Sweet Surprise Proposal from Kalvin to Olivia Lazuardy

By Rebebekka on under How To

Vendor That Make This Happened

Marriage Proposal

Photography Morden

Videography Glymps

Marriage Proposal Organizer Wink a Ring

Others Dana Obera (Illustrator)

His 70’s disco wide jeans” itulah kesan yang muncul di benak Olivia Lazuardy kepada Kalvin pada pertemuan pertama mereka. Olivia dan Kalvin diperkenalkan oleh mutual friend mereka di salah satu restoran di Jakarta. Sebagai fashion blogger, Olivia mengaku “gemas” melihat celana yang dikenakan Kalvin saat itu. Keesokan harinya, Olivia menerima pesan yang dikirimkan oleh Kalvin. Lucunya, pesan tersebut tidak seperti pesan basa – basi yang biasanya dikeluarkan oleh pria yang berkenalan dengan wanita di awal perbincangan mereka. Good morning. I have diarrhea from the food we ate last night.” Olivia yang awalnya merasa datar saja terhadap Kalvin, menjadi sedikit tertarik dengannya dan membalas pesan tersebut. Sejak itu mereka menjadi dekat dan berteman dan 6 bulan kemudian mereka memutuskan untuk berpacaran.

Setelah 3 tahun berpacaran, Kalvin memutuskan untuk mengajak Olivia menikah. Kalvin memulai semuanya dengan meminta restu kepada orangtuanya dan mencari cincin. Setelah mendapatkan cincin yang akan diberikan untuk Olivia barulah Kalvin memikirkan bagaimana cara untuk melamar Olivia. Kalvin sendiri mengaku bahwa ia bukanlah tipe pria romantis yang terbiasa melakukan hal – hal manis kepada pasangan.

“Sebenarnya ini dimulai dari making a joke dengan temanku. Jadi ketika ngobrol, dia nanya bagaimana aku akan melamar Olive. Dengan bercanda, aku jawab di runway saat fashion show. Namun ternyata, ucapanku itu terus menempel dipikiranku. Kemudian aku sampaikan ke tim Wink a Ring, ternyata mereka suka and support that idea,” cerita Kalvin.

Wink a Ring sendiri merupakan event organizer yang khusus membantu para grooms to be mewujudkan impian para brides to be. Tentu merupakan impian para wanita untuk dilamar secara manis dan berkesan. Namun seringkali para pria bingung harus memulai dari mana dan bagaimana caranya. Jangankan memikirkan bagaimana detail dan cara untuk melamar kekasihnya, memikirkan how to pop up a question saja sudah membuat mereka pusing dan nervous.  “Awalnya aku lagi curhat sama teman gereja tentang rencana aku untuk propose Olivia. Lalu aku malah dikenalkan dengan tim Wink a Ring dan aku suka sekali dengan jasa dan ide yang mereka sediakan. Aku personally tidak akan bisa pull of the kind of proposal seperti ini kalau bukan dengan bantuan dari tim Wink a Ring. Begitu banyak planning di mana aku sebagai cowok susah untuk tangani. Di sini aku hanya siapkan cincin, sisanya mulai dari tempat, photographer, videographer dan lainnya dipikirkan oleh Wink a Ring.  Mereka punya persiapan benar-benar di luar ekspektasi saya,” jelas Kalvin.

Saat Olivia berangkat ke Singapura untuk mengkuti acara Digital Fashion Week disana, ia tidak sadar jika Kalvin dan tim Wink a Ring juga ikut terbang ke sana. Kalvin mengaku sempat main kucing – kucingan dengan Olivia. “Saat Olivia tanya aku lagi di mana, aku bilang lagi makan sama teman di Senayan. Padahal sebenarnya lagi di Orchard. Untung Olive juga bukan orang yang terlalu kepoh dan kita trust one another,“ kata Kalvin lagi.

Saat fashion show berlangsung, di tengah acara tiba – tiba ditayangkan video berupa ilustrasi gambar yang bercerita tentang hubungan Kalvin dan Olivia dengan backsound suara Kalvin. Awalnya Olivia masih menebak – nebak untuk siapa video tersebut ditujukan. Namun semakin lama ia pun kaget karena video itu ditujukan untuk dirinya. Ia tidak menyangka bahwa Kalvin yang dikira sedang ada di Senayan ternyata berada di sana dan memberinya kejutan termanis dalam hidupnya.

Olivia pun tidak dapat menahan air mata bahagianya. Setelah video berakhir, Kalvin pun keluar dari tempat persembunyiannya. Kalvin mengaku bahwa ia sengaja mempersiapkan speech khsusus sejak sehari sebelumnya.

“Kalau spontan dijamin pasti akan hancur nge-blank. Sebenarnya aku orangnya tidak begitu suka hal-hal yang di spotlight. Dari malam sebelumnya sampai sore hari itu aku masih practice rehearsing my line. Pas di hotel aku rehearse di depan kaca. On the day, I was so nervous that I was on autopilot. Tapi akhirnya, aku merasa bahagia karena aku telah membuat sesuatu yang tepat. Sekarang, aku punya memori yang spesial dengan my wife-to-be. Sampai seterusnya cerita ini bisa kita sampaikan ke anak dan cucu kami nantinya,” cerita Kalvin bahagia.

Olivia juga merasakan kebahagiaan yang sama dengan Kalvin. Sebenarnya sejak awal Olivia sadar bahwa kekasihnya bukan tipe cowok romantis sehingga dia tidak berharap akan adanya proposal yang romantis. “Aku bersyukur sekali ada Wink a Ring yang bantu Kalvin dengan ide dan eksekusinya.  I should say it was a total success. I have no idea Kalvin would propose to me on that day. Couldn’t ask for a better proposal!”  jelas Olivia.

Bagi Wink a Ring, mempersiapkan destination proposal menjadi sebuah realita lengkap dengan detailnya menjadi tantangan tersendiri buat mereka. Di awal mereka harus berkomunikasi dengan penyelenggara acara Digital Fashion Week yang dihadiri Olivia. Kemudian mereka mempersiapkan segalanya dengan matang mulai dari meeting schedule, rundown, run through multimedia, ilustrator pembuat video kejutan hingga fotografer dan videografer yang bertugas mengabadikan momen spesial tersebut.

Menutup pembicaraan, tim Wink a Ring tidak lupa memberikan pesan kepada para pria. (Mungkin kamu bisa memberi kode untuk pacarmu agar membaca pesan ini ya brides) Guys, keep in mind bahwa pasangan anda spesial dan mereka pantas untuk mendapatkan momen yang tidak terlupakan ketika di-propose. Oleh karena itu, jangan takut untuk bermimpi. Tapi ingat, meminta pendapat dari pihak lain juga penting, karena terkadang mereka bisa point out beberapa hal yang kamu mungkin tidak terpikir sebelumnya. Dari Wink a Ring sendiri, kami bertugas untuk menjadi partner para pria dalam mengembangkan ide, perencanaan sekaligus eksekusi proposalnya.”

Shop