Salmon Color Engagement Party of Acha and Adi

By arinda.p on under The Engagement

acara lamaran betawi thebridedept fotologue roti buaya

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Bride's Attire Private Collection

Photography Fotologue Photo

Make Up Artist Marlene Hariman

Event Styling & Decor Sista Wedding

Catering Homemade Cooking

Others Geez Nails for manicure and pedicure

Others Hair clip by Allura

10 tahun lama berpacaran tentu bukanlah hal yang mudah apalagi mereka sering menjalani Long Distance Relationship (LDR). Ketika mereka sama-sama menempuh pendidikan S1, Acha harus pindah ke Yogyakarta karena ia berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) sedangkan Adi tetap tinggal di Jakarta dan berkuliah di Universitas Trisakti. Setelah lulus S1, Acha memutuskan untuk melanjutkan studi nya ke United Kingdom dan itu membuat mereka harus kembali menjalani pacaran jarak jauh. Di saat inilah mereka merasa tidak ingin terpisahkan lagi.

“Walau jarak kita jauh dan berada di 2 benua yang berbeda tapi aku selalu merasa dekat dengan Adi. Hal ini jugalah yang membuat ku yakin banget untuk melanjutkan hubungan ini to the next level.”

Mereka pun mulai melangkah ke jenjang lebih tinggi dengan mengadakan acara lamaran atau engagement party yang bertempat di rumah Acha. Konsep acara lamaran ini adalah shabby chic dan hal tersebut didukung dengan adanya backdrop ukiran yang terbuat dari styrofoam berwarna putih yang ditutup dengan kain warna salmon. Acha memilih warna salmon sebagai backdrop karena ia ingin menyamakan dengan warna kebaya yang ia kenakan di hari itu. Selain itu, Acha juga meletakkan 3 vas bunga di depan backdrop tersebut. Acha mengaku inspirasi ini ia dapatkan dari Instagram.  Beruntungnya, Acha juga dibantu oleh para vendor untuk mewujudkan dekorasi impiannya tersebut.

Bagi Acha, lamaran adalah tahap paling awal dari rangkaian acara pernikahan sehingga ia ingin kedua belah pihak merasa nyaman di saat pertama kali mereka bertemu. Acha pun mengemasnya dengan simple namun tetap cantik. Hanya saja, Acha dan Adi memasukkan unsur adat Betawi untuk menghormati keluarga Ibu Acha. Mereka memutuskan untuk tetap menggunakan adat Betawi hingga acara pernikahan mereka, khususnya resepsi. Oleh karena itu, keluarga Adi membawa 2 kue biaya dengan ukuran 60 cuma ketika datang ke rumah Acha. Roti buaya merupakan lambang dari kesetiaan karena buaya memang dipercaya sebagai mahkluk yang setia pada pasangannya. Jadi dengan diberikannya roti buaya ini kepada Acha, diharapkan Adi juga akan selalu setiap kepada Acha. Selain roti buaya, ada juga makanan khas Betawi lainnya yaitu wajik dan tape uli. Lucunya, karena keluarga Adi adalah keturunan Jawa asli, ayah Adi melamar Acha dengan menggunakan 2 bahasa yaitu Jawa Halus atau Kromo Injil dan juga bahasa Indonesia.

Hal lain yang menarik dari acara lamaran ini adalah kostum Adi yang ia pakai pada hari itu. Acha mengaku, ia terinspirasi dari salah satu designer yang ia sangat suka yaitu Rama Dauhan. Sayang sekali ketika itu Acha tidak memiliki contact Rama sehingga ia pun tidak sempat menghubunginya. Untuk bahannya, Rama dan Adi membelinya langsung dari Cirebon.

Ketika ditanya mengenai top 3 vendors yang sangat direkomendasikannya, Acha memilih:

  • Marlene Hariman

Acha mengaku bahwa makeup Marlene Hariman sangat tahan lama. Tak hanya itu, meskipun pada hari H Acha sedang ada 3 jerawat di dahinya, Marlene bisa menutupi jerawat itu dengan mulus.

  • Fotologue

” Mas Bob sebagai fotografer sangat ontime! Selain itu, selalu bisa mendapatkan angle yang pas buat aku dan Adi,” puji Acha

  • Sista Wedding

“Hampir semua tamu yang datang memuji dekornya! Tidak hanya bunga yang fresh semua, tetapi dekornya membuat ruangan lebih cerah and ceria,” ungkap Acha.