Tata Cara Pernikahan Batak

By Rebebekka on under How To

“Bek, ini bagaimana cara salam pengantinnya ya? Banyak banget tamunya dan kenapa yang harus disalam juga banyak ya?”
“Ini acaranya sampe jam berapa ya? Kok ga selesai – selesai nari tor – tor nya?”

“Itu ulos sampe berkarung – karung gitu buat siapa saja ya?”

Begitu biasanya pertanyaan yang sering dilontarkan teman-teman saya yang baru pertama kali datang ke acara pernikahan adat Batak. Saya yang orang Batak hanya tersenyum saja mendengar semua pertanyaan teman saya. Sedari kecil saya sudah terbiasa ikut bersama orang tua saya ke acara adat batak, dan memang benar di setiap acara adat batak terutama pernikahan pastilah ramai, banyak orang dan lama sekali. Acara pernikahan biasanya dimulai sejak pukul tujuh pagi saat penjemputan CPW hingga bisa sampai malam hari di gedung adat dan masih berlanjut sampai di rumah CPP
Orangtua saya pernah mengatakan bahwa pernikahan Batak itu bukan hanya mengawinkan pria dan wanita nya saya namun juga mengawinkan semua pihak keluarga dari masing-masing marga ayah dan ibu.
Saya sendiri menikah dengan orang Batak dan saya masih ingat betapa panjang dan serunya setiap tahapan dalam pernikahan saya. Saat ini pesta pernikahan Batak sudah dibuat lebih simple tahapannya dibandingkan jaman dahulu. Berikut tahapannya tata cara pernikahan Batak:
Marhori – hori dinding

Ini merupakan tahap awal ketika CPP dan CPW sudah yakin memutuskan untuk menikah. Pada waktu itu sebelum acara marhori-hori dinding, sebelumnya suami saya telah “meminta” saya kepada orang tua saya. Namun pada waktu itu kami harus melakukannya via Skype karena suami saya masih bekerja di Korea. Tahap selanjutnya adalah pihak keluarga lelaki meminang saya melalui utusannya dalam acara marhori-hori dinding. Acara ini hanya dihadiri oleh keluarga inti saja. Apabila dari pihak CPW sudah setuju untuk dipinang maka pembicaraan akan berlanjut mengenai pesta adat, seperti akan dilaksanakan kapan, dimana dan oleh pihak siapa. Saat itu bisa juga membicarakan jumlah maharta sinamot atau mas kawin yang akan diserahkan oleh CPP. Sinamot dahulu dikenal sebagai “uang beli” dari CPP sebagai ganti kepada orangtua yang telah membesarkan CPW. Akan tetapi saat ini keberadaan sinamot hanya sebagai simbol saja.

Marhusip

Marhusip dalam bahasa batak secara harfiah berarti berbisik – bisik. Di sini pihak keluarga pria sudah melamar secara resmi dan membawa jumlah keluarga yang lebih banyak daripada saat marhori – hori dinding. Keluarga CPP biasanya membawa makanan berupa pinahan lobu atau babi atau bisa juga sapi yang diatur di atas nampan dan pihak perempuan akan menyiapkan dekke atau ikan mas arsik.

Pada saat marhusip, masing – masing keluarga duduk berhadap – hadapan dan diwakilkan oleh raja parhata (perwakilan). Raja parhata masing – masing marga dari CPP dan CPW akan saling berbalasan pantun dan dimulailah acara melamar sang wanita.  Setelah rampung pembicaraan dan telah terjadi kesepakatan mengenai pesta adat dan sinamot, CPP dan CPW akan dipertemukan. Saya masih ingat dulu saya dan suami diberikan uang “ingot – ingot” yang diletakkan di atas beras. Uang ini harus kami simpan sebagai pengingat kami untuk pesta adat berikutnya.

Martupol

Setelah lamaran maka dilangsungkan lah pertunangan di gereja atau di lembaga agama. Pada saat ini biasanya dilakukan pertukaran cincin, namun ada pula yang melakukan pertukaran cincin pada saat pemberkatan. Masing – masing pihak juga membawa saksi untuk menandatangani perjanjian pra nikah. Pendeta kemudian akan bertanya kepada seluruh jemaat “apakah di antara jemaat ada yang keberatan dengan pernikahan ini?”. Jika ada maka pernikahan tersebut dapat ditunda bahkan dibatalkan. Saya sendiri sempat deg-degan saat Martupol karena mantan saya hadir pada saat acara martumpol hehe.

Kemudian rencana pernikahan akan diumumkan di gereja masing-masing selama dua minggu berturut – turut, jika tidak ada gugatan dari pihak manapun maka pernikahan boleh dilangsungkan. Setelah acara martumpol, di hari yang sama, masing-masing pihak keluarga mengadakan acara martonggo raja yaitu membicarakan masalah – masalah teknis saat pesta adat nanti.

Pesta adat atau Ulaon unjuk

Dimulai sejak pagi hari dimana keluarga pria menjemput CPW atau disebut marsibuhai buhai. CPP menyerahkan bunga kepada CPW dan dilanjutkan dengan sarapan dan doa bersama. Setelah itu menuju ke gereja untuk pemberkatan. Sehabis pemberkatan, semua berangkat menuju gedung adat.

Jika pada acara pernikahan umumnya di panggung yang berdiri hanyalah pengantin dan orangtua, tidak bagi orang batak. Kakek, nenek, paman dan saudara laki-laki yang sudah menikah akan turut serta duduk di panggung, itu sebabnya banyak sekali yang harus disalami oleh para tamu.

Acara yang paling penting pada saat pesat ini adalah penyerahan ulos. Orang batak mempercayai bahwa ulos adalah sebagai saluran berkat. Bukan hanya pengantin yang diberikan ulos akan tetapi kerabat lainnya dari pihak pria juga diberikan ulos. Biasanya sambil mengulosi, mereka menari terlebih dahulu dan ditutup dengan kata – kata atau wejangan. Hal inilah yang menyebabkan acara adat berlangsung cukup lama. Yang paling menguras air mata adalah ketika orangtua CPW mengulosi pengantin sambil menyanyikan lagu batak yang berjudul “borhat ma da inang” yang berarti orangtua telah mengikhlaskan anaknya untuk “berangkat” ke kehidupan selanjutnya bersama sang suami.

Buat saya sendiri, yang paling seru pada saat acara adat adalah ketika pihak pengantin pria memberi kesempatan kepada pengantin wanita untuk mengambil sejumlah tumpak yang ada di dalam bakul. Tumpak adalah hadiah daripada tamu dan kerabat berupa uang dimasukan ke dalam amplop. Sebelumnya saya sudah diwanti – wanti oleh orangtua saya agar pada saat mengambil tumpak  hanya dengan satu tangan dan secukupnya saja. Mereka bilang apabila kita mengambil dengan dua tangan bisa diartikan bahwa kita memiliki sifat yang tamak dan rakus. Karena pada saat pengambilan tumpak tersebut kita dilihat oleh ratusan tamu, jadi ambil secukupnya saja sambil berdoa walaupun amplopnya sedikit namun isinya banyak. Lumayan kan buat jajan saat honeymoon hehe. Acara adat bisa berlangsung hingga malam hari sampai penyerahan ulos nya selesai dan ditutup dengan doa.  Setelah pesta adat di gedung berakhir, CPW akan dibawa menuju rumah CPP

Tapi acara pun tidak selesai sampai situ saja. Sebelum masuk ke rumah, pengantin akan disambut dengan lemparan beras dan teriakan “horas!” dari para keluarga sebagai simbol berkat pengantin di kehidupan pernikahannya. Jangan lupa juga untuk menyiapkan sepatah dua patah kata – kata, karena saat di rumah CPP nantinya pengantin akan diminta untuk “mandok hata” atau memberi kata sambutan. Waktu itu sih saya cukup nervous karena saya hanya sendirian di keluarga baru saya tersebut. Ucapkan terima kasih kepada sang mertua dan kerabat suami, katakan bahwa kalian senang sekali menjadi bagian dari keluarga mereka.

Kira-kira begitulah proses pernikahan asat batak yang sudah dibuat secara simple. Repot, lama tetapi heboh, seru dan menyenangkan. Adakah pertanyaan lagi mengenai pernikahan adat Batak? Tulis di comment section dibawah ya!

 

Check Out The Vendor

Comments

Anda gendut

Mantaf mak tulisannya, bisa lbh detail lg kyknya atau ditambahin kisah2 lucu selama prosesi itu, misalnya pengalaman dari teman batak lain.

Keep writing mak!

Reply
Rebebekka

Rebebekka

Lol! Makasih anda genduuut.. Semoga dapet jodoh cewe batak yaaa

Reply

Jue

Saya parno dinikahkan dgn adat Batak krn sy merasa seolah2 akan dipisahkan dari keluarga saya, terutama org tua. Sementara calon pasangan dan keluarganya meminta adat dijalankan sepertj pemaparan penulis. Aduh, sulit sekali mengatasi katakutan yg mungkin kurang realistis ini.

Reply
Rebebekka

Rebebekka

I feel you dear.. Waktu nikah dulu inget banget saat pesta adat lgsg ditempatkan di bagian keluarga marga suami dan keluarga kita ada di seberang kita…. Trus selesai acara langsung dibawa ke keluarga suami sendirian.. Maklum lah adat batak masih kental patrilianisme nya (beberapa) … Tp pinter2nya kita bawa diri aja dear.. :)

Reply

Divi Kusuma

senang sekalii baca postingan ini,minimal saya jadi tau gambaran pernikahan adat batak.Sedikit cerita saya ini orang jawa,tapi karena calon suami saya orang batak,jadi semua prosesi pernikahannya pake adat batak..
masih ada waktu 2 bulan,semoga cukup buat belajar gimana the day nya besok..hehe

thanks dear :)

Reply

Herza Godlyva V A

mau tanya dong, kalo buat resepsi adat batak modern perayaannya gmn ya? mungkin bisa di bales lgsg ke email hehe lagi nyari2 referensi niih

Reply

bojank

Mohon pencerahannya… saya suku sunda saya benar benar tidak tau dan tidak mengerti tentang tata cara adat batak…
Dan yang sya alami sekarang saya mau meminang pacar saya orang batak toba beragama kristen. Sedangkan sya suku sunda muslim… minta tolong pencerahannya saranya dan tata caranya agar kami bisa bersatu dengan pacar saya satu atap dan satu keyakinan dengan saya.. namu kondisi saat ini orang tua pacar saya sama sekali tidak memeberikan izin restu kepada kami… oke terima kasih tolong pencerahannya yah

Reply

Felicia

Terimakasih buat info ini.. kebetulan ak dekat sm cowok batak.. aku sendiri keturunan chiness.. yg aku mau nanya, kalau cowoknya batak, trus nikahnya nanti juga pakai adat batak, apa biaya di tanggung oleh pihak cowok atau sama2 dari pihak cowok maupun cewek(chines).. krn kalau dr adat kami, dari cowok yang mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan.. mohon penjelasannya.. kalau boleh via email saja ya mbak.. makasih mbak :)

Reply

Sonnie Wahyu

saya orang jawa (sebenarnya ayah jawa ibu batak) tp ayah saya memilih tidak di adatkan sehingga tidak punya marga. nah kebetulan pacar saya sekarang orang batak (dan keluarganya menginginkan menggunakan adat batak saat pernikahan). bagaimana prosesinya??

Reply

James juntak

Tulisannya sangat menjdi berkat hehe, jk Tuhan berknan saya hendak mlangsungkn pernikahn dengn suku tionghoa, deg deg ser juga. terutama dia harus “diadopsi” menjadi boru batak …

Reply

Felicia

Hi James.. salam kenal yh :) .. wah kebetulan skli kt bs share di sini.. kan km rencananya nikah sm cwek chiness nih, kita kebalikan hehe.. aku sm cwok batak.. boleh share yah soal adat2 batak itu spt apa saja? Apa mengenai pernikahan itu semua persiapan dr pihak pria atau ada beberapa persiapan yg harus dr pihak cwek juga? Makasih yah James :) Krn klo Tuhan brkenan kami menikah, dr pihak pria meminta pernikahan dg adat batak, jd apakah persiapan itu dipersiapkan oleh pihak pria? Krn jujur aku sm sekali ndak tau soal adat2 pernikahan batak.. makasih James :)

Reply

arinda.p

Hi Felicia, kita sudah pernah membahas mengenai tata cara pernikahan Batak lho! Bisa dibaca disini ya: http://thebridedept.com/tata-cara-pernikahan-batak/

Reply

indah

Hi kak,, thanks ya, setelah membaca postingan ini, sedikit membantu saya untuk memahami acara pernikahan dengan adat batak. hanya ada beberapa hal yang membedakan dengan yang sedang saya alami saat ini. Ada rencana menikah dengan CPP nya suku batak dalam waktu dekat hanya saja saya tidak menggunakan adat pemberian marga karena saya dari suku yang berbeda ( menurut informasi biaya untuk memberikan marga tersebut mahal) sehingga dibuat pemberkatan nikah di gereja dan dilanjutkan resepsi pernikahan. apakah ada adat yang digunakan selama acara pernikahan kami nantinya jika saya belum diberikan marga batak seperti mangulosi atau bagaimana bentuk adatnya yang sebenarnya?
Mohon penjelasannya ya kak kalau boleh via Email saja.
Terimakasih

Reply

Hotbin YS

Kami abang adik ada 6 orang laki2..saya yang ke 5 dan belum menikah..abang saya yg paling tua akan menikahkan borunya dengan adat Batak.Pertanyaan saya bolehkah saya mangulosi boru abang saya nanti di pestanya? Jika boleh ulos apa namanya dan jika tidak boleh krn belum menikah apa yang sebaiknya saya berikan kepada boru abang tersebut yg tentunya juga adalah “boruku”….Horas…Mauliate.

Reply

Lola

Hai kak…
Mau tanya, bagaimana ya cara menghitung budget pesta pernikahan, saat menikah di kampung /Halaman rumah. Dan CPP pernah berkata, supaya aq dr pihak wanita juga mesti membantu biaya dikarenakan dalam pernikahan adat batak bkn cm pria yg menikah tp wanita nya jg. Menurut kaka etiskah ini?

Reply

Ruth Novita

Mau tanya, saya dari suku jawa dan pasangan saya batak, dan rencananya kami mau bwt pernikahan adat dan saya mau di beri boru/marga. Kira2 bisa gk ya dirincikan pengeluaran biaya seluruh dan proses acaranya spy kami bs siapkan hal tsb by email saja. Tks ya

Reply

Veni Apriyani siregar

Hmmm lumayan dapat inspirasi…
Saya akan berencana nikah tahun ini yah tepatnya di pertengahan tahun,Doakan ya… Hehehe
Btw tumpak itu sebenarnya buat siapa ya akhirnya? Trs Mandom hatta pas di pihak laki2 itu pake bahasa Batak atau Indonesia…Secara saya bahasa Batak ya masih marpasir2…#malu

Reply

Yane

Dear Kak,
Kalau saya mau menjelaskan ke ortu saya (cina jawa), mengapa jika nanti menikah dengan cwo batak, harus dengan adat batak juga ya? Dan mengapa saya harus diberi marga?
Padahal kami sudah kristen lahir baru dua2nya, apakah tidak cukup hanya pemberkatan di gereja saja ya?
Thanks infonya Kak

Reply