Simple Rustic Wedding a la Gusti and Ryan di Lembang Bandung

Simple Rustic Wedding a la Gusti and Ryan

Style Guide

Venue Outdoor

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah & Wedding Reception

“Aku dan Ryan tuh sebenarnya mantan pacar. Kami pernah pacaran sejak kelas 2 SMP hingga awal SMA. Setelah putus, kami tidak pernah bertemu sama sekali, baik sengaja atau tidak. Hanya satu dua kali saling menanyakan kabar lewat Line,” kata Gusti memulai kisahnya.

Bertemu Kembali

Bertahun-tahun kemudian, tepatnya Mei 2017 lalu, Ryan tiba-tiba menyapa Gusti lewat Line dan mengajak untuk bertemu. Karena Gusti kebetulan bisa, ia pun mengiyakan. Niatnya sekadar ingin makan siang saja. Namun, karena sudah lama tidak bertemu, keduanya merasa sangat canggung dan kikuk untuk memulai topik pembicaraan.

Saat mereka sudah ada di dalam mobil, tiba-tiba Ryan menanyakan sesuatu. “Ci (panggilan Gusti), mau nggak kamu nikah sama saya?” Tentu saja, Gusti kaget. Namun, hal itu tidak ia gubris karena menganggap Ryan sedang bercanda. Lagipula, mereka sudah lama tidak bertemu dan mengetahui kabar.

“Besoknya, kami mulai intens chatting. Di hari ketiga, entah kenapa kami membahas pernikahan lagi. Ia bilang ingin melangsungkan pernikahan kami pada Agustus. Tentu saja saya terkejut. Hal pertama yang saya tanyakan adalah apa yang membuat ia yakin sama saya, padahal kami baru saja bertemu lagi dan tidak tahu sifat masing-masing saat ini.”

“Dia bilang, dari dulu, walaupun hubungan kami bisa dibilang cinta monyet, ia pernah punya keyakinan bahwa kami akan menikah suatu hari nanti. Walaupun mungkin pada saat itu kami harus putus dan menjalani hidup masing-masing untuk sementara waktu.”

Mendengar hal itu, Gusti pun spontan berkata, “Kalau kamu serius, saya nggak butuh kamu banyak bicara. Datang saja langsung ke orangtua saya.” Sekitar seminggu kemudian, Ryan datang dan menemui orangtua Gusti. Ia langsung membicarakan niatnya yang serius untuk menikahi Gusti.

“Awalnya saya ragu karena menikah kan butuh pertimbangan yang banyak. Tapi, setiap hari Ryan terus berusaha keras meyakinkan saya dalam segala hal tanpa menyerah. Sampai akhirnya segala doa dan keraguan saya terjawab. Allah semakin menunjukkan siapa Ryan dan bagaimana keseriusannya. Saya pun merasa yakin bahwa kami dipertemukan kembali secara tiba-tiba bukan tanpa alasan. Mungkin memang Allah ‘mentakdirkan’ kami untuk bersama kembali,” ujar Gusti tersenyum.

Persiapan Pernikahan

Tidak ada sweet proposal yang dilakukan Ryan untuk melamar Gusti. “Saya tahu ia bukan orang yang romantis,” kata Gusti. Mereka resmi lamaran pada 17 Juni 2017. Meskipun persiapan lamaran sangat singkat, Gusti dan Ryan bersyukur semua berjalan dengan lancar dan sangat mengharukan. “Ada banyak hal yang ia lakukan dan saya nggak pernah menyangka ia bisa menjadi cowok romantis pada hari lamaran itu.”

Selanjutnya, persiapan pernikahan hanya berlangsung kurang lebih 2,5 bulan. Karena waktu yang sangat singkat, mereka sempat kewalahan memilih vendor yang akan digunakan. Gusti bahkan harus berhenti kerja untuk membantu WO mempersiapkan pernikahan.

Untungnya, Gusti dan Ryan memiliki selera yang sama soal tema dan konsep pernikahan. “Kami tidak suka yang ribet dan terkesan mewah. Kami suka yang simple, intimate, dan santai saja. Karena ingin menikah di outdoor, kami memilih konsep simple rustic dengan detail untuk dekorasi didominasi warna putih.”

“Detail dekorasi yang paling mencolok ada pada warna. Saya tidak suka warna cerah dan terkesan feminin. Saya lebih suka warna netral dan gelap. Jadi, saya pilih serba putih untuk dekorasi pernikahan, baik pelaminan, tenda, dan sebagainya. Tentu saja disesuaikan dengan tema rustic.”

Untuk attire, Gusti mengenakan kebaya yang dibuat oleh Kirana Fary. “Kebetulan kami juga masih bersaudara. Beliau adalah kakak sepupu saya. Saya mengatakan ingin mengenakan kebaya yang simple untuk akad dan resepsi. Agar terlihat perbedaannya, saya memilih warna putih untuk akad nikah dengan panduan sunda siger dan warna navy blue untuk resepsi.”

Gusti hanya memberikan beberapa referensi kepada Kirana untuk membuat kebaya yang ia inginkan, baik model maupun warnanya. Meskipun waktu pembuatannya sangat singkat, Kirana berhasil menyiapkan semua sesuai keinginan Gusti.

Top vendors yang direkomendasikan oleh Gusti adalah:

1. Kiki Kusni (Hair Do) dan Kirana Fary (Attire)

“Saya sangat cocok dengan make up Umi. Karena itu, saya sudah pakai sejak acara lamaran, prewedding, hingga pernikahan. Saya suka, baik dengan kepribadian Umi yang sangat ceria maupun hasil make up-nya. Bahkan, pada detik-detik akad nikah pun, ia masih sempat bercanda sambil merias saya karena melihat wajah saya yang tegang. Selain itu, baju pernikahan menjadi hal yang sangat penting bagi semua brides to be dan Teh Kirana membuat baju yang sesuai dengan yang saya inginkan, mulai dair model, warna baju, hingga detailnya sesuai dengan karakter saya.”

2. DAF Decoration

“Saya memiliki pernikahan impian yang simple, tidak dengan dekorasi yang berlebihan, tapi tetap cantik dan elegan. Semua yang saya inginkan diwujudkan Kang Mahe dalam dekorasi pernikahan kami. Warna putih mendominasi hampir 90% dekorasi. Meskipun akad dan resepsi kami di satu area, tetapi di tempat yang berbeda. Dekorasi keduanya sesuai dengan yang kami harapkan. Begitu juga detail yang dibuat Kang Mahe, kami sangat suka dan sesuai dengan karakter kami. Kang Mahe pun sangat ramah menanggapi setiap permintaan detail dekorasi yang kami inginkan.”

3. Nesnumoto

“Tim Nesnu ramah sekali. Walaupun persiapan pernikahan kami sangat singkat, mereka tetap memberikan yang terbaik, mulai dari prewedding, pengajian, dan tentu saja acara pernikahan. Pada saat akad yang penuh dengan ketegangan, tim yang mendokumentasikan selalu saja tidak pernah kehabisan akal menghibur kami, terutama saya yang sudah mulai tegang pada saat mulai dirias. Mereka selalu memotret saya sambil bercanda sehingga menghilangkan ketegangan saya. Pada saat resepsi, mereka pun bisa membangun mood kami yang sudah mulai kelelahan untuk tersenyum dan difoto. Bahkan, saya dan Ryan pun merasa seperti sudah sering bekerja sama dengan mereka karena kami bisa begitu dekat dan bercanda tanpa canggung.”

Momen yang paling berkesan bagi Gusti adalah pada saat akad nikah. Baginya, momen ini terasa sakral dan mengharukan. Mulai dari ijab qabul sampai sungkeman, emosi tumpah ruah. “Rasanya saya nggak bisa mengungkapkan karena semua jadi satu, tegang, bahagia, sedih, haru, dan lega. Selain itu, ini kali kedua saya melihat ayah saya menangis. Yang pertama ketika kakak saya menikah. Padahal, beliau orang yang sangat cuek dan tidak pernah banyak berbicara. Saya sendiri selalu merasa segan terhadap beliau.Tapi, beliau bisa menangis pada saat pernikahan kedua anak perempuannya,” tutup Gusti.

Nah, berikut tips untuk para brides to be dari Gusti:

  • Jangan pernah ragu sama vendor yang sudah dipilih dan disepakati. Menikah memang momen penting sekali seumur hidup. Kamu pasti ingin sempurna dan sesuai seperti yang diinginkan tanpa cacat sedikit pun. Tapi, kalau terlalu khawatir, hal-hal kurang baik justru malah biasanya akan terjadi. Percayalah, semua vendor akan memberikan yang terbaik untuk kliennya.
  • Selalu komunikasikan apa yang diinginkan calon pengantin wanita dan calon pengantin pria untuk meminimalisir adanya ribut yang tidak penting yang biasanya selalu ada saat persiapan pernikahan.
  • Wujudkan pernikahan yang kalian inginkan, baik dari segi tema, konsep, pemilihan warna, dan sebagainya. Saya selalu percaya momen pernikahan yang diwujudkan sesuai yang diimpikan akan terkenang seumur hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *