Cara Mengurus Pernikahan di Gereja Katolik

By Friska R. on under How To

Kebanyakan wanita pasti memiliki pernikahan impian, baik itu dari segi model gaun yang akan dikenakan, adat apa yang dipilih, ataupun tema tertentu yang memang memberikan memori tersendiri bagi mereka. Ada juga calon pengantin yang memiliki mimpi untuk menikah di gereja tertentu. Akan tetapi pernikahan di gereja Katolik tidak bisa dilakukan kapan saja karena ada masa di mana gereja tidak boleh memberikan Sakramen Pernikahan. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui cara mengurus pernikahan di Gereja Katolik. Yuk, simak selengkapnya!

Hari ini, The Bride Dept akan membahas tentang tata cara pengurusan pernikahan di Gereja Katolik yang pastinya akan memudahkan kamu sebelum memasuki proses tersebut.

Daftarkan diri kamu dan pasanganmu untuk ikut Kursus Persiapan Pernikahan

Pernikahan secara Katolik harus dimulai dengan mengikuti kursus pernikahan, biasanya diikuti minimal 6 bulan sebelum pemberkatan pernikahan. Hal yang kamu harus lakukan adalah datang ke salah satu Gereja Katolik dengan membawa

1. Surat Pengantar dari Lingkungan Masing-masing

Jadi apabila kamu berasal dari paroki Gereja Katolik A  dan pasangan kamu berasal dari Paroki  Gereja Katolik yang berbeda , maka kamu harus meminta surat pengantar dari Paroki Gereja masing-masing.

2. Fotokopi Surat Baptis

3. Fotokopi Akte Kelahiran

4. Fotokopi Kartu KK Gereja Katolik masing-masing lingkungan

Petugas gereja akan mencarikan jadwal kursus yang masih available. Setelah mendapatkan jadwal dan lokasi kursus, kamu harus membayarkan biaya pendaftaran  yang biasanya berdasarkan kebijakan masing-masing gereja.

Mengikuti kursus persiapan pernikahan bersama pasanganmu

Pada umumnya kursus akan dilakukan selama tiga hari pada akhir pekan. Materi dari kursus tersebut seputar tentang pengenalan diri, ekonomi, sex, kehidupan berkeluarga, dan perencanaan masa depan. Setelah kamu mengikuti kursus ini, kamu akan mendapatkan sertifikat yang nantinya harus kamu bawa ke Gereja pada saat mendaftarkan pernikahan kamu.

Mendaftarkan diri untuk penyelidikan Kanonik

Langkah selanjutnya setelah kamu mengikuti kursus adalah pendaftaran diri untuk Penyelidikan Kanonik. Jangan takut dengan kata penyelidikan, karena ini hanya berupa wawancara dengan pastor/ romo mengenai kesiapan kedua calon pengantin untuk memasuki tahap pernikahan yang sesungguhnya. . Biasanya sang pastor/romo akan bertanya mengenai kesiapan batin dan mental masing-masing pasangan dalam memasuki kehidupan rumah tangga.

Oh ya, jangan lupa membawa dokumen-dokumen berikut ya:

  1. Surat pengantar dari lingkungan masing-masing (asli)
  2. Surat baptis yang sudah diperbarui minimal 6 bulan sebelumnya (asli)
  3. Fotokopi sertifikat Kursus Persiapan Pernikahan. Jangan lupa bawa yang asli ya untuk diperlihatkan kepada petugas gereja
  4. Fotokopi Kartu KK Gereja Katolik dari masing-masing lingkungan
  5. Fotokopi akte kelahiran calon pengantin
  6. Fotokopi KTP calon pengantin
  7. Pas photo berdampingan 4×6 sebanyak 4 lembar (pria harus di sebelah kanan ya)

Untuk kamu yang memiliki pasangan non-Katolik, kamu harus menyediakan 2 saksi pada saat penyelidikan Kanonik. Saksi tersebut harus benar-benar mengenal calon pengantin non-Katolik agar bisa menjelaskan bahwa orang tersebut belum pernah menikah dan tidak sedang terkena halangan menikah atau halangan-halangan pernikahan lainnya.

Untuk pasangan yang sama-sama beragama Katolik, maka Kursus Persiapan Pernikahan dan Penyelidikan Kanonik akan mengikuti paroki calon pengantin wanita. Akan tetapi jika kedua mempelai ingin diberkati di Gereja yang bukan asal dari masing-masing, maka dibutuhkan surat pengantar dari Kepala Pastor Paroki setempat agar bisa “numpang” nikah di gereja yang dipilih.

Pada saat pendaftaran Penyelidikan Kanonik, kamu bisa langsung mendaftarkan untuk catatan sipil. Nantinya petugas gereja akan membantu kamu dalam hal ini. Surat-surat yang harus kamu bawa adalah

  1. Fotokopi surat baptis terbaru dan fotokopi surat nikah gereja
  2. Fotokopi Akte Kelahiran
  3. Fotokopi KTP
  4. Fotokopi Kartu Keluarga yang dilegalisir oleh kelurahan
  5. Fotokopi Surat Keterangan Menikah dari kelurahan
  6. Foto Calon Mempelai berdampingan 4×6 sebanyak 5 lembar
  7. Fotokopi KTP Saksi Perkawinan

Pendaftaran tanggal pernikahan

Pendaftaran tanggal pernikahan ini bisa dilakukan pada saat kamu mendaftarkan Kursus Persiapan Pernikahan. Hal lain yang perlu diingat adalah kebanyakan Gereja Katolik tidak menerima pemberkatan pernikahan pada masa Advent dan Prapaskah. One of our readers, Lusia, harus merelakan mimpinya untuk menikah di Gereja Katedral Jakarta karena perihal masa-masa blackout Gereja. So brides, jangan lupa untuk melakukan research mengenai jadwal yang available.

Membayar biaya kepada pengurus Gereja

Biaya yang dikeluarkan variatif tergantung dari kebijakan masing-masing gereja. Biaya wajib yang harus dikeluarkan adalah biaya listrik dan air conditioner. Lalu juga ada biaya persembahan pada saat misa berlangsung berupa buah,  bunga, dan bunga persembahan untuk di Goa Maria.

Biasanya untuk penambahan dekorasi di dalam Gereja/ Chapel harus mengikuti peraturan Gereja yang ada. Selain itu umumnya Gereja juga memiliki dekorator yang telah ditunjuk jika ingin memberikan dekorasi tambahan. Namun ini bersifat optional karena akan ada biaya – biaya tambahan lainnya , tergantung dari permintaan calon pengantin.

Nah, setelah mengurus semuanya, jangan lupa juga untuk mencetak buku misa yang nantinya akan digunakan pada saat pemberkatan kamu. Buku misa tersebut harus disetujui oleh romo/ pastor yang akan memberkati kamu dan pasanganmu. Hal ini disebabkan adanya peraturan baru dalam pemilihan lagu-lagu gereja yang akan mengiringi pemberkatan pernikahanmu. Bagi pasangan-pasangan yang ingin menikah di Bali, pemberkatannya wajib dilaksanakan di gereja Katolik yang berlokasi di Bali.

Good luck brides-to-be on your preparation!

Check Out The Vendor

Comments

Lizzie Parra

Jangan lupa buku misa isinya harus disetujui dulu sama romo paroki tempat pemberkatannya. Krn sejak tahun 2013 ada peraturan baru yang ga memperbolehkan penggunaan lagu2 sekuler. Dan kalau katolik HARUS menikah di gereja katolik, jd kalau di Bali ga boleh lg si chapel2 :)

Reply

Lizzie Parra

Jangan lupa buku misa isinya harus disetujui dulu sama romo paroki tempat pemberkatannya. Krn sejak tahun 2013 ada peraturan baru yang ga memperbolehkan penggunaan lagu2 sekuler. Dan kalau katolik HARUS menikah di gereja katolik, jd kalau di Bali ga boleh lg si chapel2 :)

Reply

Septia Risadyla

Bagaimana dengan persiapan pernikahan umat katolik dan kristen protestan yg dilakukan di gereja katolik?

Reply

Septia Risadyla

Bagaimana dengan persiapan pernikahan umat katolik dan kristen protestan yg dilakukan di gereja katolik?

Reply

Angela aprina putri

Menikah bagi orang katolik yang mempunyai pasangan non katholik, tetap harus di gereja Katholik. Dengan procedure yg sudah dijelaskan di atas.
Yg kemarin sy dengar dari penjelasan di gereja, menikah di luar gereja katholik bagi seorang katholik, pernikahan tersebut dianggep tidak sah. Dan tidak diperkenankan bagi orang katolik tersebut menerima komuni kembali sebelum dia melakukan pembaharuan janji nikah di Gereja Katholik.

Sbenernya di gereja Katolik yg paling flexible, bisa menikah dgn agama apa saja tanpa mengharuskan pasangan tersebut memiliki agama yg sama. Di gereja lain (non PGI) mengharuskan malah harus nikah dengan jemaat dari gereja tersebut, telah di baptis sesuai ajaran gereja tersebut.

Reply

Bowo

Kalo pasangan qt muslim geto gmn y..tolong mnta penjelasannya

Reply

lukasjalu

silakan mengurus di sekretariat paroki. tata caranya sama dengan yang di atas, hanya ditambah mengajukan dispensasi nikah beda agama. syaratnya asalkan yang muslim mau menikah di gereja dengan tata cara agama katolik.

kemudian sewaktu pemeriksaan kanonik pasangan akan ditanya tentang halangan nikah seperti masih terikat tali pernikahan atau tidak dsb.

saya sarankan mengurusnya 3 bulan sebelum hari H, karena surat ijin dari keuskupan biasanya butuh waktu kurang lebih 1-2 bulan.

nanti pasangan yang muslim tidak harus menjadi katolik kok. salam

Reply
Jbrightnessa

Jbrightnessa

ada yang tau tata caramengurus pernikahan di GKI?

Reply

Maria25

Hi all, ada yang punya buku panduan nikah bilingual? Kebetulan camiku wna dan lbh mudah utk kita kalo bilingual. Tolong kalo ada yg punya, kirim ke emailku mariayasintha26@gmail.com
Thanks alot :)

Reply

Yohana Fransiska Lily

Dear Septia Risadyla,

Untuk persiapan perkawinan beda gereja (Katolik dgn Kristen Protestan)
semua sama seperti yang di tulis oleh Mbak Friska.
Perbedaannya dari segi Pemberkatan dan Tata Laksana Liturginya.
Jika ada yang mau di bantu dapat menghubungi saya: yohanafransiskalily@gmail.com

Thanks

Reply

Leonardo Sihombing

Oh iya ada yg punya buku missanya ngak, kalau ada yg punya tolong di share ya ,,,

Reply

Ariza

Saya ada file buku misa pemberkatan pernikahan. Waktu saya menikah kemarin buku misa nya saya beri lampiran bbrp doa2. Romo dan para undangan saya suka. Kalau mau saya beri copy annya. Ia email. Email saya ariza_sari@yahoo.com

Reply

Robin

Minta tolong diemail ya Mas.. Makasi Mas..

Reply

ariza puspitasari

alamat emailnya dimana ya?

Reply

Sis budi warsito

Tolong emailkan saya juga yaa. warsito.sisbudi@yahoo.com

Reply

puspaita

boleh tau…..wkt pemberkatan nikah di gereja hbs biaya brp ? denger2 kok bisa mpe 5-10jt..? apa bnr begitu sist/bro? thx seblmnya ….☺

Reply

ariza puspitasari

saya waktu menikah di gereja Kepanjen Surabaya tidak sampai 2 juta malah, itu tergantung dari ketentuan tiap gereja kok

Reply

lukasjalu

tempat saya hanya 200 ribu. tapi belum termasuk bunga altar.

Reply

Engjell

Boleh share gak? Ke email aku : engjellianilim@yahoo.com
Thanks

Reply

Emiliana

Saya ingin memilikinya untuk anak saya yg akan menerima skramen perkawinan bolehkan di iemail kpd saya tk

Reply

Dionisius Aldo

Permisi kak, saya jg mau. Email saya: aldodrm90@gmail.com

Reply

anggit

boss dikirim contoh buku misa nya kh? thx

Reply

anggit

andreasanggit@ymail.com

Reply

bowookas

aku juga mau

Reply

Rully

Mas, saya mau donk email buku misa pernikahannya.
lagi cari2 buat persiapan pernikahan saya nih mas.
ini email saya alsetiawan.ars@gmail.com
makasi ya mas.

Reply

Angelia

Saya mau juga ya. Tolong e-mail di angeliahapsari@gmail.com thanks ya!

Reply

Angelia

Saya mau juga ya. Tolong e-mail di angeliahapsari@gmail.com thanks ya! :)

Reply

cynthia irene

Boleh share ga ya buku misa nya, alamat email saya cynthia.irene01@gmail.com thanks ya

Reply

Ariza

Maaf sebelumnya saya jarang sekali membuka the bride dept ini jadi yang meminta copy an buku pernikahan bisa lsg email ke saya

Reply

Hezt

Minta tolong diemailkan , @hezt_chynx@yahoo.co.id trmaksh..

Reply

Prisilla

hiii mba/mas…

bolehkah minta di share juga buku misa nya..
moira_costania@yahoo.co.id

Thankk youuu…

Reply

Yosephin

Email k alamatku y mbak..
Yosephinlinda@gmail.com
Makasih

Reply

hety

mas bisa email kan ke email saya hetyratnasanjaya@gmail.com

Reply

Winna Tiar

aku mau dong mas file buku misa pemberkatan pernikahannya..
untuk referensi saya,..
Terima kasih..

Reply

ariza

minta tlg dishare ke email saya ya andreassalmon@rocketmail.com..makasih sblumnya..Gbu

Reply

kristovorus remond

mohon saya jg di share di alamat kris_remond@yahoo.com..

terima kasih.. Tuhan memberkati

Reply

Miur sidauruk

Mnt tolong di emailkan jg mas ke saya.
Miursidauruk@gmail.com

Reply

Lia

mbak saya boleh minta ? emailkan ke liamagdalena@ymail.com, terimakasih sebelumnya mbak. Tuhan memberkati.

Reply

jasmine10

halo Mas Ariza . Bisa minta juga contoh file buku Misa Pemberkatan Pernikahan nya untuk referensi saya :)
tolong dikirim ke : jasminetania10@yahoo.co.id

Terima kasih sebelumnya :)

Reply

jasmine10

Halo aku baru nih di TheBrideDept . Mau tanya biasa nunggu jadwal Kanonik berapa lama yah dari masukin berkas2 ? soalnya kemarin kata orang sekretariat Gereja ku bisa satu bulan baru dapat jadwal kanonik dari masuknya surat2 . Mohon infonya yah guys. Terima kasih

Reply

maria

saya mau info buku misanya dunk share d email mariakristiyanti3@gmail.com

Reply

Hendrik

kalo boleh saya minta dikirim jg dong buku misa pemberkatannya kak, makasih kak
ke emailku ya hendrikuslistyarto@gmail.com

Reply

Vissia poppy

Hello… Bole minta d kirim ke vissiapoppy@gmail.com thanks

Reply

Yohana Fransiska Lily

Dear Bpk. Leonardo Sihombing,

Teks Perayaan Ekaristi dapat bapak minta di sekretariat paroki. Saat ini teks misa yang beredar adalah teks dengan TPE lama…
Untuk perayaan terbaru harus sesuai dengan tata cara TPE baru yang sudah di setujui di KWI. Tetapi tetap harus di acc oleh Pastor yang akan memberikan pemberkatan.
Jika bapak membutuhkan jasa bantuannya untuk proses pembuatan teksnya dapat menghubungi saya di yohanafransiskalily@gmail.com

Terima kasih

Reply

dani

Kalau mengurus kursus dan sebagainya 3 bulan sebelum merid bisa nggak y?

Reply

LIly

Dear Pak Dani,

Untuk waktu sebetulnya jika dibilang cukup atau tidak cukup tergantung Pak.
Tetapi alangkah baiknya jika dipersiapkan dengan waktu yang longgar agar tidak tergesa gesa dan jadinya babak belur..

Salam

Reply

lukasjalu

tiap paroki memiliki kebijakan masing-masing, untuk sertifikat kursus pernikahan ada yang berlaku 3-6 bulan, jadi silahkan tanya gereja anda.

3 bulan itu idealnya, anda mau mengurus 1-2 bulan sebelumnya bisa saja, tetapi pasti tergesa-gesa karena banyak hal yang harus diurus.

Reply

Olivia wijaya

Kalau pernikahan dengan islam ? Gimana
Tapi pasangan yang islam mau masuk katholik caranya gimana ya?

Reply

prof.x

tentu lebih panjang lg proses nya, kl mau masuk katholik mesti ikut katekumen alias pengajaran kira2 setahun, absen tdk boleh lebih dari brp kali, setelah selesai ya ujian, kl tdk lulus ujian atau absen nya melebihi batas ya ngulang lagi dari awal

Reply

LIly

Betul sekali.., prosesnya memang lebih panjang.
Tetapi ada baiknya silahkan datang ke Paroki setempat, dan berbicara dengan bagian sekretariat minta dihubungkan ke seksi katekis…, dan ikuti petunjuknya.

Semoga dapat membantu

Reply

Wijaya

Bagaiamna dgn persiapan pernikahan umat hindu sama katolik gimana..?

Reply

LIly

Dear Bapak Wijaya terkasih,

Saya bantu jawab sedikit,

Perkawinan campur beda gereja (seorang baptis Katolik menikah dengan seorang baptis non-Katolik) perkawinan ini membutuhkan ijin. Perkawinan campur beda agama (seorang dibaptis Katolik menikah dengan seorang yang tidak dibaptis) untuk sahnya dibutuhkan dispensasi.

Dispensasi ini diperlukannya penyelidikan terhadap kedua pasang calon pengantin dan saksi dari kedua belah pihak melalui Pastor Paroki.

Semoga dapat membantu. atau selanjutnya dapat menghubungi saya di email: yohanafransiskalily@gmail.com

Reply

Willia

Tolong jelasin ke saya kalo pernikahan islam dengan katolik gimana? Krn beda agama sudah pasti peraturan dan syaratnya tidak sama dg yg diataskan?

Reply

Lily

Saya bantu jawab sedikit,

Perkawinan campur beda gereja (seorang baptis Katolik menikah dengan seorang baptis non-Katolik) perkawinan ini membutuhkan ijin. Perkawinan campur beda agama (seorang dibaptis Katolik menikah dengan seorang yang tidak dibaptis) untuk sahnya dibutuhkan dispensasi.

Dispensasi ini diperlukannya penyelidikan terhadap kedua pasang calon pengantin dan saksi dari kedua belah pihak melalui Pastor Paroki.

Semoga dapat membantu. atau selanjutnya dapat menghubungi saya di email: yohanafransiskalily@gmail.com

Reply

livie joseph saiging

Shallom..
Aku sudah menikah secara sivil dengan non-Katolik (BuddisT) dan punya anak 2, aku ingin menikah di gereja, bagaimana caranya? Untuk makluman, sebelum menikah dulu, ada mengikuti kursus perkahwinan, apa sijil itu masih boleh diguna atau kursus lagi….
– AKU RINDU KOMUNI….

Reply

Febri

Juli kemarin sy bru ikut kursus persiapan pernikahan (kpp) di katedral. Wktu itu ada pasangan muda, yg cwe katolik n suami nya budha. Mrka cerita klo mereka nikah scra budha, akibatny si cwe yg katolik tdk bisa menerima komuni. Utk dpt kembali terima komuni, pasangan tsb hrs ikut kpp dlu n pembaharuan janji nikah secara katolik.

Reply

Regina

Q juga mengalami hal yang sama.
Rindu komuni dan mau ngajak suami bertemu pastor untuk nanya gimana caranya

Reply

citachesar

bu livie,
apa boleh saya minta kontak emailnya? ada hal yg ingin saya tanyakan. terima kasih sebelumnya :)

Reply

livie joseph saiging

Maaf baru ja q melihat.
Terima kasih.

Reply

fisan

Mau tanya bgmn tata cara pembaharuan nikah. Saya menikah dgn kristen di gereja kristen dan dibaptis lg di kristen ttp panggilan jiwa saya tetap ke katolik jd saya kembali ke gereja katolik.

Reply

Ariza

Kalau tidak salah anda harus ketemu romo lagi untuk pengakuan dosa. Karena dulu ibu saya seperti anda juga. Beliau harus mengaku dosa terlebih dahulu dan harus melakukan bberapa doa dan pelayanan yang diberika. Romo.

Reply

Wida

Shallom ,
Saya Mau bertanya ,. Sblm menikah Saya Sdh menjelaskan kalau berkeluarga sy tdk ingin ada prinsip yg berbeda, Dan Klo berbeda lbh baik jgn dilanjutkan untUK menghindari Hal yg tdk baik. Istri Saya tadinya katolik Dan akhirnya pindah ke kristen bersama Saya, stlah 1 tahun berjalan akhirnya ingin kmbali ke katolik gmn mnrut bpk/Ibu Dan lg Kita br d karuniakan Anak,. sy tdk ingin bilamana beribadah tidak bersama yg satu kemana yg satu kesini karna Saya ingin beribadah bersama d dpn Tuhan Yesus

Reply

LIly

Sdr Fisan yang baik, terimakasih atas kesediaan berbagi
pengalaman pergulatan imanmu. Perlu kamu ketahui dan selalu ingat bahwa pembaptisan dalam Gereja Katolik adalah meterai rohani yang tidak pernah hilang,
maka entah kamu pindah beragama Budha, Islam, Hindu, Kristen selama beberapa tahun, tidak menghilangkan meterai rohani itu.
Oleh karena itu, kamu tidak mesti dibaptis kembali, tetapi
cukup mengakui iman katolikmu kembali secara public (di depan umum) Nah arti secara publik adalah setidaknya
di hadapan saksi resmi (imam) dan dua orang saksi awam yang lain, mirip seperti kamu dahulu menikah di KUA. Biasanya mengucapkan syahadat para rasul dengan tulus ikhlas dan penuh cinta. Pengungkapan iman di muka umum ini dilaksanakan bersamaan dengan pembaruan janji perkawinan menurut tatacara Gereja katolik, yaitu perkawinan beda agama yang diurus dengan mengikuti hukum Gereja Katolik.
Dengan perkawinan campur beda agama ini, kamu tetap katolik sedang pasanganmu tetap Kristen dan perkawinan kalian resmi.
Dengan pembaruan perkawinan ini, kamu dapat memenuhi kewajibanmu sebagai pengikut Kristus dalam Gereja Katolik dengan menerima Komuni.

Maka secara praktis yang harus dilakukan:
1. Datangi sekretariat paroki. Kemudian minta janji ketemu dengan Pastor Paroki untuk konsultasi perkawinan.
2. Ajak pasangan untuk menghadap pastor untuk membicarakan pembaruan perkawinan dengan perkawinan beda agama. Biasanya, kamu akan diminta untuk melakukan kursus perkawinan di Gereja.

Semoga dapat membantu.

Reply

kresensia Hiang

15 tahun yg lalu saya menikah dengan suami yg bukan seorang katolik (kong hu cu). Pernikahan kami diberkati di gereja. Tapi pemberkatan dilakukan sebelum ikut kursus persiapan perkawinan. Karna jadwal kursus bulan november sedangkan saya menikah bulan september.
Setekah pemberkatan saya tidak mengikuti kursus. Dan waktu saya meminta surat nikah gereja, tidak diberi pihak gereja, alasannya hrs ikut kursus dulu.
Waktu berjalan, setelah pernikahan berjalan 7-8 bulan, akhirnya kami mengurus akte perkawinan dengan bamtuan calo. Karna saya tidak tahu prosedur harus ada surat nikah gereja. Setelah akte nikah keluar, ternyata dalam akte tersebut tercantum saya nikah secara budha.
Yg ingin saya tanyakan apa yg dapat saya lakukan untuk meluruskan bahwa saya nikah secara katolik bukan budha.
Sampai saat ini saya tetap seorang katolik, dan anak2 saya juga dibabtis secara katolik, tetapi suami belum katolik.
Terimakasih atas jawabannya.

Reply
Friska R.

Friska R.

Halo Kresensia, mungkin hal seperti ini dapat ditanyakan ke paroki terdekat. Thank you

Reply

LIly

Dear Ibu Kresensia,

Waduh.. sudah 15thn perkawinan yang sangat panjang….
Alasan yang diberikan oleh sekretariat gereja sudah benar, karena sebagai salah satu syarat untuk menikah di gereja katolik harus mengikuti KPP terlebih dahulu,
malah seharusnya tidak dapat pemberkataan jika belum KPP. Biasanya saya akan menyarankan untuk mencari gereja wilayah lain untuk menumpang KPP.
Ibu bisa cari tahu info jadwal KPP disemua gereja katolik ada.

Dan untuk akte perkawinan, pastinya dikeluarkan dengan pernikahan non katolik, karena surat dari gereja tidak keluar. Sedangkan untuk membuat akte perkawinan katolik harus ada surat dari gereja. Kita harus hati hati, saat ini banyak sekali akte palsu yang beredar.

Saran saya, ibu harus kembali ke paroki dan ikuti petunjuknya… Ibu datang ke sekretariat dan berikan penjelasan, karena mungkin petugas sekretariat sudah berganti petugas, mengingat sudah 15thn yg lalu.
Setelah itu jangan menggunakan jasa CALO.

semoga dapat membantu.

Reply

citachesar

ibu kresensia,
apa boleh saya minta kontak emailnya? ada hal yg ingin saya tanyakan. terima kasih sblmnya :)

Reply

Vincentius Erwin Prasetya

Bagaimana prosedur yg benar untuk mengurus pernikahan di paroki lain? kami berdua berasal dari paroki yg sama sebut saja paroki A. namun kami berkehendak untuk menikah di paroki B. bagaimanakah prosedur yg benar untuk mengurus hal tersebut. kami pernah menanyakan ke masing2 paroki dan ternyata jawaban yg kami terima berbeda dan bertolak belakang. langkah apa yg harus kami lakukan, menimbang waktu yg sudah semakin sedikit ini. terimakasih.

Reply

Lily

Dear Bpk Vincent,

Saya coba bantu jawab sedikit.
Mksd bapak berarti menikah dengan numpang gereja paroki lain.
Prosedurnya sebetulnya sama saja.. mungkin hanya penyampaiannya yang berbeda.
Tapi intinya, bapak harus mendaptkan surat pengantar dari paroki asal bapak yang memberitahukan bahwa bapak adalah warga umat paroki tersebut. Kemudian surat izin memberikan deligasi kepada pastor lain yang memberikan pemberkatan.

Semoga dapat membantu
Jika ada yang kurang jelas silahkan email saya: yohana.fransiska.lily@gmail.com

Reply

Febz

Siang bpk/ibu.
Ada yg bisa bantu jawab.
Kalau yg beragama Protestan ingin menikah di Gereja Kathedral apakah bisa ??
Soalnya impian bgt menikah di Gereja Kathedral :(
Thanks

Reply

Lily

Dear Bpk/Ibu Febz,

Saya coba bantu jawab,
Untuk masalah bisa atau tidak, tergantung dari jadwal tanggal menikahnya apakah sudah terisi oleh warga umat Paroki katedral atau belum. Dan yang harus diingat adalah, umat paroki masing masing gereja pastinya menjadi prioritas utama bagi parokinya. Sehingga, kita yang umat paroki lain, disarankan agar dpt menikah di parokinya masing masing.

Semoga dapat membantu.

Reply

hieronimus budi

dear…
saya sudah kanonik. calon istri beda agama. selama proses kanonik ada satu persyaratan yg tidak saya lampirkan yaitu KK katolik. kerena KK tersebut ada di sekretariat paroki sewaktu mengurus surat domisili lingkungan utk keperluan KPP ( KPP di paroki lain). sedangkan berkas kanonik sudah romo serahkan ke sekretariat.apa yang harus saya lakukan. terima kasih

Reply

Narendratomo

hallo pak hieroninus budi, boleh minta sharing ceritanya kah?

Reply

Yoshi

Saya mau tanya , calon suami saya WNA agama katolik , jadi apa aja persiapan nya yang dibutuhin ??

Reply

Valentina

Mau tanya dong KK gereja sama KK keluarga beda ya? Thx. Gbu

Reply

Lily

Dear Mbak Valentina,

KK gereja dengan KK yang dikeluarkan oleh pemerintah berbeda. Keduanya sama artinya Kartu Keluarga.
KK Gereja dikeluarkan oleh paroki setempat yang menandakan bahwa mbak adalah warga di paroki tersebut, beserta anggota lain yang katolik.
Sedangkan KK pemerintah dikeluarkan dari Kelurahan setempat.

Semoga dapat membantu.
Salam kasih
YOHANA FRANSISKA LILY

Reply

Laurensia Septi

Dear Mbak Lily…
Saya mempunyai teman, dia sudah kpp , teman saya sudah memenuhi segala syarat”nya hanya saja KK Katolik trsbut belum terpenuhi karena sebagian kecil orang yg tau dan mengerti apa itu KK Katolik. Dan waktu ia bertanya kpda romo perihal KK Katolik trsbt beliau berkata bisa di tolerir jika KK Katolik tidak ada. Akan tetapi perihal KK Katolik trsbt sbagian orng tidak mengerti, yg ingin saya tanyakan apakah bisa mengurus pernikahan ini tanpa KK Katolik ? Karena teman saya seakan terkatung katung perihal kpp trsbt. Terima Kasih, tuhan memberkati

Reply

lukasjalu

di paroki saya tidak diminta KK Katolik, bahkan sepertinya tidak ada.

Reply

Henri

Kl pasangan ada di kota yg beda, apa bisa ikut kpp di dua paroki yg beda?

Reply

mateus sutarko

Salam Bu Lily,
Saya mau menikah dengan pasangan beda agama ( muslim ), sekarang dalam proses KPP, kami berdomisili di Jakarta rencana nikah di Jawa Tengah, bagaimana proses pengurusan ke catatan sipilnya, dan bisakah dicatatkan di Jakarta?
Terima kasih jawabannya.

Reply

gitta

Dear ibu lily,

Sy beragama katholik dan pasangan beragama buddha. Kami berencana untk menikah secara katholik, dan saya ingin menerima komuni pada saat pemberkatan perkawinan sy nanti (pasangan tidak menerima komuni)
Tetapi pasangan sy tidak pindah agama menjadi katholik.
Yg ingin sy tanyakan, apakah ibu tau gereja mana yg memberikan komuni bagi pasangan berbeda agama? Karena sy pernah menanyakan di paroki sy, tp tidak diijinkan untk pernikahan beda agama.

Tolong informasinya ya bu.. Terima kasih.. :)

Reply

lukasjalu

pengalaman saya, yang bisa dilayani komuni adalah yang kedua mempelainya dibaptis secara sah (dengan air dan rumusan Tritunggal).

Jadi pernikahan beda gereja seperti katolik dengan kristen protestan (PGI) biasanya bisa menerima komuni. Sedangkan pernikahan dengan non-kristen atau kristen tapi teologinya tidak diakui gereja katolik biasanya hanya pemberkatan saja.

Reply

kiki cavallero

syaloom,
mohon maaf.saya mau tanya, apakah benar bahwa pernikahan umat katolik dan non katolik di haruskan untuk menandatangani surat pernyataan yg berbunyi “anak-anak harus di baptis dan di didik secara katolik”?

terima kasih. Tuhan memberkati

Reply

lukasjalu

tidak persis seperti itu kalimatnya. intinya mengusahakan pembaptisan dan pendidikan anak secara katolik. tapi kalau memang kita sudah berusaha sekuat tenaga tetapi anak tidak menjadi katolik, kita tidak berdosa kok.

Reply

Purwa Setyaningsih Yulia

Bagaimana apabila calon mempelai bertugas di daerah yang berbeda, apakah kursus pernikahan dapat dilaksanakan masing2 calon mempelai di daerah yg berbeda?

Reply

Risma

Dear Bu Lilly,

Saya beragama katolik,dan akan menikah dengan pasangan saya yang beragama kristen (GKJW) tapi dulunya pasangan saya ini sudah pernah menikah juga dengan yang beragama katolik dan sudah pernah mengikuti Kpp,tapi pernikahan itu kandas. Yang saya tanyakan, bagaimana caranya supaya saya dapat menikah dengan pasangan saya tersebut??apakah gereja katolik mengizinkan umatnya untuk dapat menikah dengan seseorang yang sudah pernah menikah?? Mohon saya dibantu sharenya. Thx

Reply

lukasjalu

pengurusannya cukup rumit terlebih pasangan pernah menikah secara katolik walaupun dia protestan. ini termasuk halangan menikah karena berpegang prinsip tidak terceraikan.

untuk mengurusnya bisa konsultasi ke paroki atau kalau buntu di paroki silahkan ke keuskupan.

nanti akan diperiksa tribunal gereja oleh hakim gereja, butuh waktu yang cukup panjang untuk memutuskan boleh menikah lagi atau tidak (surat juga dilaporkan ke vatikan juga, harus ada persetujuan Paus katanya).

jangan pernah putus asa dan selalu berdoa. BD

Reply

yudhaerla

bagaimana jika pasangan saya adalah masih calon katholik..jika dia merencanakan baptis di tahun ini kira kira berapa lama interval dia untuk menerima komuni pertama Dan krisma.. ada kabar gereja tidak mau mengesahkan pernikahan jika calon mempelai belum krisma… saya minta agar pasangan saya menjadi katholik dulu sebelum nikah karena saya ingin menikah secara katholik dgn katholik bukan katolik dgn non katholik.. mohon pencerahan trimakasih Tuhan memberkati..

Reply

Sanjaya

Shalom,

Saya dan pasangan berencana menikah, dimana pasangan saya sudah meyiapkan segala berkas dari parokinya di jakarta. Sementara saya sendiri masih proses pelengkapan berkas, cuma saya disini tidak memiliki KK Gereja sebagai salah satu syaratnya dikarenakan di keluarga saya hanya saya yang katholik. Untuk hal tersebut bagaimana saya harus menanggapinya, saya sendiri kurang terlalu paham untuk pembuatan KK Gereja ini apalagi pembuatannya harus disertai lampiran fotocopy surat keterangan menikah gereja. Apakah dapat ditoleransi untuk KK Gereja tersebut ?? Lalu, akankah KK tersebut dapat menghambat atau bahkan membatalkan rencana kami menikah ??

Mohon dijelaskan perihal kendala tersebut, terima kasih.
-JBU-

Reply

Lisa

Halo, sekedar sharing..
Kalo boleh saranin, coba contact dulu dengan ketua lingkungan km. Soalnya saya juga mirip2 sikon nya dgn km, di keluarga saya jg cm sy & adik yg katolik. Jadi di KK Gereja Katolik saya, saya yg menjadi kepala keluarga (bukan ortu sy).

Hope it helps.

Reply

christina

saya juga memiliki masalah yang sama karna tentang KK katolik.
krna keluarga saya sudah pecah orang tua berpisah dan mereka sudah memiliki keluarga sendiri dan beragama non katolik.
2tahun lgi saya berncana menikah dengan pasangan saya seorang katolik juga.
mohon info nya supaya saat kami mempersiapkan nya kami tau harus bagaimna

Reply

Niken

Hi… Mohon informasi prosedur numpang nikah di Katedral. Saya Dan pasangan katolik tapi pasangan saya WNA. Thanks

Reply

Lisa

Hi, mohon bantuan & input nya ya
kl saya & pasangan sama2 katolik, tp wktu itu saya baptis dewasa di luar indonesia. apa ttp perlu surat baptis yang diperabaharui? atau gmn yah?

Reply

Agatha

Maaf saya mau tanya.. Saya baru dibabtis secara katolik desember kemarin.. Dan merencanakan ingin menikah dgn pasangan yg katolik jg.. Kami pasangan beda kota.. Bisakah kami menikah hanya dlm waktu 2-3bln kedepan? Sedangkan tdi dijelaskan bahwa hrs mengikuti kpp minimal 6bln? Mohon bantuannya.. Thx

Reply

lavatig

Halo, mohon informasinya apakah bisa menikah di Kathedral Jakarta apabila saya dan calon suami saya dua-duanya beragama Kristen Protestan?
Terimakasih.

Reply

tika

Halo, sy mau tanya sy dlu pernah menikah di gereja katholik (sesama katolik) tp kandas. Lalu sy menikah lg dg pasangan sy skrg (sesama katholik) tp di gereja kristen. Tp hanya numpang nikah sj. Sehari2 kami tetap ke gereja katholik. Kata nya kami tdk boleh terima komuni. Apa yg harus km lakukan supaya kami bisa terima komuni
trims mohon infonya

Reply

gem

hi bu tika. ikut prihatin atas kondisi pernikahan pertama yg tidak berhasil. perihal ‘tidak boleh ikut komuni’ adalah spt ‘hukuman umum’ thd perceraian / pelanggaran menikah ulang yg sebenarnya tidak boleh terjadi pada katolik yang pernah menikah secara katolik. Adapun pada katolik ada 1 konsep semacam ‘dispensasi/pengecualian’… yaitu ‘pembatalan pernikahan’/’annulment'(bisa dicek saja di google/ dan mungkin di web2 katolik agar tidak salah kaprah) dan juga coba dikonsultasikan ke paroki/sekertariat setempat. Syarat2 dikabulkanya permohonan ‘anulment/pembatalan pernikahan’ dsb macam2 tapi ada proses pengajuan, pemeriksaan / pelaporan saksi, dan pengapporval (diapprove atau ditolak).. bbrp “hal/penyebab umum” yg bisa/layak diajukan menjadi dalil minat ‘anullmet’ antar lain, jika “kita” adalah pihak korban, dan pasangan ktia misalnay ‘kabur/ hlang'(entah kemana), atau pasngan lama suka main KDRT/kekerasan/sakti jiwa parah dan mengganggu keamana keluarga, atau saat nikah dulu ada ‘unsur terpaksa/paksaan/tipu2/terjebak bayar hutang/dsb’, atau ternyata ada aspek2 penyelewengan (PIL/WIL) dari pasangan lama , sudah kita ingatkan dan keluarga ingatkan berkali2.. tapi tetap bandel… tapi kita tetap setia samapi saat perceraian sipil… (tapi mhn dipastikan bukan malah kita nay lho yg nyeleweng, alias kita yg jahat, si pasangan kita itu yg korban “ketidakadilan”…) ..intinya jika kita mengajukan ‘anulment’ kitanya harus “di pihak korban”, ‘bukti/dalilnya harus jelas/kuat’ (alasan perceraian secara duniawi umum tidak bertanggunjawab yaitu sekedar “yg lama ndka cocok, yg baru lebih cocok” sudah pasti akan ditolak mentah2). Apapun penyebanya kegagalan pernikahan pertama itu rahasia anda dan si petugas2 gereja yg nanti anda ajukan anulment tadi… surat pernyataan/keasksian dari pendeta/gereja kristen yg bersedianmenikahkan kalian sbg pasanga baru tadi bsia dimasukkan sebagai ‘barang bukti’pastinay pak pendeta sdh ada pertimbangan saat meluluskan permohonan anda menikah ulang dong… kiranay sharing diatas dari kami sekedar bagi informasi/ilmu yg pernah kami pelajar sebagai orang biasa, adapun scr pribadi/personal kami hanya bisa ucapkan salam sukses semoga keluarga baru yg saat ini anda jalani bisa langgeng sampai akhir… dan monggo silahkan mengajukan usulan kami diatas..jika kiranya dinggap ‘valid’ seharusnya akan diberikna dispensasi/dikabulkan.

Reply

Juna

Bapak
jika seorang wanita sudah pernah berhubungan badan dengan calon suaminya sebelum menikah, apakah bisa menggunakan waring nikah saat pemberkatan pernikahan atau tidak?.
Terima kasih.

Reply

Ambar

Selamat siang,saya mau tanya saya sudah menjalankan KPP pda bulan juli kemarin dan skg tinggal menunggu surat dari dispensasi dari keuskupan turun,kebetulan saya menikah campuran jadi pasangan saya islam,mau tnya biasanya berapa lama ya surat dispensasi itu turun dari keuskupan soalnya sudah 1 bulan dan sya mrencanakan menikah pada bulan november tgl 12, terimakasih ?

Reply

Louis Naura

Mohon sarannya..teman saya (wanita) berencana menikah dengan pacar saya yg Katolik..kluarga teman saya setuju asalkan menikah di KUA dulu setelah itu pembaruan janji di gereja Katolik..tetapi pihak pria tidak mau..dia tetap minta menikah di gereja Katolik..syarat apa saja yg harus siapkan untuk menikah di gereja karena orang tua teman saya tidak merestui dan mengancam menghalangi administrasi nya..

Reply

Louis Naura

Mohon maaf koreksi maksudnya teman saya akan menikah dengan pacarnya yg Katolik..
Apakah tidak adanya Restu dari orang tua pihak wanita bisa menghalangi pernikahan.. (usia teman saya 28 tahun)

Reply

ardi

Kak…bagaimana klo seandai nya pekerja luar kota atau di laut otomatis waktu dan tempat nya tidak bisa di prediksi dengan tepat dan hendak menikah…sementara kursus nya selama 6 bulan…ada kah keringanan tertentu utk hal ini??? Atau peraturan itu wajib dan tdk boleh d ganggu gugat lagi??? Atau semacam dispensasi??

Reply

Olien

Sy bantu jawab ya..
Kursusnya bukan 6 bulan, biasanya dipadatkan hanya 3 hari saja pas weekend. Sekurang2nya 6 bulan sebelum menikah, tp pengalaman sy KPP, ada juga pasangan yg mw menikah 1 bulan setelah KPP tergantung pastor dan gerejanya jadwalnya kosong atau tidak.
KPP bisa dilakukan dimana saja (di paroki mana saja di luar paroki asal) dan bisa dilakukan sendiri2 (tdk bersama2/bareng pasangan) tp syarat ttp sama yaitu 1. Surat baptis diperbaharui 2. Surat keterangan dr paroki asal 3. Kk katolik 4. FC KTP 5. FC akte lahir 4. Pas foto.
Biasanya tiap paroki punya jadwal KPP berbeda, tanya saja ke gereja terdekat, cari jadwal dan segera ijin cuti

Reply

anastasia ariati

Terima kasih infonya…sangat bermanfaat..semoga semuanya lancar untuk pengurusan pernikahan saya nanti..karena kami beda paroki dan keuskupan……thanks a lot….Berkah Dalem.

Reply

Elisabeth

Halo,
Mau tanya, sy dan pasangan rncna menikah bulan september. Sy di Sby,calon di Bekasi. Sy baru pindah ikut ka2k sy sehingga blm kenal sapa2 di lingkungan, hanya ke gereja paroki tiap minggu. Nah ketika sy mau mengurus kk lingkungan, sy menghubungi Bpk KaLing, sy jelaskan bhwa sy baru pindah dan tnyt scra tdk terencana sy dilamar. Tnyt KaLing menolak utk memberikan surat keterangan dgn alasan semua umat hrs dpt dipertanggungjawabkan scra administratif dan keaktifan lingkungan, akan dipertnykan jika tb2 ada umat yg minta surat dr lingkungan tp tdk prnh aktif sblmnya. Sy paham mksd baik gereja, tp knp ditolak mentah2 oleh KaLing? Utk kasus seperti ini bagaimana ya? Krn sy jd tdk bs mendftarkan perkawinan tnpa ttd KaLing dan KaWil.

Reply

handoko

Saya mau tanya, saya baptis dewasa ketakumen, jadi nama d kk katholik dan surat baptis berbeda dengan akte kelahiran dan ktp, krna ada penambahan nama, apakah bisa?
Trims,

Reply

maria septiana

Boleh minta tolong dikirim panduan pernikahanya mas. Maria.septiana35@gmail.com. terima kasih

Reply

Willy

Mohon maaf mau numpang tanya,

Kalau saya dan pasangan mau menikah di Bali, sedangkan kami berasal dari Jakarta step” nya bagaimana yah?

Harus ke gereja di Bali dulu kah atau bagaimana?

Mohon bantuannya, boleh juga di email ke:

Willysandidelima@yahoo.com

Thanks a lot and God Bless

Reply