Sebelum Menikah, Diskusikan Dulu 9 Masalah Keuangan Ini!

By Penna on under How To

Sebelum Menikah, Diskusikan Dulu 9 Masalah Keuangan Ini!

Sebelum mengucapkan kata “ Ya, saya bersedia”, ada baiknya pasangan saling mendiskusikan hal- hal sensitif seputar keuangan. Daripada menunda- nunda atau sungkan, lebih baik pembicaraan soal aset, hutang, cara belanja dsbnya dituntaskan dengan bijak. Yuk, cermati dulu 9 masalah keuangan yang wajib didiskusikan sebelum menikah: 

1. Perspektif Finansial

Perspektif setiap individu tentang finansial bersifat personal dan emosional. Cara pandang keuangan ini bisa dari pengaruh didikan orang tua, ada yang bersifat rahasia, sembrono, hati- hati dan lainnya. Menyamakan visi tentang finansial sebelum membangun rumah tangga adalah hal yang penting dibicarakan.

Mulailah dengan saling membuka diri tentang pandangan masing-masing tentang uang, strategi finansial secara umum, dan bagaimana uang akan berpengaruh terhadap hubungan asmara kalian.

2. Kebiasaan Belanja & Menabung

Setelah nyaman membicarakan tentang gambaran besar atas uang, cari tahu juga kebiasaan belanja & menabung masing- masing. Kemungkinan besar pasangan tidak memiliki cara penggunaan uang yang sama, dan itu sah- sah saja. Namun untuk membina keluarga, disarankan untuk menyamakan kebiasaan sehari- hari ini supaya tidak terjadi konflik di kemudian hari.

3. Pembagian Biaya

Apakah kalian akan memiliki rekening bersama atau terpisah? Siapa yang akan bertanggung jawab atas pembayaran biaya- biaya rumah tangga? Bagaimana dengan target menabung jangka panjang? Cari solusi realistis sesuai income masing- masing supaya kalian bisa punya budget yang pas.

4. Histori Kredit

Tidak ada yang suka membahas soal hutang atau histori kredit. Tetapi ini penting supaya masing- masing pihak tahu apa langkah yang harus dilakukan terutama bagi kalian yang berniat untuk mengambil pinjaman KPR, kredit mobil, dsbnya.

5. Target Finansial

Target finansial ini mencakup perhitungan resiko atau dana darurat yang harus disediakan. Bisa jadi, pasangan tidak punya pandangan yang sama tentang dana darurat atau target finansial, seperti tabungan jangka panjang, investasi, dana pendidikan, dana pensiun dsbnya. Padahal uang adalah sebuah jaring pengaman yang sudah harus disediakan sejak jauh hari loh.

6. Kewajiban Finansial

Apakah pasangan punya biaya berjalan yang harus ditanggung setiap bulan? Misalnya menanggung orang tua, adik atau yang lain. Berapa lama estimasi kewajiban finansial yang sedang berjalan ini akan berlangsung? Dan apa pula dampaknya terhadap rumah tangga?

7. Nilai Aset

Sebelum menikah, diskusi soal aset ini akan menjadi dasar membuat keputusan tentang perjanjian pra-nikah dan lain sebagainya. Pasangan juga bisa saling berdiskusi tentang pengelolaan aset yang lebih mantap, baik secara terpisah ataupun digabung.

8. Rencana Berkeluarga

Punya rencana memiliki anak? Keputusan memiliki anak akan berpengaruh pada kondisi finansial, termasuk dari segi pengasuhan, pendidikan, kesehatan, dan masih banyak lagi. Jadi jangan sungkan untuk membahas secara detail jumlah anak, jarak lahir, pembiayaan dsbnya.

9. Warisan dan Asuransi

Saat menikah, tidak ada seorangpun yang akan memikirkan perkara kematian. Pembicaraan soal warisan dan asuransi juga hampir tidak pernah disinggung. Namun tidak ada salahnya jika pasangan membahas mengenai hal ini, minimal tentang asuransi kesehatan yang wajib sifatnya.

Shop