Tropical Island Wedding at Nusa Dua Beach Hotel

By Rebebekka on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Nusa Dua Beach Hotel & Spa

Photography Tropics Bali

Bride's Attire Keetlers Project

Make Up Artist Amandha

Wedding Cake Ixora Cake

Wedding Reception

Untuk para brides-to-be yang memiliki pasangan WNA wajib membaca artikel ini. Artikel kali ini bercerita tentang Dindy dan Rob yang baru saja melangsungkan pernikahannya di tiga lokasi yaitu Bali, Jakarta dan Netherlands.

Dindy dan Rob bertemu di Belanda pada tahun 2013 di sebuah festival. Dindy masih ingat ketika itu Rob datang dan bertanya secara randomCan i make you happy?.” Lalu Rob memberikan Dindy glow stick yang dijadikan gelang di tangan Dindy. Setelah itu mereka berpisah begitu saja. “Saat festival sudah mau berakhir, tiba-tiba secara tidak sengaja ketemu lagi dengan cowok baik hati itu! Aku bilang baik hati karena dia kasih glow stick tanpa ada embel-embel. Hahaha. Nggak menyangka sama sekali bisa bertemu lagi karena di sana ada banyak orang, hampir 30,000 pengunjung! Lucunya lagi, hal pertama yang dia tanya adalah nama dan Facebook aku! Hahaha! Ternyata setelah kasih glow stick, dia menyesal tidak tanya nama aku dan mencoba mencari aku! and the story goes…” cerita Dindy bahagia.

Sejak awal Dindy sudah merasa cocok dan memiliki banyak persamaan dengan Rob walaupun mereka berbeda kultur dan budaya. 2 tahun lebih lamanya mereka menjalani hubungan pacaran. Saat mereka berlibur ke kota Bruges, Rob melamar Dindy dengan cara yang romantis. “Setelah seharian berjalan mengelilingi Bruges, kami melewati jembatan di atas persimpangan dua kanal dengan latar belakang Hotel Relais Bourgondisch Cruyce. Tiba – tiba dia berhenti dan meminta aku membuka sarung tangan. Sempet bingung juga kenapa harus buka sarung tangan, karena saat itu sedang dingin sekali. All of  sudden, he’s on his knee holding my hand, pulled out a small box from his pocket and popped the question! Aku langsung jawab iya! Ternyata sebelum melamar aku dia sudah minta izin ke papaku tanpa sepengetahuanku dan papanya juga sudah menghubungiku papaku untuk mengkonfirmasi keseriusan Rob,” kenang Dindy.

Awalnya Dindy ingin menikah secara hukum di Indonesia namun setelah melakukan riset ternyata di Netherlands prosesnya jauh lebih mudah, cepat dan efisien. Dindy hanya perlu memenuhi persyaratan berupa Paspor, Akta lahir dan surat keterangan belum menikah yang telah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. Dindy kaget karena ketika mereka datang ke Gementte (municipality) ternyata prosesnya hanya memakan waktu 15 menit. “Setelah mereka mengecek validitas dari semua dokumen, mereka langsung bertanya kapan kita mau menikah. Malah jadi kita yang gelagapan menjawabnya,” kata Dindy.

Secara jarak jauh selama kurang lebih 9 bulan Dindy dan Rob mempersiapkan pernikahan mereka. “Being in one team is one of our strengths as a couple. Opini satu sama lain merupakan hal yang penting sebelum kita memutuskan sesuatu. Rob sangat terlibat dalam wedding arrangement kami di Bali dan Jakarta, begitu juga sebaliknya dengan pernikahan di Netherlands,” jelas Dindy mengenai keterlibatan Rob dalam pernikahan mereka. Total waktu Dindy mengurus secara langsung pernikahan di Indonesia hanya selama tiga minggu, sehingga Dindy merasa tantangan terbesar dalam pernikahannya adalah masalah manajemen waktu. Hari Selasa mereka mengadakan akad nikah dan resepsi di Bali, kemudian dilanjutkan dengan resepsi di Jakarta hari Sabtu dan kemudian selang satu hari kemudian bertolak ke Netherlands.

“Secara kebetulan aku dan Rob memiliki dream wedding yang sama yaitu a tropical island wedding! Jadi kita memutuskan untuk mengadakan upacara akad di Bali. Syarat dari Rob cuma satu yaitu beachfront view sedangkan aku lebih suka venue dengan gazebo dan meski di pantai namun tidak di atas pasir. Setelah melakukan banyak riset, kami langsung jatuh hati dengan wedding venue di Nusa Dua Beach Hotel & Spa yaitu Wedding Bale,” papar Dindy. Dindy dan Rob memilih konsep pernikahan yang bernuansa warna – warna lembut yang didominasi warna putih dan light goldenrod. Dindy juga menghadirkan bunga Frangipani yang cocok dengan tropical wedding sebagai pemanis dalam dekorasi dan wedding cake mereka.

Selanjutnya resepsi diadakan di Jakarta tepatnya di Pendopo Kemang. Konsep pernikanan bernuansa tradisional dengan tema warna ungu gelap, black dan gold. Nuansa Indonesia kental terasa dengan venue yang berupa rumah joglo dan tari piring sebagai penyambut para tamu. “Pendopo Kemang dipilih karena keluarga saya suka suasana tradisional namun tidak terlalu kaku. Belum lagi untuk makanan, Pendopo Kemang sudah terkenal enak. Lokasinya juga strategis, pihak keluarga maupun tamu tidak merasa kejauhan. Selain itu, venue ini mungkin punya daya tarik tersendiri untuk keluarga Rob dan para tamu yang jauh-jauh datang ke Indonesia. Rumah Joglo tentunya cuma bisa ditemukan di Indonesia,” papar Dindy.

Saat resepsi di Jakarta, Dindy mengenakan kebaya berwarna ungu yang dia sewa melalui Melati Griya Pengantin hasil rancangan Anne Avantie. Dindy mengaku bahwa selama ini kebaya tersebut tidak pernah ada yang berhasil menyewa karena ukurannya yang unik. Dindy sempat khawatir sebelum mencoba kebaya tersebut karena Dindy tidak memiliki cadangan pilihan lain. Memang rezekinya Dindy, saat mencoba, kebaya yang tidak pernah disewa karena tidak pernah muat di badan penyewa sebelumnya malah sangat pas dan cocok di badan Dindy.

Sepulangnya dari Indonesia, mereka kembali menggelar resepsi pernikahan di Netherlands. “Wedding party ini sangat spesial karena semua tamu sangat menikmatinya. Mereka sangat suka dengan venue yang kami pilih, hidangan yang disajikan, slideshow foto-foto pernikahan kami di Indonesia, opening dance dari kami sampai saxophone performance dengan house music.  Nuansa Indonesia juga hadir dalam small details yang ditampilkan. Tempat angpao kami memakai kotak dari bambu dan souvenir yang kami berikan adalah kipas dengan motif batik,” cerita Dindy.

Dindy mengenang pernikahan mereka di Bali yang menjadi highlight dari pernikahan mereka. Pernikahan di Bali yang intimate dan informal membuat Dindy dan Rob sangat santai menjalani prosesi akad nikah. Bahkan beberapa jam sebelum akad nikah dimulai, Rob masih sempat berenang. Sehabis prosesi akad nikah mereka berdua juga sempat berpisah dengan para tamu dan mengelilingi beberapa spot Nusa Dua Beach Hotel & Spa dan lari mengejar matahari untuk melakukan photo shoot.

Menutup pembicaran, Dindy memberikan tips kepada brides to be, just try to enjoy every second of it before the moment passes you by. Do the research thoroughly and don’t make an impulsive decision. Memang benar harus belajar kompromi karena pernikahan itu bukan cuma antara mempelai pria dan wanita, namun tetap kalian yang harus punya suara terutama jika itu benar-benar tentang hal yang kalian impikan. This is your wedding; once in a lifetime. So it should be like what you both really want.”

Dindy menyebutkan 7 vendor ketika ditanya top 3 vendors pilihannya, berikut review dari Dindy :

1. Nusa Dua Beach Hotel & Spa

Love their breathtaking view, beautiful scenery, professional, very initiative and helpful.”

2. Tropics Bali Photography.

“Pelayanannya sangat bagus, komunikasi lancar dan hasil yang memuaskan. Hasil foto tanpa edit sudah sangat bagus. Mereka profesional dan bisa bikin kami yang tidak biasa difoto jadi menikmati photo shoot disana. Mereka juga sangat inisiatif.”

3. Amandha Makeup (Bali)

“Aku puas sekali dengan hasil makeup and hairdo dari Amandha & team. Sempat khawatir, karena jenis wajahku yang mudah berminyak dibawah matahari atau outdoor.  Tetapi seharian makeup aku awet dan wajah ku tidak mengkilap karena berminyak.”

4. Nikki Windya (Jakarta)

“Malam itu aku banyak menerima pujian dari para tamu. Berarti makeup-nya sukses, Nikki juga sabar ngadepin aku yang sempat cranky mikirin jalannya resepsi.”

5. Keetlers Project (Sari)

“Aku memutuskan untuk buat wedding dress-nya sama Sari, bukan karena dia temanku dan kami bisa komunikasi dengan leluasa. Namun setelah lihat hasil rancangannya tampil di majalah dan review dari banyak orang maka aku yakin untuk membuatnya di Sari. Hasilnya, banyak yang suka wedding dress aku. Simple yet chic.”

6. Brielles Flower House

“Cuma dengan beberapa kali komunikasi via messenger, hasil wedding bouquet dan corsage-nya better than I expected! Beautifully shaped and good delivery service.”

7. Deon & Friends (band)

“Kooperatif, punya banyak pilihan lagu jadi tidak usah ribet cari-cari playlist yang enak. Suara vokalis yang enak didengar. Intinya performance band ini oke sampai sahabatku yang mau married juga mau pakai mereka di pernikahan tanpa aku rekomen.