Tropical Garden Engagement ala Anjereva and Abel

By Pravita Hapsari on under The Engagement

Tropical Garden Engagement a la Anjereva and Abel

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Event Styling & Decor Saras Decoration

Photography Polar Photography

Bride's Attire Vera Kebaya

Make Up Artist Vannesza Fany

Hair Do Vannesza Fany Team

Catering Yufeto Catering

Jewellery & Accessories Luxmatters

Others Aruma Seserahan

Ungkapan “laki-laki dan perempuan tidak mungkin bisa bersahabat” itu mungkin cocok untuk menggambarkan kisah cinta Anje dan Abel. Yang awalnya hanya berteman, lama-lama menjadi nyaman satu sama lain membuat mereka akhirnya memutuskan untuk serius dan melanjutkan hubungan pertemanannya itu di pelaminan. Yuk kita simak kisahnya!

“Kita bertemu di Universitas Padjadjaran, satu fakultas, satu jurusan, dan satu kelas. Sebenarnya saya kurang notice sama kehadirannya selama perkuliahan, yah biasa aja dan saya enggak tertarik,” kata Anje memulai ceritanya.

Saat itu Anje masih menganggap Abel teman biasa sampai akhirnya mereka mulai chatting, lama-kelamaan nyaman dan mereka mulai sadar kalo mereka saling suka. Abel dan Anje sudah sangat dekat sehingga tidak ada acara tembak-menembak, semua berjalan dan mengalir begitu saja. Mereka mulai serius di tahun keempat mereka pacaran, sejak awal pacaran mereka memang berniat serius untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Hubungan Anje dan Abel sendiri bisa dibilang tidak romantis dan tidak ada sweet proposal. Setelah mereka berdua berkeyakinan untuk serius, mereka langsung menetapkan sendiri kapan Abel siap untuk melamar secara pribadi ke orangtua Anje, kapan Abel datang bersama keluarganya, dan kapan acara lamaran akan dilaksanakan.

Persiapan Lamaran

Hal pertama yang disiapkan oleh Anje adalah kebaya. Dari dulu ia sudah memimpikan untuk mengenakan kebaya buatan Vera Anggraini atau biasa dikenal Vera Kebaya karena desainnya yang classy, elegant, dan timeless. Desainnya yang tidak termakan zaman pasti akan membuat semua wanita sangat suka menggunakan kebaya desainnya. Anje memilih kebaya berwarna pink fuschia karena sebelumnya ia tidak pernah menggunakan warna-warna yang cerah dan ingin tampil beda di hari lamarannya. Walaupun dengan warna yang jarang dipakai oleh Anje, desain buatan mbak Vera yang elegant membuat kebaya berwarna pink fuschia itu tetap terlihat cantik.

Tema lamaran Anje dan Reva ini adalah Tropical Garden yang mana mereka ingin menampilkan konsep garden party didalam ruangan. Untuk dekorasi sendiri fokus dengan flower backdrop yang terdiri dari daun dan bunga dengan dominasi warna pink, ungu dan putih untuk menyesuaikan dengan warna kebaya yang dipakai oleh Anje. Selain ruang keluarga yang di dekor, Anje juga menggunakan halaman belakang rumahnya yang memiliki kebun dan tanaman yang cukup bagus untuk spot foto tanpa perlu di dekor lagi.

Saat lamaran, momen yang paling berkesan menurut Anje adalah ketika Abel menyampaikan niatnya untuk melamar Anje di depan seluruh keluarga besar. “Karena dia sangat tegang dan kaku dalam meminta izin ke orangtuaku, aku malah berusaha untuk menahan ketawa. Because we’re not a romantic couple. Begitu juga saat aku menjawab dan menerima lamarannya, perasaanku biasa aja dan ternyata setelah acara pada bilang aku sangat tegang,” kata Anje.

Top 3 Vendor menurut Anje, yaitu:

1. Vera Kebaya

The detail of the beadings is such a work of art! Semua orang memuji kebayaku. Aku fitting cuma sekali dan waktu jadi langsung pas di badanku dan sesuai dengan desain yang aku inginkan.”

2. Saras Decoration

“Walaupun referensi foto-foto dekorasi yang disesuaikan dengan baju kebayaku hanya aku kirim via Whatsapp, tetapi saat H-1 tim dekor langsung cekatan dalam membuat backdrop sesuai dengan yang aku mau. Hasilnya sangat bagus dan keluarga juga puas sama dekornya.”

3. Yufeto Catering

“Makanannya enak-enak, tamu-tamu pada nambah dan puas sama makanannya.”

Tips dari Anje untuk para brides-to-be yang akan melangsungkan lamarannya:

“Persiapkan acara dari jauh-jauh hari dan tentukan konsep dari awal sehingga lebih mudah sharing ide dengan para vendor. Jangan lupa untuk booking MUA yang kita inginkan sejak awal karena jadwal MUA itu padat sekali dan kadang-kadang sudah penuh di bulan-bulan acara lamaran kita. Wedding Organizer juga sangat membantu kita dalam melakukan persiapan acara sehingga waktu hari H acara dapat berjalan dengan lancar.”

×