Pesta Lamaran yang Simpel

By arinda.p on under The Engagement

rumahku restaurant bintaro acara lamaran jakarta thebridedept

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Rumahku Restaurant

Photography Fotologue

Event Styling & Decor Lia Nitiseputro

Make Up Artist Jeinita Ante

Kebaya Private Collection

Perkenalan antara Rani dan Pandu berawal ketika mereka tergabung dalam kepanitiaan perayaan Natal di gereja mereka. Namun ketika itu hubungan mereka hanya sebatas teman saja. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk jalan bareng ketika sama-sama sudah berstatus single. Tidak lama sesudah itu, mereka pun memutuskan untuk berpacaran. Setelah berpacaran selama setahun, Pandu dan kedua orang tuanya pun datang ke rumah Rani untuk melamar secara kekeluargaan. Setelah itu, mereka mengadakan pesta lamaran yang simpel dan sederhana di sebuah restoran. Yuk, simak cerita lengkapnya!

“Memang ada yang merasa bahwa proses ini sangat cepat, tetapi ada juga yang menyarankan untuk tidak berpacaran terlalu lama. Tetapi pada intinya aku dan Pandu sudah sama-sama tahu bahwa yang membuat kita sampai di saat ini adalah rencana Tuhan. Kita sebagai manusia harus mensyukurinya dan menjalaninya dengan sebaik mungkin,” ujar Rani mengenai keputusannya untuk menikah setelah tak lama berpacaran. Sifat Pandu yang selalu bersyukur dalam segala hal juga membuat Rani yakin bahwa masa depannya dengan Pandu akan menyenangkan dan tidak takut untuk dijalani.

Satu hari sebelum acara pertunangan resmi yang dihadiri oleh kedua keluarga besar, Pandu membuat kejutan berupa wedding proposal untuk Rani. Sejak dulu Rani memiliki mimpi untuk dilamar di Eiffel Tower, tetapi apa daya mereka tidak mungkin ke sana. Pandu pun bekerja sama dengan adik-adik Rani dan teman-teman mereka berdua untuk membuat backdrop berupa Eiffel Tower. Untuk membuat suasana lebih romantis, ia pun menambahkan lilin di sekitarnya. Finally, he got down on his knee to propose Rani dan she said yes! What a romantic proposal!

Untuk acara pertunangannya, Rani memilih konsep etnik karena ia memang menyukai segala sesuatu yang berbau hal tersebut. Selain itu, lokasi acara pertunangan mereka, Rumahku Restaurant yang merupakan milik keluarga Pandu, memiliki interior yang sangat etnik. Rani pun sengaja memilih busana kebaya encim bewarna orange dan Pandu mengenakan batik dengan warna senada. Dalam hal mendekorasi, Rani pun menyerahkannya kepada ibunda dari Pandu, Tante Lia. Ia hanya perlu memberi tahu seperti apa dekorasi yang ia inginkan dan Tante Lia langsung mewujudukan keinginannya. Don’t you think she’s such a lucky girl?

Rani memutuskan untuk mengadakan acara pertunangannya pada sore hari dengan pertimbangan cuaca yang terlalu panas dan juga tempatnya terlihat lebih cantik dengan lampu-lampu yang mendukung dekorasi. Acara tersebut dimulai dengan kebaktian dan dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Rani mengaku sangat puas dan bahagia dengan acara tunangannya ini. Tak hanya suasananya ramai, semua orang yang datang pun juga turut berbahagia. Menurut Rani, yang elemen terpenting dalam acara tersebut bukanlah busana yang kita kenakan atau dekorasi yang mewah, tetapi hubungan yang baik dengan pasangan dan keluarga. Ia pun percaya bahwa hubungan baik tersebut juga akan memberikan energi positif kepada vendor-vendor yang membantu dalam menyukseskan acaranya ini.

Menurut Rani, 3 top vendor di acaranya kemarin adalah:

1. Fotologue

“Pandu itu bukan tipe yg suka difoto tapi Mas Dimas dan mas Bob bisa mengarahkan sehingga hasilnya bagus sekali! Malam nya mas Dimas juga langsung kirim beberapa preview foto. Hal itu membuat aku dan Pandu sangat happy karena bisa melihat hasilnya langsung.”

2. Jeinitia Ante

“Jeinitia bisa banget mengikuti kemauanku! Nggak hanya itu, kalau difoto sedang merem, matanya tetep cantik hahaha”

3. Rumahku Restaurant

“Interiornya bagus, sangat cocok untuk acara engagement. Bahkan pernah ada yang menikah di sana lho! Makanan yang disajikan di sana adalah makanan Indonesia rumahan yang memang sesuai dengan selera orang Indonesia, pokoknya enak banget deh!”

×