Traditional Rustic Themed Engagement in Medan

By Septa Mellina on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Gerova Design

Photography Fatahillah Ginting

Kebaya MaisonBaazCouture

Make Up Artist Budi Hardjo Salon

Catering Restoran Garuda

Wedding Organizer MUY Production

He’s a quite romantic guy in his own way. But he seems trying so hard to make me happy without knowing that he is my happiness.” (Indah & Didy)

Pertama kali bertemu di bangku kelas 1 SMA, pasangan Indah dan Didy sempat menghabiskan setahun lamanya menjadi teman sekelas. Tahun berganti dan mereka terpisah. Hingga suatu hari keduanya mendaftar ke Victoria University, Sunway, Kuala Lumpur untuk melanjutkan studi. Setelah mempersiapkan kuliah bersama, Indah dan Didy juga sempat berpetualang bersama selama satu semester. Bagi Indah, Didy adalah teman laki-laki yang baik hati dan selalu menjaganya. Perlahan cinta pun mulai tumbuh. Mungkin pepatah Jawa kuno ada benarnya: witing tresno jalaran soko kulino. Cinta tumbuh karena terbiasa.

Basically, kita sudah saling sayang sebagai teman. Sampai kita saling support untuk hubungan pacaran masing-masing. To be brief, perasaan lebih dari sekadar teman muncul sampai teman-teman nanyain tapi kita selalu denial. Hingga akhirnya kita jadian pada Desember 2013 meski awalnya nggak ada rencana untuk pacaran. Setelah setahun berjalan, mulai ada pertanyaan dari keluarga dan akhirnya Didy memberanikan diri. Kita butuh waktu sekitar 2 bulan untuk menyiapkan pertunangan dan Insyaallah akad nikah 3 bulan lagi, karena nggak mau terlalu lama antara jarak lamaran ke nikahnya,” kata Indah.

Untuk mempersiapkan acara lamaran, Indah dan Didy menghabiskan waktu sekitar sebulan untuk mengurus WO, dekorasi dan sebagainya. Seperti pasangan pengantin lainnya, pasangan ini pun menghadapi tantangan saat mempersiapkan hari bahagia mereka. “Menurutku tantangan terbesar kebanyakan bride-to-be adalah menyesuaikan maunya dia dengan orang tua. But so far so good. Awalnya aku nggak mau pake WO untuk engagement. Dalam 2 minggu kita prepare untuk WO dan akhirnya ketolong banget!” Indah menjelaskan.

Dekorasi acara lamaran yang begitu cantik ternyata tak lepas dari sentuhan tangan tim desain.

It all came from her amazing hands, Vita, aku sudah booked Gerova Design untuk handle seluruh prosesi acaraku, dari engagement sampai wedding day. Vita, temenku, dari awalnya interior designer masih ambil kerjaan construct dan furniture, sampai akhirnya Gerova beralih ke decoration, seperti hampers, table settings dan wedding decoration. Untungnya, selera aku sama banget sama Vita. Aku tinggal sebutin aku maunya apa, then she’ll make it into a beautiful piece. Konsepnya rustic meets traditional touch. It blended well with songket details. Kita brainstorm dalam beberapa meetings soalnya aku banyak maunya dan Vita juga sangat perfectionist.

Acara lamaran sendiri tidak disertai prosesi adat karena pasangan ini akan memasukkan prosesi tersebut saat akad nikah, di mana keluarga Didy akan datang dengan adat Aceh dan keluarga Indah akan menyambut secara adat Minang. Untuk urusan pakaian, kebaya yang dikenakan Indah memang betul-betul cantik. “Kebayanya aku juga suka banget! Bikin super slim kayak pensil. Aku memang minta desain kebaya dress jadi nanti bisa dipakai lagi dengan long dress senada kalau nggak mau pakai songketnya. Bajunya aku custom di MaisonBaazCouture dengan Bang Faisal, yang rencananya mau aku jadikan trial untuk nanti kebaya akad nikah. Tapi karena dia punya konsep couture, aku request untuk tetap put some traditional details, not too couture or glamour. Keep it simple yet elegant,” katanya.

Saat acara lamaran pun, Indah dan Didy sempat mengalami hal lucu. “The memorable thing is pas Didy disuruh duduk. Karena dia bikin batik dengan cutting slim fit dan kita sudah request dari awal ke WO-nya supaya nggak duduk karena nggak mau terlihat montok. Tapi pas di tengah acara dipanggil dan pasrah karena disuruh duduk hahahahahahahahaha. Selain itu, menurut tradisi, aku harus stay di kamar sampai waktunya dipanggil turun dari lantai dua rumah untuk bergabung dngan seluruh keluarga. I was so touched dan deg-degan banget pada saat seluruh keluarga dan tamu fokus ngeliat ke aku turun tangga sampai duduk. Kayak di kartun princess!” kenang Indah.

Top vendor pilihan Indah dan Didy:

Gerova Design

Special thanks to Kak Vita yang membuat request aku jadi kenyataan, dengan sejuta mau.”

MUY Production (Om Yunus)
“Om Yunus yang baik hati, perfectionist tapi benar-benar ngikutin flow request dan acara kita. Thanks for being so helpful.”

Maison Baaz Couture

“Sang desainer favorit yang sudah diidam-idamkan dari kapan tahu, akhirnya bisa bikin kebaya engagement-ku super awesome!”

Indah juga memberikan tips untuk kamu yang sedang mempersiapkan pertunangan. “Saran dari aku sih lebih legowo, well prepared untuk time management dari hal yang paling penting sampai yang paling sepele. Miscommunication is commonly happened, but just deal with it,” pungkasnya.