Tips Menjadi Menantu Yang Baik

Baru – baru ini saya menonton sebuah film Indonesia yang sangat menarik. Kenapa menarik? Karena dalam setiap adegannya, saya selalu bergumam, “Ih gw banget! Ih ini gw sama suami banget!”

Cerita tentang keluarga yang ditinggal oleh ayahnya karena penyakit kanker. Namun bukan keseluruhan film itu yang ingin saya bahas. Saya tertarik dengan cerita mertua dan menantu yang ada dalam film tersebut. Suatu ketika, si menantu perempuan ini bertengkar hebat dengan suaminya sampai memutuskan untuk meninggalkan rumah. Sambil menangis, ia yang saat itu tinggal di Paris menelepon ibu mertuanya di Indonesia dan menceritakan situasi dia saat itu. Dalam percakapan itu ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak tahan lagi hidup dengan anak sang mertua. Alih – alih marah karena menantunya meninggalkan suami yang notabene adalah anak kandungnya, si ibu mertua malah memberikan dorongan semangat dengan kata – kata penuh kasih sayang kepada menantunya.

Bagi saya adegan ini membuat saya kagum. Karena sang mertua begitu sayang kepada menantunya. Tidak seperti kebanyakan cerita yang saya dengar tentang hubungan mertua – menantu. Lalu, apakah ada resep ampuh supaya kita disayang mertua kita? The Bride Dept secara khusus bertanya kepada tante – tante dan oma – oma di sekitar kami yang sudah berpengalaman lama menjadi seorang mertua. Mereka sharing sebenarnya apa sih yang kebanyakan mereka harapkan dari menantunya? Berikut ceritanya.

S.P, 60 Tahun

Bagi saya seorang menantu itu berarti juga adalah anak saya sendiri. Jadi ya, saya anggap anak sendiri. Harapan saya kepada menantu itu simpel saja, jangan membuat anak saya jauh dari saya dan keluarganya. Menantu harus jadi pemersatu bukannya penghalang. Misal ada acara keluarga, jadi ga pernah datang setelah menikah. Tidak perlu memberi uang bulanan kepada orangtua, kami sudah cukup. Namun dengan kehadiran mereka, itu sudah cukup berarti.

R.S 50 Tahun

Jangan boros! Perempuan itu kan istilahnya menteri keuangannya sebuah rumah tangga. Kalau yang ngatur saja sudah boros bagaimana dia bisa mengatur keuangan rumah tangga yang lain. Biasanya keliatan waktu pacaran suka jajan – jajan yang ga penting, sudah menikah harus berubah. Harus pintar atur gaji suami. Tau prioritas gitu loh, beli rumah, beli mobil, uang sekolah anak, semua harus diatur sama perempuan.

O.B 68 tahun

Menantu itu harus bisa membaur sama keluarga suami. Mau diajak gabung, jangan sombong, jangan judes, harus ramah sama semuanya.

A.D 62 tahun

Tidak perlu jago masak, tapi maunya anak saya itu dikasih makan yang betul sama istrinya.

F.R 57 tahun

Menomorsatukan keluarga, sayang sama anak, pintar atur uang, ga boros, rajin, bersih, ga berantakan, ga sombong, hehehe, banyak ya maunya.

Nah, setelah membaca sharing diatas kira – kira kamu bakal disayang sama mertua ga brides?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *