Organizer mampu menjadi penengah dan penghubung dengan vendor juga orang tua, apalagi pada saat kami ngga tega menolak permintaan orang tua hehe. Tidak hanya selalu bersikap solutif, tetapi Artea Organizer juga selalu mengingatkan kami untuk memancarkan energi positif, stay happy, dan berdoa demi kelancaran acara.”

2. Fotologue

“Merekalah yang mendokumentasikan semua acara kami, mulai dari lamaran sampai hari H. Fotologue ini lebih dari sekedar wedding photography biasa, karena mereka jago menciptakan momen dan menangkap candid moment dengan baik. Video SDE (Same Day Edit) yang diunggah di Youtube juga bagus banget. Video mereka tidak seperti video SDE kebanyakan, karena mereka bisa membuat alur cerita yang bermakna bagi semua orang yang menonton, ngga hanya bagi aku, Pandu, dan keluarga.

3. Yulika Florist

“Aku hanya memberikan foto-foto sebagai referensi untuk dekorasi dan hand bouquet, namun mereka bisa membuatnya menjadi real, terutama my hand bouquet. Semua orang bilang bunga itu berat, tetapi aku sama sekali ngga merasa berat meskipun memegang bunga seharian saking senengnya. Dekorasi di VIP table juga sesuai sama yang aku mau.

4. Jeinita Ante

“Mbak Jeinita Ante berhasil membuat aku terlihat lebih cantik dari konsep cantik yang aku bayangkan.”

5. Merras

“Merras mampu membuatkan kebaya dan dress sesuai dengan apa yang aku mau.”

Rani tidak lupa memberikan pesan dan tips kepada pembaca The Bride Dept untuk memikirkan konsep pernikahan sejak dini. Menurut Rani, sebuah pernikahan tidak harus mewah agar bisa menjadi pernikahan yang berkesan dan selalu dikenang, karena pernikahan yang bisa membuat semua orang yang datang merasa bahagia dan memberikan kesan yang positif memiliki makna yang jauh lebih penting bagi Rani. Rani juga menambahkan, “Yang paling penting, kita dan calon suami harus menyamakan konsep dulu, jadi sisanya tinggal ngikutin.”

Semua orang pasti punya mimpi, begitu juga dengan Rani. Cita-citanya sejak kecil untuk menjadi pengantin kini telah terwujud. Kini, ia telah resmi menjadi seorang istri, namun ia tetaplah ‘Apeng’ bagi papa dan ibunya.

Shop