The Beatles Themed Wedding Reception

By Friska R. on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Plataran Cilandak

Event Styling & Decor Daun-daun Decoration

Photography Dua Ritme

Bride's Attire Rumah Kebaya Angky Mauluddin

Make Up Artist Ancha Ady

Catering Tjobian

Wedding Organizer Artea Organizer

Wedding Entertainment The Banery

Beberapa waktu lalu, The Bride Dept pernah memuat pernikahan dengan tema Star Wars. Pernikahan tersebut memang meninggalkan kesan kepada team kami dan membuat kami ingin meliput lebih banyak lagi pernikahan dengan konsep yang unik dan menarik.

Hari ini, The Bride Dept pun akan meliput pernikahan antara Henry dan Dece yang memilih konsep The Beatles di hari bahagia mereka. Detail-detail yang sangat cantik di pernikahan ini berhasil membuat kami terkagum-kagum. Yuk simak ceritanya.

Boleh diceritakan sedikit mengenai kalian berdua? Seperti kenalan di mana? Pacaran berapa lama?

Kita bertemu pertama kali di tahun 2011, waktu itu kita dikenalkan oleh housemate-nya Henry yang juga teman kantor aku. Karena kita sama-sama “Beatlefreak” atau fans berat The Beatles, kita ngobrolnya nyambung. Setelah itu, kita jadi sering jalan bareng dan tidak lama sesudah itu kita berpacaran. Anehnya kita jadian di tanggal 8 Desember, di mana orang-orang memperingati hari meninggalnya John Lennon, vokasi The Beatles yang sangat legendaris. Total kita pacaran kira-kira 2 tahun, nggak pake lama haha.

Bagaimana cari Henry melamar Dece? Apakah ada proposal romantis?

Wah, kita dua-duanya nggak ada yang romantis nih. Kita langsung mutusin saja mau serius atau tidak dan langsung nentuin tanggal. Nggak ada acara romantic proposal haha.

Pernikahan kamu unik banget karena menggunakan konsep The Beatles. Boleh diceritakan bagaimana kamu bisa come up with that idea?

Konsep ini muncul karena kita memang Beatlefreak dan memang masing-masing dari kita sudah memiliki impian untuk menikah dengan tema The Beatles. Kebetulan impian itu bisa diwujudkan karena pas ketemu orang yang cocok hehe. Sepertinya selain Beatlefreak, kita juga termasuk orang-orang salah zaman karena kita suka banget dengan musik lama tahun 40-an hingga 80-an. Kita juga doyan banget koleksi barang-barang antik, jadi makin pas deh kalau memilih tema The Beatles untuk pernikahan. Intinya, aku dan Henry ingin pernikahan kita itu mencerminkan kepribadian kita berdua.

Berapa lama kamu mempersiapkan pernikahan ini ?

Persiapan pernikahan ini cuma sekitar 5 bulan. Kita yang nentuin semuanya, mulai dari konsep acaranya hingga detail-detailnya.

Apa saja unsur-unsur The Beatles yang kalian masukan ke pernikahan kalian?

Karena kita Beatlefreak, hampir semua unsur The Beatles kita ikut sertakan hehe. Mulai dari band tributes-nya yaitu The Banery, koleksi pribadi kita yang berbau The Beatles, seperti gitar Rickenbaker, poster, mainan, kaset, buku, dan printilan lainnya. Untuk souvenir-nya, kita bikin sendiri tote bag dengan design quotes dari masing-masing personel The Beatles, sedangkan undangan kita berbentuk piringan hitam dengan cover salah satu album The Beatles, yaitu Revolver. Henry sendiri yang mendesain ulang cover itu, kebetulan Henry merupakan team creative dari salah satu advertising agency di Jakarta.

Photobooth di pernikahan kita juga dengan konsep The Beatles lho, kita sendiri yang bikin propertinya. Agar suasana The Beatles makin terasa, kita memberikan dresscode kepada tamu kita, yaitu berpakaian ala tahun 60an.

Apa kesulitannya sih menggunakan konsep pernikahan The Beatles? Bagaimana dengan izin orang tua?

Untungnya, kami tidak memiliki kesulitan dalam membuat pernikahan dengan konsep seperti ini karena semua pihak sangat mendukung, justru mereka excited banget dengan pernikahan dengan konsep The Beatles ini. Kalau dari orang tua sih, mereka cuma ingin akad nikah di pagi harinya dengan adat Sunda, tetapi untuk resepsinya diserahkan semua ke aku dan Henry. Lagian orang tuaku dan Henry sepertinya sudah maklum karena kita sangat suka The Beatles hehehe.

Apa yang menjadi highlight dari pernikahan kamu? Adakah cerita lucu dan memorable yang mau di share?

Yang paling berkesan di resepsi wedding kita adalah ketika kita berdua turun dari pelaminan untuk nyanyi bareng The Banery di atas panggung. Henry juga memainkan lagu Something buat aku dan lagu Twist and Shout untuk mengajak tamu untuk twist dance di depan panggung.

Siapa top vendors pilihan kamu? Kenapa?

  1. Artea Organizer

Mereka benar-benar ngurusin semua keperluan kita dari A sampai Z secara profesional, kita punya konsep yang berbeda dan Artea bisa bantu mewujudkannya. Walaupun ini pertama kalinya Artea mengurus wedding dengan tema The Beatles. semua barang dan properti kita benar-benar dijaga dengan baik. Bahkan mereka mau jadi ojek payung pas resepsi karena tiba-tiba hujan.

  1. The Banery

Ini salah satu band tribute The Beatles yang paling bagus dan kita sudah lama incar The Banery untuk main di wedding kita. Mereka profesional banget dan semuanya ramah. Semua lagu pilihan kita bisa mereka mainin dengan baik.

  1. Daun-daun Decoration

Tante Mince dari Daun-daun decoration ternyata juga suka The Beatles dan segala yang berbau vintage, beliau langsung ngerti dan kebayang bakal gimana jadinya untuk menghidupkan suasana 60s. Bahkan pelaminannya khusus didesain untuk kita dan itu beda dari yang lain dengan menggunakan koper-koper dan properti jadul koleksi pribadinya.

  1. Tjobian

Karena semua makanannya nggak ada yang nggak enak, perfecto di lidah! Semua tamu dan keluarga sangat puas dengan semua hidangannya.

Tips yang ingin di-share ke pembaca The Bride Dept dalam mempersiapkan pernikahannya, especially yang menginginkan pernikahan dengan tema tertentu?

Kalo pengen punya konsep sendiri dan cukup berbeda dari yang biasanya, kita harus benar-benar ikut terlibat dalam proses persiapannya. Pilih vendor yang bisa men-deliver apa yang kita inginkan untuk mewujudkan wedding dengan tema yang berbeda tersebut.