The Engagement of Ayudia and Ditto

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Nama Ayudia Bing Slamet memang tidaklah asing di telinga kita. Bagaimana tidak? Namanya sudah terkenal sejak ia membintangi beberapa film produksi dalam negeri. Beberapa waktu yang lalu, Ayudia pun memasuki tahap pertama menuju pernikahan, yaitu lamaran. The Bride Dept pun mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Ayudia. Yuk kita simak!

Hi Ayudia, congrats on your engagement! Boleh diceritakan mengenai kamu dan pasangan?

Aku ketemu sama Ditto tahun 2002, waktu itu kita satu sekolah pas SMP. Kita juga sekelas sewaktu kelas 1 dan satu ekstrakurikuler musik (satu band). Ternyata kami merasa cocok satu sama lain dan jadi teman dekat. Kebetulan kami juga satu SMA sehingga kami sahabatan terus sampai sekarang. Hubungan kami benar-benar dekat, jadi tempat curhat tentang pacar-pacar terdahulu. Pokoknya Ditto itu teman terdekat aku dan juga teman bercandaan paling dodol hahaha.

Wah lucu juga ya! Bagaimana cara Ditto mengajak kamu menikah?

Ditto ngelamar aku kocak banget! Dia bukan tipe cowok yang flamboyan jadi kaku banget pas ngajak nikahnya. Pas dia bilang “Mau gak nikah sama gue?”, dia malah nggak makein cincinnya ke aku tapi malah dikasih sama tempat-tempatnya. Plus pas box cincinnya aku buka, posisinya kebalik (cincinnya di atas). Walaupun begitu, menurutku Ditto sudah romantis banget karena setelah perjalanan panjang ternyata kita memang saling menyayangi satu sama lain.

Apa konsep dari acara lamaran kamu? Adakah warna tertentu yang mendominasi?

Lamaranku ini tidak ada konsep sama sekali. Aku pengennya semua dilakukan secara sederhana dan khidmat. Jadi acara lamaran ini dilakukan di rumah, tidak ada dekor khusus supaya ga lupa dengan esensi hari tersebut, yaitu dilamar, perkenalan keluarga, dan meminta restu dari Allah. Oh ya, selain itu having fun haha!

Apakah kamu mengusung adat tertentu di acara lamaran ini?

Tidak ada adat apapun. Kita cuma pakai batik dan kebaya karena itu cara berpakaian resmi ala Indonesia. Manis banget jadinya!

Apa yang menjadi highlight dari acara lamaran ini? Apakah ada cerita lucu atau memorable yang ingin di-share?

Lebih ke Ditto sih, dia ngelamar aku dengan pidato mesra yang dia sudah bikin beberapa hari sebelumnya. Pokoknya dia ngelamar gombal banget karena selain pidato, dia juga ngeluarin kata-kata gombal yang dangdut banget hehe.

Untuk acara lamaran ini, kamu makeup sendiri ya? Boleh dikasih tau alasannya kenapa?

Karena aku suka banget dandan! Hahaha. Awalnya sih mungkin karena aku bisa dandan jadi aku mikirnya kenapa harus pakai MUA. Aku juga lebih senang dandan sendiri karena aku tau kadar naturalnya wajahku sendiri jadi nggak bakal cakey atau pecah-pecah bedaknya. Jadi hasilnya nggak bakal medok, malahan jadinya glowing seperti no makeup look gitu hehe.

Tips untuk para pembaca The Bride Dept yang juga sedang mempersiapkan acara lamarannya?

Tipsnya adalah pastiin berapa orang yang datang dengan rumah/venuenya. Karena apabila tempatnya kurang besar, maka acaranya bisa terlihat kurang enak. Terus jangan karena lamaran jadi nggak ada rundown, biar nggak bingung dan jelas rangkaian acaranya.

×