Pernikahan Simpel dan Elegan di Patra Jasa

By Rebebekka on under The Wedding

Style Guide

Style

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Private Residen

Event Styling & Decor Garda Dekorasi

Photography DE POINT Photography

Photography Yes I do

Make Up Artist Valldy Kressanggie

Hair Do Valldy Kressanggie

Bride's Attire Margee Fabiani

Catering Diamond Wedding Service

Wedding Organizer Kimono

Jewellery & Accessories Jarimanis Organizer

Reception

Venue Patra Jasa Tower Jakarta

Event Styling & Decor Garda Dekorasi

Photography DE POINT Photography

Photography Yes I do

Make Up Artist Valldy Kressanggie

Hair Do Valldy Kressanggie

Bride's Attire Mergee Fabiani

Groom's Attire Creativo Fashion Design

Catering Diamond Wedding Service

Wedding Organizer Kimono

Wedding Entertainment Baim

Blessing in disguise. Ungkapan tersebut tepat untuk menggambarkan awal mula pertemuan Sarah dan Reza. 3 tahun yang lalu, mantan pacar Sarah menikah dengan orang lain dan Sarah lelah dengan pertanyaan banyak orang tentang hal itu. Saat itu Sarah bermaksud menyendiri dan memutuskan untuk pergi ke Singapura. Sarah pun sempat berujar kepada mamanya, “Watch me mom, i’ll come home and meet my soulmate and get married to him soon.” Menjelang keberangkatanya, tante, adik dan saudara ipar sarah berinisiatif untuk menemani Sarah. Memang dasar berjodoh, rupaya Sarah dan Reza menaiki pesawat yang sama saat bertolak ke Singapura maupun kembali ke Indonesia. “Waktu pergi, tante, adik, dan iparku sibuk membicarakan cowok yang menurut mereka ganteng. Karena aku cuek, aku bahkan tidak melirik sama sekali kepada cowok yang dibilang ganteng itu. Saat akan pulang ke Indonesia, di Airport Changi mereka bertiga kembali heboh membicarakan cowok ganteng tersebut. Ternyata kita satu pesawat lagi dan kali ini aku perhatikan dia sambil mengingat-ngingat bahwa dia mirip dengan seseorang, tetapi aku lupa siapa. Ternyata dia salah sangka, dipikirnya aku naksir dia. Lama menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih, akhirnya Sarah dan Reza memutuskan untuk beranjak ke pelaminan dan mengusung pernikahan simpel dan elegan di Patra Jasa. Yuk, simak selengkapnya!

Saat pesawat akan mendarat di Jakarta, tiba-tiba temannya Reza menyodorkan tissue ke aku yang bertuliskan nama Reza lengkap dengan pin BBM. Saat menerima tissue tersebut aku hanya tertawa saja. Tanteku bilang tidak ada salahnya menambah teman dan menyuruh aku add pin BBM Reza, karena awalnya aku sempat cuek dan menolak. Selanjutnya semua berjalan begitu saja. 3 hari sebelum resmi menjadi suami istri, kami telah pacaran selama 3 tahun lamanya,” kenang Sarah bahagia.

Reza dan keluarganya telah resmi melamar Sarah pada pertengahan bulan April 2015. Sejak itu baru mereka mulai mempersiapkan pernikahan yang ingin digelar pada bulan Oktober di tahun yang sama. Sebenarnya rencana pernikahan antara Sarah dan Reza sudah dibicarakan sejak tahun 2014, namun orang tua Sarah memberi nasihat bahwa Sarah tidak boleh mengambil langkah terlebih dahulu sebelum ada proses pertunangan. Karena waktu yang sangat sempit antara lamaran dan pernikahan tersebut, Sarah sempat panik karena ternyata semua gedung yang diinginkan mereka berdua telah full booked sampai tahun 2016. Beruntung tiba-tiba ada satu venue yang available karena di-cancel oleh penyewa sebelumnya, yaitu Patra Jasa.

Selain masalah gedung, Sarah juga dihadapkan dengan masalah yang datang dari vendor dekorasinya yang mengecewakan. Sarah memutuskan untuk cancel kerjasama dengan vendor tersebut tiga bulan sebelum pernikahan. Sarah akhirnya bertemu dengan Garda Dekorasi yang bisa mewujudkan keinginan Sarah. Tantangan juga hadir pada saat hari H dimana salah satu usher penerima tamu Sarah mengalami kecelakaan. Semua usher sudah memiliki tugasnya masing-masing, sehingga jika kurang satu personil maka formasi menjadi berubah dan kacau. Untungnya Sarah menyiapkan back up plan di setiap hal dalam pernikahannya termasuk masalah ini.

Sarah mengaku bersyukur bisa melewati semua tantangan yang terjadi, walaupun pada awalnya Sarah berencana menikah di tanggal 17 oktober bukan 31 oktober. Namun karena ketersediaan venue hanya ada pada tanggal itu maka mereka mundur dari tanggal yang diinginkan. “Awalnya kita ingin akad nikah dan resepsi diadakan di hari yang sama. Hanya aku sempat berpikir 31 oktober itu kan Halloween, masa sih pernikahanku sama seperti hari Halloween yg bertema horor itu, hehehe. Jadi aku memilih akad nikah di rumah pada hari Jumat, 30 Oktober 2015,” jelas Sarah. Setelah prosesi akad nikah, mereka menjalani prosesi adat Lampung yaitu Mosok. Mosok adalah acara menyuapi pengantin dengan makanan yang dilakukan oleh orang tua, tante, kakak, atau orang yang dituakan. Kemudian Reza yang bukan keturunan Lampung mendapatkan gelar panggilan nama untuk dia. Pada kesempatan itu Reza memberikan mas kawin yang salah satunya adalah uang tunai dalam mata uang Singapura sebesar $SG 88,88. “Kalau tidak pergi ke Singapura, kita tidak akan ketemu, hehehe. Angka 8 juga dipilih karena 8 adalah angka yang tidak putus. Jadi aku dan Reza berharap love life kami tidak akan pernah putus seperti angka 8,” papar Sarah.

Setelah akad nikah, resepsi digelar keesokan harinya dengan konsep simple elegant. Warna putih mendominasi dengan sedikit sentuhan kaca mozaik dan juga kristal, sehingga menonjolkan sisi elegannya. Sarah mendapatkan inspirasi setelah banyak berdiskusi dengan Jari Manis Organizer. Mereka pun memberi masukan kepada Sarah sampai kepada hal detail seperti bingkisan terima kasih untuk keluarga dan sahabat serta konsep seragam untuk bridesmaid dan groomsmen. “Ada dua warna seragam untuk groomsmen dan bridesmaid. Aku pilih warna biru karena Reza suka warna biru. Warna biru juga serasi dengan wedding dress aku, yaitu navy blue dan baby blue. Navy blue untuk sahabat kami di lingkungan kerja dan baby blue adalah sahabat di jaman kuliah,” jelas Sarah.

Wedding dress yang Sarah kenakan berwarna merah, candy red. Sebenarnya merah bukan warna favoritnya namun Sarah ingin ada yang berbeda. Sebelumnya dia telah memilih warna putih untuk kebaya yang akan dikenakan saat akad nikah. “Aku terinspirasi dari koleksi Zuhair Murad. Namun karena waktu yang sangat mendesak, aku tidak bisa langsung membeli dress dari dia karena lokasi yang jauh dan harga yang cukup mahal. Jadi aku keliling cari desainer yang bisa membuatkan aku dress itu. Tidak semua designer mau, karena kebanyakan desainer sudah memiliki konsep sendiri. Kemudian secara tidak sengaja, aku dipertemukan oleh istri dari klienku yang merupakan seorang desainer. Aku langsung cocok dan Ci Fabi mau membantu membuat dress-nya walaupun waktunya mepet.”

Sarah kembali menuturkan tentang banyaknya kenangan yang tidak bisa dia lupakan dalam pernikahannya. Begitu juga saat Sarah melakukan sesi pre wedding di Bali. Mereka memilih lokasi foto di pelosok Bali, yaitu air terjun Tukat Unda Kelungkung Bali. Ketika itu Sarah mengenakan wedding dress yang sangat berat dan menapaki jalan yang terjal dan licin. Wedding dress Sarah pun sempat terbawa arus derasnya sungai. “Benar – benar butuh perjuangan, namun saat lihat hasilnya puas sekali,” ujar Sarah.

Untuk para brides-to-be yang akan mempersiapkan pernikahan, tetapi hanya tersedia waktu yang sempit seperti yang Sarah alami, coba yuk ikuti tips dari Sarah berikut ini ya.  “Persiapan pernikahanku kurang dari satu tahun namun alhamdulilah hasilnya memuaskan. Buatlah list dan catatan agar tidak ada yang terlewat. Catatannya dipisahkan untuk setiap vendor, lalu kemudian dibagikan ke masing-masing vendor untuk didiskusikan bersama. Hasil diskusi kemudian dibuat menjadi checklist yang dibutuhkan atau harus dilakukan di hari H. Jangan lupa untuk selalu membuat back up plan, sehingga jika ada kejadian tidak terduga, kita tidak perlu panik.

Top 3 vendor pilihan Sarah dan Reza sebagai berikut.

1. Garda Dekorasi

“Mba Tantri sebagai PIC dari Garda sangat membantu sekali dalam persiapan pernikahanku. Meskipun sedang hamil aku melihat kerja kerasnya untuk memberikan yang terbaik. Good job!”

2. Jari Manis Organizer 

“Walaupun mereka baru mendirikan event organizer, namun aku lihat mereka sangat berpengalaman dalam memberikan ide dan timnya sangat detail. Ada ide-ide yang aku bahkan tidak kepikiran, namun mereka bisa saja menemukan ide ataupun jalan keluar disetiap masalah dalam pernikahanku. They are awesome!”

3. Diamond Wedding 

“Dekorasi catering mereka bagus sekali dan semua tamu memuji makanan di pernikahanku. Timnya pun ramah jadi aku nyaman bekerjasama dengan mereka.”

Shop