A Simple and Rustic Engagement with A Touch of Purple ala Dinda dan Emir

By Renya Nuringtyas on under The Engagement

A Simple and Rustic Engagement with A Touch of Purple ala Dinda dan Emir

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

“Sampai sekarang sebenarnya aku masih suka senyum-senyum sendiri kalau ingat cerita awal perkenalan aku dengan Emir, sampai akhirnya bisa ada di titik ini,” ujar Dinda saat ditanya mengenai cerita awal perkenalannya dengan Emir.

Dinda pertama berkenalan dengan Emir sekitar tiga tahun yang lalu, saat Dinda belum lama putus dari hubungan yang cukup lama dijalaninya, “jadi aku masih malas dekat lagi dengan cowok,” ujarnya. Emir sendiri saat itu sebenarnya sudah dua kali meminta bantuan temannya, yang juga teman Dinda, untuk dikenalkan dengan Dinda, yang sayangnya keduanya ditolak oleh Dinda. Selain karena masih malas untuk dekat lagi dengan cowok, para sahabat Dinda juga bisa dibilang sangat ‘posesif’ setiap ia dekat dengan seorang cowok, terutama sahabat-sahabatnya yang cowok, jadi Dinda sedikit berhati-hati untuk mulai dekat lagi dengan seseorang.

Sampai suatu hari Dinda dan beberapa temannya berencana untuk datang ke acara We The Fest namun mereka kehabisan tiket. Tidak menyerah begitu saja, Dinda pun berusaha untuk mencari tiket melalui IG-Story-nya dan tiba-tiba Emir mengirimkan DM dan memberi tahu kalau dia mau menjual tiket We The Fest miliknya dengan harga murah. Singkat cerita, Dinda akhirnya membeli tiketnya dan mereka pun bertemu sehari sebelum acara untuk menyerahkan tiket tesebut, yang bisa dibilang pertemuan yang sangat singkat.

Dinda dan Emir bertemu kembali di acara We The Fest namun hanya sekadar berpapasan dan Say Hi saja. Tapi pertemuan yang singkat itu ternyata berlanjut dan setelah itu mereka jadi sering chatting dan kerap bertemu untuk sekadar ngobrol, yang ternyata membuat mereka menemukan banyak kesamaan yang membuat mereka merasa nyaman dan cocok satu sama lain. Mulai dari zodiac, makanan kesukaan, minuman favorit, film, musik, sampai cara berpikir mereka sama, yang akhirnya membuat mereka memutuskan untuk mulai pacaran. 

Ada satu hal menarik yang baru diketahui Dinda mengenai Emir setelah mereka pacaran. Jadi, usut punya usut, saat Emir menjual tiket We The Fest-nya kepada Dinda, dia berbohong saat mengatakan kalau dia punya satu tiket lagi. Ternyata, saat Dinda membeli tiketnya, Emir langsung sibuk mencari tiket baru untuknya agak bisa tetap datang ke acara We The Fest dan bertemu dengan Dinda. “Aku selalu percaya, rencana Tuhan memang indah bukan main ya…” ujar Dinda.

Selama kurang lebih tiga tahun pacaran, Dinda dan Emir bisa dibilang bukan tipe pasangan yang romantis jadi ketika mereka mulai pembicaraan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius alias menikah, mereka tidak punya momen sweet proposal atau semacamnya. “Kami benar-benar menikmati semua prosesnya, tidak pernah mau terburu-buru mengambil keputusan, sampai akhirnya diri ini yakin dengan sendirinya, baru deh kami sama-sama membicarakan untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius,” kenang Dinda.

Keputusan untuk menikah menurut Dinda bukan keputusan yang mudah, namun ia merasa ada satu hal yang membuatnya yakin. Satu hal mendasar namun seringkali dianggap sepele, yaitu rasa bersyukur. “Menurut aku besyukur adalah pondasi utamanya. Karena kalau kita tidak bersyukur, pasti akan ada rasa iri saat melihat pasangan lain begini begitu, dan ujungnya akan merusak hubungan,” tambahnya. 

Konsep acara lamaran Dinda dan Emir mengangkat konsep simple dengan dekorasi rustic dan nuansa warna ungu. Semua persiapan benar-benar dilakukan oleh mereka sendiri dengan bantuan dari beberapa teman, tanpa meminta bantuan dari Wedding organizer. Warna Ungu sendiri dipilih bukan karena itu adalah warna kesukaan Dinda, tapi karena Dinda sudah menjahit dan memiliki baju berwarna Ungu, yang ia sangat suka, namun belum sempat ia pakai. Di hari lamarannya, Dinda mengenakan baju Ungu tersebut dipadankan dengan selendang bermotif senada dengan baju yang dikenakan oleh Emir. “Lumayan kan untuk menghemat budget?,” ujar Dinda. 

Namun setelah dilihat-lihat, ternyata warna Ungu terlihat sangat manis untuk acara lamaran mereka. Untuk mempercantik dekorasi, Dinda juga menambahkan hiasan bunga berwarna biru untuk menghidupkan suasana, terlebih karena warna biru sangat cocok dengan dresscode keluarga yang juga mengenakan pakaian berwarna biru, jadi terlihat sangat serasi.

Acara lamaran berlangsung dengan sangat lancar dan dihadiri oleh keluarga, sahabat dan orang-orang yang berarti di dalam hidup Dinda dan Emir. Momen yang paling berkesan menurut Dinda adalah rasa bersyukur dan bahagia yang luar biasa karena keluarga dan para sahabat bisa hadir dan bersedia meluangkan waktunya untuk mendoakan Dinda dan Emir di hari bahagia mereka.

Top 3 vendor pilihan Dinda:

Alexo Pictures: “Kami benar-benar puas dengan hasil kerja Alexo. Mereka bener-bener profesional dan yang terpenting attitude-nya juara. For me, attitude is everything. Hari itu yang datang ramai banget dan jumlah tamunya di luar ekspektasi kami, tapi mereka sabar banget mengambil foto dan  video dengan senyum. Ditambah aku yang nervous, tapi mereka tetap sabar dan selalu menenangkan dan mengarahkan aku dan Emir untuk diambil foto & videonya. Itu sangat penting menurut aku. Karena Emir dan sepertinya kebanyakan cowok memang cenderung susah dan kaku kalau di ambil foto dan video-nya, tapi Alexo Team selalu mengarahkan kami untuk membuat stock foto & video dengan banyak angle. Thank you Alexo!”

Rasa Rasa Indonesian Cuisine: “Kami juga happy banget bisa mengadakan acara lamaran di Rasa Rasa Indonesian Cuisine. Acara aku langsung di-handle oleh pemiliknya yaitu Mas Petrus. Very humble dan helpful! Semua yang aku inginkan bisa mereka akomodir. Mulai dari menu custom dan semua-semuanya selalu dipermudah. Menurutku tempatnya juga sudah cukup lengkap. Interior design-nya manis, soundsystem juga sudah mereka sediakan. Tidak ada additional charge apapun untuk dekorasi. Dan juga, kami bisa menambah makanan di tempat apabila dirasa kurang. Untuk pengaturan budget juga menjadi lebih efektif 🙂 Keluarga dan teman yang hadir juga mengatakan makanannya enak. Thank you, Mas Petrus dan Rasa Rasa Team :)”

Nona Manis Creative Planner: “Kebetulan aku adalah tipe orang yang cukup detail, dan aku merasa sangat terbantu dengan Nona Manis. Pokoknya saat mereka selesai melakukan decor, aku benar-benar langsung OK dan tidak memberi komentar apapun, dan itu jarang terjadi, hehe.. Alhamdulillah jadi mengurangi stress dan bisa fokus mengurus hal lain saat acara :)“

Dinda juga memberikan tips penting buat kamu yang sedang mempersiapkan acara lamaran:

Tips dari aku, apapun yang mau kita pilih harus dikomunikasikan ke pasangan kita dan juga ke keluarga satu sama lain. Karena menurut aku dan Emir, lamaran bukan hanya acara kita, tapi juga acara keluarga kita. Jadi sebisa mungkin apapun dikomunikasikan agar sama-sama puas dengan hasilnya. Lalu yang kedua, yang sudah pernah mengurus acara lamaran, pasti tahu persis bagaimana repotnya mengurus semua perintilan kebutuhan acara lamaran. Jadi saat melihat hasil kerja vendor sesuai dengan ekspektasi rasanya senang dan bersyukur banget. Jadi penting banget banget untuk mencari tahu dulu review orang-orang terhadap calon vendor yang mau kita pilih dari beberapa platform, jangan hanya dari 1 platform. Ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. Lalu yang terakhir, nikmati setiap prosesnya dan jangan lupa tersenyum! Hehe.. Because by doing that everything will goes well Insyaa Allah 🙂

×