Tata Cara Pernikahan Gereja Protestan

By Rebebekka on under How To

Seperti kita ketahui umat Protestan melakukan pemberkatan nikah mereka di gereja. Namun walaupun sama-sama sebagai umat Protestan, kadangkala kedua pengantin tidak terdaftar di gereja yang sama. Pernikahan tetap dapat dilaksanakan di salah satu gereja pilihan pengantin. Jika pernikahan beda gereja terjadi, biasanya pihak gereja akan meminta surat keterangan penitipan pemberkatan kepada gereja asal si pengantin. Lalu bagaimana dengan dokumen – dokumen lainnya dan juga syarat pengurusan pernikahan di gereja Protestan. Simak persyaratan dari empat gereja besar sebagai berikut. ya brides!

GKI (Gereja Kristen Indonesia)

– Mengisi formulir pendaftaran pernikahan.

– Menyerahkan dokumen kepada gereja antara lain:

1. foto kedua calon pengantin yang diserahkan satu minggu sebelum pewartaan,

2. surat baptis,

3. surat sidi, dan

4. surat keterangan sudah ikut bina pra-nikah.

– Jika salah satu calon pengantin bukan warga jemaat GKI, maka wajib menyerahkan surat keterangan tidak pernah mendapatkan pemberkatan nikah dari gereja asalnya.

HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)

– Mendaftar kepada sekretariat gereja minimal 6 bulan sebelum hari H.

– Mengisi formulir perjanjian nikah.

– Konseling pra-nikah kepada pimpinan jemaat (Uluan ni huria).

– Mengurus catatan sipil dengan dokumen sebagai berikut:

1. fotokopi KK dan KTP yang telah dilegalisir dari kelurahan,

2. fotokopi akta lahir,

3. fotokopi surat baptis,

4. fotokopi surat sidi, dan

5. pas foto berdampingan 4×6 dengan format landscape.

– Menyerahkan berkas perjanjian nikah kepada gereja. Lalu pada saat ini calon pengantin akan menerima buku acara partumpolon.

– Pihak gereja mengumumkan tanggal pernikahan melalui warta jemaat sebanyak dua kali selama dua minggu berturut-turut.

– Partumpolon dilaksanakan di gereja. Pada acara partumpolon ini pendeta akan menanyakan apakah ada keberatan dari pihak jemaat mengenai rencana pernikahan. Jika tidak ada yang mengajukan keberatan maka pernikahan dapat dilaksanakan.

GPIB (Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat)

– Mendaftarkan pernikahan di kantor majelis jemaat paling lambat 2 bulan sebelum pelaksanaan pemberkatan pernikahan.

– Menyerahkan sejumlah dokumen, diantaranya:

1. fotokopi akta kelahiran,

2. fotokopi surat baptis,

3. fotokopi surat sidi,

4. fotokopi sertifikat pra-nikah,

5. fotokopi KTP dan KK yang dilegalisir kelurahan,

6. fotokopi KTP saksi, dan

7. pasfoto berdampingan ukuran 3×4 (2 lembar); 4×6 (5 lembar).

8. Khusus untuk yang berwarga negara asing (WNA) : fotokopi Paspor, fotokopi KITAS (kalau bekerja di Indonesia), fotokopi Akta Kelahiran, Surat Izin Kedutaan Asli (diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah).

GKJ (Gereja Kristen Jawa)

– Calon pengantin mengajukan permohonan kepada majelis gereja dengan mengisi formulir yang telah disediakan oleh majelis gereja selambat-lambatnya 3 tiga bulan sebelum pernikahan.

– Calon pengantin menyerahkan dokumen, berupa:

1. berkas asli dan fotokopi surat baptis,

2. berkas asli dan fotokopi surat sidi,

3. sertifikat pemberkatan dari gereja tempat pemberkatan nikah diadakan,

4. Kartu Anggota Jemaat (KAJ) Gereja,

5. surat keterangan belum menikah dari RT/RW masing-masing,

6. berkas asli dan fotokopi KTP,

7. berkas asli dan fotokopi KK,

8. berkas asli dan fotokopi akta kelahiran,

9. akta pernikahan orang tua,

10. akta kematian apabila orang tua sudah meninggal, dan

11. foto berdampingan ukuran 4×6, posisi pria di sebelah kanan wanita (10 lembar).

– Calon pengantin wajib mengikuti katekisasi pra-nikah dan percakapan gerejawi.

– Rencana pernikahan diwartakan dalam kebaktian selama dua minggu berturut-turut.

– Setelah  diwartakan, jika tidak ada keberatan yang dari pihak mana pun maka pernikahan dapat dilaksanakan dengan menggunakan pertelaan yang berlaku di Sinode GKJ.

Semua syarat dan dokumen yang wajib kita penuhi ke gereja sangat mudah kok, brides! Yang paling terpenting dalam merencanakan pemberkatan di gereja adalah memastikan tidak adanya keberatan dari pihak mana pun akan pernikahan kalian berdua. Jika ada satu saja pihak yang mengajukan keberatan kepada gereja, maka pernikahan kalian bisa di undur atau tidak bisa dilaksanakan sama sekali.

Good luck brides to be on your preparation!

×