Tips Membuka Tabungan Bersama Pasangan

Lazimnya di Indonesia, pernikahan dibiayai oleh orangtua. Siapa yang memberikan porsi lebih besar antara keluarga laki – laki atau perempuan merupakan kesepakatan dari kedua belah keluarga. Namun sekarang ini, banyak diantara calon pengantin yang tidak ingin orangtuanya terbebani oleh biaya pernikahan. Oleh karena itu mereka berjuang keras agar bisa mengumpulkan dana untuk membiayai pernikahannya dari dompet mereka sendiri. Bagi mereka, membiayai sendiri pernikahan memiliki kebanggan tersendiri. Disamping itu mereka bisa lebih leluasa menentukan konsep pernikahannya dibanding jika mereka dibiayai oleh orangtua.

Rekening bersama atau joint account adalah salah satu solusi bagi calon pengantin yang ingin mengumpulkan dana pernikahan secara bersama – sama. Calon pengantin bisa datang ke bank mana saja dan membuka rekening seperti biasanya. Karena rekening tersebut atas nama berdua, maka mereka harus menandatangani surat persetujuan di atas materai. Hal ini sebenarnya masih menjadi hal yang tidak lazim karena dianggap calon pengantin tersebut belum terikat. Rekening bersama dinilai berisiko mengundang konflik karena belum ada kepastian apakah calon pemgantin tersebut akan jadi menikah atau takdir berkata lain.

Namun jika kamu sudah merasa yakin dengan pasangan kamu dan pembicaraan ke arah pernikahan sudah jelas, tidak ada salahnya kamu membuka tabungan bersama dengan pasangan kamu. The Bride Dept memberikan 5 tips untuk kamu yang berencana membuat rekening bersama.

  1. Bicarakan dari awal target dana dan waktu menabung. Apakah kalian menabung untuk keseluruhan biaya pernikahan, pembelian cincin kawin, atau hanya untuk biaya honeymoon. Dengan mengetahui target dana dan waktu, kalian bisa memperkirakan besaran dana yang disisihkan tiap bulannya ke rekening bersama. Tidak perlu sama besar angsuran perbulannya, namun siapa yang memiliki pendapatan lebih besar boleh memberikan lebih banyak. Semua tergantung kesepakatan kalian berdua.
  2. Selain membicarakan besaran target dan waktu pengumpulan dana, kalian juga harus berani membicarakan apabila kalian tidak jadi menikah maka akan dikemanakan uang yang ada dalam rekening bersama tersebut. Apakah akan dibagi dua sama rata atau ada kesepakatan lainnya. Meskipun tidak enak, namun hal seperti itu harus dibicarakan secara jelas dan terbuka sejak awal.
  3. Keterbukaan dan kejujuran. Dua hal tersebut sangat dibutuhkan ketika berhubungan dengan masalah uang. Seringkali uang menjadi pemicu pertengkaran yang semestinya tidak perlu diributkan. Simpan kartu atm dan tinggalkan dalam tempat yang aman, tidak perlu selalu dibawa – bawa. Sehingga siapapun pemegang kartu ATM, tidak menjadi tergoda untuk menyalahgunakan uang bersama tersebut.
  4. Disiplin. Kalian bisa meminta kepada bank untuk membuat transfer atau pemindahbukuan otomatis dari rekening pribadi kamu ke rekening bersama setiap bulannya. Jika tidak, kamu yang harus secara disiplin menyisihkan pendapatan kamu sesuai dengan target yang sudah kalian bicarakan.
  5. Hemat. Bedakan keinginan dengan kebutuhan. Kamu dan pasangan sekarang sudah memiliki target dan tujuan bersama. Sehingga kamu harus fokus untuk mengumpulkan dana pernikahan. Untuk sementara kurangi jajan – jajan atau belanja dengan pasangan yang sebenarnya tidak perlu dan boros.

Rekening bersama ini selain membantu kamu dan pasangan mengumpulkan dana pernikahan, juga berguna untuk kalian saling belajar dan mengenal satu sama lain tentang pola mengatur keuangan masing – masing. Nantinya ini akan sangat berguna untuk kalian menjalani rumah tangga. Dimana pengaturan uang akan menjadi salah satu kunci keberhasilan berumah tangga. Happy saving brides!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *