Tala: Indoor Prewedding Photo Session of Ratih and Friski

Hal penting yang biasa ditentukan sejak awal saat akan melakukan prosesi pre-wedding, selain konsep, adalah lokasi photoshoot. Umumnya, lokasi untuk pengambilan foto dibagi dua yaitu indoor atau outdoor. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Kali ini The Bride Dept mengulas mengenai indoor pre-wedding bersama tim Tala Photography.

Sebelum menentukan mengenai konsep, lokasi wardrobe atau properti dan lain sebagainya, Tala Photography mengaku selalu berdiskusi dengan pengantin untuk mencari tahu mengenai selera dan cerita dari pasangan tersebut. Dari situ mereka akan menemukan inspirasi dan personality pasangan yang dibangun menjadi konsep photoshoot.

Kemudian The Bride Dept mencoba mencari tahu seperti apa kelebihan pre-wedding di dalam ruangan atau studio. Tala Photography memaparkan bahwa kelebihan utama photoshoot indoor, pertama tentu dari segi kenyamanan. Photoshoot indoor tidak perlu berpanas-panasan sehingga tidak perlu touch up riasan berkali-kali. Selain itu konsepnya bisa dibuat menjadi lebih dramatis karena sering memakai artificial light yang bisa dikontrol oleh photografer. Namun kelemahan indoor photoshoot adalah tidak bisa mengeksplorasi banyak hal seperti layaknya jika foto di luar ruangan atau alam bebas.

“Untuk foto indoor khususnya foto di studio yang bisa ditonjolkan adalah wardrobe yang dipakai, properti yang mendukung penciptaan ambience, dan juga chemistry dari pasangan. Foto studio juga bisa menciptakan hasil yang simple namun sangat bermakna tanpa adanya distraction dari background atau lingkungan seperti pada foto outdoor,” tambah Diny dari Tala.

Untuk membangun chesmistry dan melepas suasana kaku yang biasanya dialami oleh pasangan, Tala team selalu memasang musik dan mengobrol banyak dengan mereka sebelum photoshoot  dimulai. “Kebanyakan dari photo session berakhir dengan hubungan pertemanan yang masih berlanjut hingga sekarang karena quality time yang kami dapat pada saat photoshoot. Quality time ini yang mencairkan suasana sehingga klien nyaman dan percaya pada kami,” ujar Diny. Wah, menyenangkan sekali ya, brides.

Dini juga memberikan masukan bahwa outfit untuk foto indoor tidak terbatas, bebas sesuai kemauan brides to be, bahkan dress panjang sekalipun bisa dipakai. Kombinasi outfit dan make up tergantung pada kreatifitas dan konsep yang disetujui.

Menutup pembicaraan, Diny memberikan tips untuk para brides to be yang akan melakukan pre-wedding dengan konsep indoor, “Untuk melakukan foto indoor atau outdoor sekalipun yang paling penting dilakukan adalah penentuan konsep dan pembuatan moodboard sehingga semua kebutuhan foto bisa disiapkan dengan baik. Lalu khusus untuk foto indoor dengan menggunakan lampu studio, pilihlah MUA yang terbaik karena lampu studio bisa menonjolkan jerawat kecil sekalipun di kamera.”

Demikian ulasan mengenai pre-wedding dengan konsep indoor. Nah, apakah kamu sudah menetukan konsep pre-wedding kamu brides?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *