Sentuhan Nuansa Jepang di Pernikahan Outdoor Sefa & Havi

By NSCHY on under The Wedding

Sentuhan Nuansa Jepang di Pernikahan Outdoor Sefa & Havi

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Photography Rifan Wahyudi

Venue Pine Hill Cibodas

Event Styling & Decor Decoration by Jalin

Make Up Artist Ade bebby

Jewellery & Accessories House of Jealouxy

Bride's Attire FRAGRANCE

Groom's Attire Walking Method

Catering DAF Food Management

Wedding Entertainment GOODTRY MUSIC ENTERTAINMENT

Master of Ceremony Sony Bastian

Master of Ceremony Elliana Susan

Wedding Cake Pompidou

Souvenir Oesing Craft

Others Choir by The Maggiore Choir

Acara ulang tahun ke-17 adalah kali pertama Sefa dan Havi bertemu, tepatnya di hari ulang tahun Putri, sahabat Sefa yang juga merupakan sepupu jauh Havi.

Beberapa tahun kemudian, mereka bertemu lagi, masih bersama Putri pastinya.

“Waktu itu aku lagi menginap di rumah Putri, dan seperti biasa, rumah Putri adalah basecamp kita. Kebetulan, waktu itu Putri dan keluarganya terburu-buru harus pergi dan kita ditinggal di rumah, kebetulan, di situ ada Havi. Saat itu, papa Putri bilang, ‘kalian pergi sama Havi aja ya’, dan saat itulah kali pertama aku berada dalam satu mobil sama Havi, tanpa saling kenal.” cerita Sefa.

Bertahun-tahun berlalu, ternyata Sefa dan Havi memilih jurusan kuliah yang sama walau di tempat yang berbeda dan mereka bertemu lagi, kali ini berkenalan dan memulai komunikasi, mulai dari Twitter. Sama-sama mengambil jurusan Desain Interior merupakan keuntungan bagi Havi. Meskipun Havi lebih dulu berkuliah, namun ia memiliki berbagai cara untuk memulai komunikasi dengan Sefa, salah satunya meminta layout.

“Dari DM Twitter, beralih ke pin Blackberry, sampai akhirnya mulai PDKT. Setelah PDKT, kita juga nggak langsung jadian karena waktu Havi nembak, aku tolak karena lagi seru, lagi freak jadi anak kuliah dan malas menyisihkan waktu untuk pacaran. Setelah aku tolak, kita putus komunikasi.” cerita Sefa.

Setelah ditolak, Havi bertekad dan bilang ke dirinya sendiri kalau suatu saat bertemu Sefa lagi, dia akan mengejar Sefa sampai dapat. Dan benar, hal itu terjadi.

“Aku masih ingat momen itu, jadi kenangan yang lucu. Waktu itu, aku dan temanku baru pulang dari salon dan berhenti di sebuah perempatan lampu merah. Kita lagi ngobrol, dan tiba-tiba ada mobil yang menyalip di depan, aku merasa familiar dengan wajah itu, taunya itu Havi. Untuk memastikan, aku coba chat dia, dan ternyata benar, itu Havi.” tambah Sefa.

Sesuai dengan tekadnya, setelah momen itu, Havi kembali mendekati Sefa sampai akhirnya di bulan Agustus 2012, mereka berpacaran, dan 6 tahun kemudian, mereka menikah.

Saat memutuskan untuk menikah, Sefa dan Havi menginginkan pesta outdoor yang sejuk dan dog friendly, karena Sefa menginginkan ada Uno, anjing peliharaannya. Tapi sayangnya, di tengah persiapan pernikahan, Uno sakit dan meninggal.

“Itu satu bulan sebelum hari lamaran kita, momen yang paling menyedihkan adalah baju Uno untuk hari lamaranku sudah jadi, dan rencana bahwa Havi akan jalan sama Uno di hari pernikahan harus menghilang. Rencana foto prewedding sama Uno juga hilang. Buat aku, Uno bukan hanya sekedar anjing, tapi dia sahabat dan segalanya untukku selama 8-9 tahun belakangan ini. Dia yang selalu temani aku, dia juga sudah akrab dan dekat sama Havi, kita sering jalan bertiga, dan Uno juga dekat dan sayang sama Havi.” tambah Sefa.

Rencana awal Sefa dan Havi memang tidak ingin berkonsep serius dengan prewedding-nya karena mereka menginginkan sesuatu yang kasual.

“Kita hanya merencanakan jalan-jalan yang didokumentasiin untuk kenang-kenangan, karena kita pun juga nggak ada rencana untuk memajang foto-foto prewed di area resepsi. Tapi ternyata, sesi foto liburan ini sangat seru. Kita trekking ke bukit, lihat air terjun, berenang di sungai, pokoknya cukup meredakan kepusingan mengurus pernikahan.” tambah Sefa.

Soal lokasi, setelah melalui survei berbagai lokasi, pilihan mereka jatuh ke Pine Hill. Walau lokasinya jauh dari kota Bandung, namun Pine Hill menawarkan suasana yang nyaman untuk quality time dengan para tamu undangan.

“Kalau untuk dekorasi, selera kita sama, natural dengan sentuhan unik, tapi tanpa dominasi bunga-bunga. Kita juga membagi venue untuk berbagai area, mulai dari area Holy Matrimony, Lunch, Teapay, dan juga area Resepsi. Masing-masing area mewakili berbagai pilihan yang kita suka.” tambah Sefa.

Karena Havi memiliki ketertarikan dengan budaya Jepang, untuk pakaian resepsi, mereka memasukkan unsur sentuhan Jepang yang unik dengan percampuran bahan.

“Aku dan Havi suka bepergian dan kita juga suka beli bahan-bahan unik yang kita jadiin pakaian. Kebetulan kita punya beberapa bahan yang belum diolah, terutama bahan French Bulldog yang aku beli di Jepang, dan kita juga hunting bahan-bahan lain sesuai dengan warna dan bahan yang kita mau. Havi menggunakan perpaduan bahan linen dan Frenchie, sedangkan aku pakai Kutu Baru dengan sentuhan obi di tengah dengan potongan seperti Kimono dengan bahan yang kurang lebih sama.”

Di setiap pernikahan, momen akad dan Holy Matrimony adalah momen yang paling sakral dan menyentuh, begitu juga bagi Sefa. Baginya, momen setelah jalan bersama sang ayah, dan momen saat sang ayah menyerahkan tangannya ke Havi adalah momen yang paling menyentuh, “setelah itu, aku peluk papi dan pecah banget sedihnya, aku langsung peluk dan cium papi, itu momen yang benar-benar indah, di tengah alam bebas dengan pemandangan dan hawa sejuk di tengah-tengah keluarga dan sahabat.” cerita Sefa.

“Momen lain yang juga berkesan adalah saat kita dansa berdua. Havi yang pilih Menua Berdua dari Senar Senja, dan Ms. Nana, guru baletku yang ngajarin. Di malam sebelum hari H, kita latihan di venue, di tengah angin dingin, saat orang-orang lagi kerja.” tambah Sefa.

Top 3 vendor:

1. Rifan Wahyudi Photography

“Ini adalah vendor pertama yang kita cari, dan paling niat dan semangat. Sebelum venue, kita tentuin fotografer. Dari seluruh vendor, kita pilih yang berdomisili di Bandung. Kita sreg sama Mas Rifan karena dia sudah menguasai area, sudah kenal momen, sesuai selera kita.”

2. Jalin Decoration

“Ini top vendor juga karena sabar dengan detail dan punya die yang seru dan material desain yang kita suka. Mereka enak diajak diskusi dan tektokan soal desain dengan detail yang jelas. Mereka juga membuatkan desain spesial yang handmade untuk kita, untuk sentuhan berbeda yang sesuai dengan karakter dan kesukaan kita.”

3. Fragrance

“Dari awal, menurut kita, mba Kiki bisa memenuhi keanehan dan kemauan kita, dan benar, kita dikasih kebebasan untuk memilih bahan yang kita suka dengan bantuan ide yang kreatif. Semua ide yang ada di otak kita dituangkan ke dalam desain baju di hari itu.”

Tips untuk brides to be:

“Berdoa dan banyak sabar mengurus vendor dan bertemu dengan berbagai karakter orang. Mengurus pernikahan sendiri sudah rumit, apalagi aku tipe yang perfeksionis dan mau ikut ribet, jadi kita butuh mood untuk mengatur semuanya. Saran aku, ketahuilah yang sebenarnya diinginkan, setelah itu harus teguh dengan pendirian, biar bisa tetap fokus dengan konsep awal saat tiba-tiba ketemu ide baru yang menarik. Gonta-ganti konsep yang membuat prosesnya tiada akhir. Lalu, pintar-pintarlah menggabungkan ide baru tanpa harus mengubah konsep awal.”

×