Topik Pernikahan yang Tidak Perlu Diceritakan di Social Media

By Rebebekka on under How To

Facebook, Instagram, Path, Twitter, Blog adalah makanan kita sehari – hari. Disana kita boleh berbagi cerita, foto atau apapun yang menurut kita menarik untuk orang lain tahu. Apalagi soal cerita pernikahan, mulai dari bagaimana kita dilamar olehnya, acara lamaran, persiapan pernikahan, dekorasi DIY, cerita sedihnya kamu saat meminta restu dengan orangtua, wedding dress impian kamu dan lain sebagainya. Euforia menjelang pernikahan kadang membuat kita lupa diri, mana yang harus dishare dan mana yang sebaiknya disimpan menjadi cerita untuk kamu dan pasangan saja. seperti apa sih hal – hal yang sebaiknya tidak kamu share di social media, berikut listnya :

1. Drama

Sudah menjadi rahasia umum kalau menjelang pernikahan itu penuh dengan drama. Ada saja masalah atau hal – hal yang membuat kamu panik, sedih, kecewa, marah atau senang. Untuk yang terakhir sih, boleh saja kamu share di social media. Karena postingan yang berisi hal menyenangkan pasti akan membuat yang membaca ikut bahagia. Namun jika dramanya merupakan hal – hal negatif sebaiknya jangan kamu tampilkan terus – menerus di social media. Selain tidak ada untungnya, bisa saja orang lain malah melihat kita sebagai orang yang tidak menyenangkan.

2. Kesombongan

“Baru aja transfer buat down payment gedung Rp.xxx, catering Rp.xxx, designer Rp.xxx, jadi total habis Rp.xxx. Gila ya, ternyata nikah itu mahal, habis deh tabungan gw”

Saya pernah membaca status seseorang seperti itu di Facebook saat yang bersangkutan mau menikah. Menurut saya hal ini agak kurang bijak karena tidaklah etis membicarakan soal biaya secara gamblang di social media. Bukannya berbagi informasi, malah terlihat seperti sombong.

3. Kemesraan yang Berlebihan dengan Pasangan

Semua orang pasti sudah tahu kalau kalian adalah dua insan yang sedang jatuh cinta. Kalian juga adalah dua orang yang paling bahagia karena tidak berapa lama lagi kalian akan sah sebagai suami istri. Namun tidak perlu juga untuk mengumbar foto – foto atau kata – kata mesra di social media sampai membuat orang lain menjadi jengah dengan kalian berdua.

“Sayang,kamu jadi main ke rumah aku ga? Aku sudah masakin pasta kesukaan kamu nih. Cepat datang ya, love you so much honey!”

Aku merasa jadi wanita paling beruntung karena akan menikah dengan kamu sayang.”

Hmm, ada baiknya pesan – pesan seperti itu disampaikan langsung kepada pasangan kamu melalui chat messenger bukan? Daripada diposting di social media yang dilihat banyak orang.

4. Keburukan Vendor

Seandainya pun kamu sangat kecewa dengan kinerja salah satu vendor yang bekerja sama dengan kamu, tidak perlu secara detail menuangkannya di social media. Terlebih lagi sekarang banyak kasus UU ITE yang dikenakan kepada mereka yang awalnya hanya “curhat” mengenai kinerja pihak yang bekerja sama dengannya. Lebih baik vendor yang kamu anggap berjasa kamu berikan credit di social media, namun untuk yang mengecewakan tidak perlu diumbar di social media.

5.Tamu Yang Tidak Diundang

Jika ada seseorang yang tidak kamu harapkan untuk datang misalkan itu mantan kamu atau bahkan mantan calon suami kamu, tidak perlu dibahas di social media. Takutnya, orang yang bersangkutan melihat dan tersinggung dengan postingan kamu. Lagipula mereka juga belum tentu mau datang kan, hehehe.
Dunia maya sama seperti dunia nyata kok, apa yang kamu share akan menggambarkan seperti apa diri kamu sebenarnya. Jika kamu hanya berbagi hal – hal yang negatif, berbau kesombongan atau permusuhan menjelang pernikahan kamu, orang – orang pasti akan jengah membacanya. Namun apabila kamu menceritakan hal yang baik – baik mengenai pernikahan kamu, doa yang baik dari orang – orang sekitar akan berbalik kepadamu. Nah, apabila kamu ingin orang – orang tahu cerita pernikahan kamu sedetail – detailnya, jangan lupa untuk kirim ceritanya ke The Bride Dept ya brides!