Sarah & Gema’s Midnight Blue Minang Wedding

By NSCHY on under The Wedding

Sarah & Gema’s Midnight Blue Minang Wedding Sheraton Gandaria City Hotel

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Memang tak butuh waktu lama bagi Sarah dan Gema yang memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Namun, mereka tetap butuh waktu untuk melangsungkan acara pernikahan tersebut.

Pasalnya, Gema dan Sarah berkenalan sejak Juni 2015 silam. Dengan mantap, di awal tahun 2016, Gema melamar kekasihnya tersebut. Sayang, setelah lamaran personal yang menurut Sarah tidak begitu well prepared namun romantis tersebut, mereka harus menunda acara lamaran.

“Setelah Gema melamarku secara pribadi, hubungan kita harus menghadapi cobaan LDR: Gema dimutasi ke luar kota. Saat tahun 2017 lalu Gema dan keluarganya berencana untuk merencanakan acara lamaran, aku sibuk dengan tugas akhirku. Akhirnya, kita memutuskan untuk melangkahi acara lamaran dan memutuskan untuk langsung menikah di awal tahun 2018, setelah aku wisuda.”

Ya, butuh waktu 2 tahun untuk mereka melangsungkan pernikahan sejak personal proposal-nya tersebut.

Hari bahagia mereka jatuh pada bulan Maret di Jakarta, menyusul dengan acara di daerah asal Gema, di Batam, pada bulan April ini. Gema dan Sarah sepakat untuk mengenakan pakaian dengan dominasi warna soft light salmon dan champagne untuk akad nikah, dan menggunakan adat Sumatera Barat dengan sentuhan modern dominasi warna midnight blue untuk acara resepsi.

Tentunya, pada dekorasi pelaminan di acara resepsi, Sarah dan Gema menggunakan Pelaminan Sumatera Barat atau Padang, lengkap dengan dulang dan bantal-bantal gadang.

“Vendor dekorasi pelaminan, Elly Kasim ini juga merupakan vendor yang digunakan orang tuaku saat menikah dahulu. Vendor ini juga menjadi idamanku karena kesannya yang cantik, mewah, namun tidak berlebihan.”

Tentu saja, hari bahagia mereka ini berlangsung dengan lancar dan sesuai harapan, meski ditengah perjalanan harus berurusan dengan jarak dan permasalahan miss communication yang seringkali mereka hadapi.

“Semuanya berjalan lancar, bahkan di luar ekpektasiku. Apalagi saat momen sungkeman, momen yang menyentuh dan penuh dengan air mata bahagia. Bagian yang paling aku suka adalah saat menyaksikan tarian adat, serta saat menyaksikan Om Fariz RM dan Kak Rossa bernyanyi, mereka favoritku!”

Top 3 vendor:

1. Rozana Julani

“Banyak yang memuji make up-ku yang natural namun tetap manglingi dan berbinar-binar. Kak Ocha sangat kooperatif dan lucu. Tanpa banyak minta, Kak Ocha mengerti make up yang aku inginkan.”

2. Elly Kasim Collection

“Pelaminan serta suntiangnya cantik. Tarian adatnya juga sangat menggambarkan adat Sumatera Barat yang sesungguhnya. Pokoknya berkesan dan sesuai dengan keinginanku!”

3. Fadlan Indonesia

“Kebaya yang cantik, mulai dari detail sampai pemilihan warna payet.”

Tips untuk para brides to be,

“Tetap tenang, jangan lupa berdoa. Jangan dibawa pusing dan panik karena bisa mempengaruhi mental dan fisik, serta aura di hari H. Selain itu,  jangan sungkan untuk meminta pendapat orang tua dan keluarga terdekat dalam mengambil setiap keputusan, karena orang tua sudah berpengalaman dan bisa memberikan nasihat yang membuat keputusan yang kita ambil menjadi lebih baik dan matang.

×