Silvery White Wedding of Arumi and Arra

By Leni Marlin on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Pastis

Event Styling & Decor Twist Events

Photography Prasetyo Wibowo

Make Up Artist Yoga Septa

Catering Pastis

Wedding Reception

Venue Pastis

Event Styling & Decor Twist Events

Photography Prasetyo Wibowo

Make Up Artist Yoga Septa

Bride's Attire Dina Vahada

Catering Pastis

Pada awalnya, Arumi dan Arra dijodohkan oleh Regina dan Ariel yang merupakan sahabat Arumi sekaligus teman kantor Arra. Kata Arrumi, ia dan Arra dianggap memiliki karakter yang sama oleh Regina dan Ariel. Walaupun demikian, Arumi mengaku belum merasa tertarik dengan Arra saat pertama kali bertemu dan berkenalan, karena Arra terlihat terlalu serius. “Waktu itu perkenalannya nggak berlanjut, karena Arra nggak minta nomor telepon atau apapun. Jadi, aku pikir ini cuma sekadar nambah teman aja,” kisah Arumi. Sebulan kemudian, Regina dan Ariel menikah di Bali. Dalam resepsi pernikahan mereka, ada permainan Take Me Out yang isinya para high quality bachelor dan bachelorette yang sengaja dijodohkan. “Aku dan Arra dipaksa ikut dan diminta slow dance. Sejak malam itu kami mendadak dekat.”

Pada ulang tahun Arumi yang ke-28, Arra melamar. “It was really thoughtful. Arra selalu punya cara romantis tersendiri. Bukan dengan bunga atau kata-kata manis, tetapi dengan permainan teka-teki,” kata Arumi. Awalnya, mereka makan di tempat first date mereka, Mamma Rosy. Tepat pukul 12 malam, Arra mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan sebuah box besar kepada Arumi yang berisi 3 kado. Kado pertama berhubungan dengan fashion. Kado kedua berhubungan dengan pekerjaan Arumi dalam bidang digital marketing. Kado ketiga adalah sebuah pigura berisi 4 bagian dengan tema ‘There’s always be the first’. Bagian pertama berisi logo tempat pertama mereka bertemu serta tiket bioskop, sedangkan bagian kedua berisi kumpulan foto: pertama bertemu di Bali; pertama nonton konser; pertama berlibur bareng sebelum pacaran; dan pertama dikenalkan ke keluarga besar Arra. 

“Nah, yang ketiga adalah foto pertama kali Arra merayakan ulang tahun bersamaku, tetapi pigura yang keempat kosong. Aku disuruh nebak kenapa masih kosong. Spontan aku nebak kalau bagian itu untuk foto hari ini. Arra membenarkan sambil menjelaskan bahwa bagian 4 itu adalah penutup. Ia berharap ini adalah ulang tahun terakhirku dalam keadaan single. Setelah itu, barulah Arra mengeluarkan cincin.”

Arumi dan Arra mulai mempersiapkan pernikahan pada bulan Februari. Pertama-tama, mereka menyiapkan proposal yang berisi konsep pernikahan seperti tema, dekorasi, pilihan venue, attire, beserta harganya. Setelah menyiapkan proposal dengan lengkap, mereka mempresentasikannya di depan orangtua mereka. “Rasanya lebih dag dig dug daripada presentasi ke klien,” aku Arumi.

Selanjutnya, hampir 80% persiapan pernikahan mereka lakukan berdua dengan kompak. Pihak orangtua hanya menerima update dari mereka saja, bahkan mereka tidak membuat panitia keluarga. “Kesulitannya adalah kejar-kejaran dengan jam kerja Arra. Di saat sedang mempersiapkan pernikahan, banyak project di luar kota yang harus ia handle.”

Salah satu hal mengesankan yang terlihat dari pernikahan Arrumi dan Arra adalah dekorasinya yang cantik. Tema yang mereka pilih adalah silvery white karena Arra dan Arumi penggemar warna putih. Untuk memberi kesan yang lebih ‘wah’, mereka menambahkan sentuhan warna silver yang netral.

Selain itu, DIY (do-it-yourself) pun mendominasi dekorasi pernikahan Arumi dan Arra. “Aku beruntung banget ketemu vendor dekor yang sangat kooperatif. Jadi, ide-ideku untuk bikin detail yang berbeda dengan pernikahan lain bisa tersalurkan. Aku memang ingin detail yang personalized, mulai dari undangan, bridesmaid proposal, sampai wishes card. Nah, kebetulan vendor ini banyak menggunakan recycled dan reused items yang pas untuk DIY,” ujar Arumi.

Untuk wedding dress, Arumi dibantu oleh desainer Dina Vahada, teman baik Arra. Sejak tahu pasangan ini akan menikah, Dina memang telah menawarkan diri untuk membuatkan wedding dress. Arumi yang menyukai desain Ellie Saab karena detailnya yang sangat cantik sudah menyiapkan beberapa contoh sebagai referensi. Setelah konsultasi dengan Dina, jadilah desain dress yang elegan ala Ellie Saab dengan tetap menyertakan ciri khas unik Dina Vahada. “Wedding dress aku sempat diprotes calon Arra karena dianggap terlalu seksi. Untunglah Dina sigap menyulap dalam semalam sesuai permintaan. Hasilnya jadi jauh lebih bagus.”

Bagi pembaca The Bride Dept yang sedang mempersiapkan pernikahan, terutama konsep pernikahan yang intimate dan casual, Arumi berpesan untuk bicarakan terlebih dahulu mengenai konsep pernikahan yang diinginkan dengan orang tua dan berikan juga referensi agar mereka memiliki gambaran mengenai konsep pernikahan yang diinginkan.

Top 3 vendors yang direkomendasikan Arumi adalah:

  1. Twist Events

“Timnya sangat kooperatif, pecinta lingkungan, dan anti mainstream.”

  1. Yoga Septa Makeup

“Hasil makeup-nya natural, tetapi tetap manglingi. Timnya juga siap membantu dan menghibur CPW.”

  1. Dina Vahada

“Hanya 3 kali fitting dan revisi dalam satu malam sukses membuat aku dipuji.”

×