Turquoise Wedding of Nita and Ucha

By arinda.p on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Pengajian

Siraman

Pemandu Adat Ibu Mamie Hardo

Kebaya Ibu Mamie Hardo

Akad Nikah

Venue The Dharmawangsa Hotel

Event Styling & Decor Airy Designs

Photography The Portrait Photography by Ditto Aditya

Bride's Attire Adjie Notonegoro

Make Up Artist Upan Duvan

Pemandu Adat Ibu Mamie Hardo

Wedding Reception

Bride's Attire Andre Frankie

Wedding Organizer Artea Organizer

Masih ingatkah dengan cerita lamaran antara Nita dan Ucha yang pernah kami liput pada akhir tahun 2014 kemarin? Kisah mereka yang berawal dari doa Nita ketika umroh pun ditutup manis dengan pernikahan yang berlangsung beberapa bulan lalu. Acara pernikahan adat Jawa Nita dan Ucha memiliki konsep yang sama yaitu sentuhan warna turquoise pada dekorasinya. Ketika Nita mengungkapkan keinginannya pada Fradhea dari Airy Designs, Fradhea pun sempat kaget karena warna tersebut bukanlah warna yang lazim untuk pernikahan. Selain itu, bunga dengan warna tersebut memang sangat susah ditemukan. Penggunaan warna ini pun diaplikasikan pada hampir keseluruhan acaranya, dimulai dari siraman hingga resepsi. Sedangkan pada pengajian, Nita memilih untuk menggunakan warna pink yang soft dan feminine.

Untuk keseluruhan upacara adat, Nita memercayakan kepada sang ahli yaitu Ibu Mamie Hardo. Ia mengaku bahwa ia sangat terkesan dengan sosok Ibu Mamie yang sungguh berkharisma dan passionate dalam bidang tata rias. Ibu Mamie yang sudah banyak memakan asam garam dalam kehidupan pun sangat bijaksana dan ahli dalam mengerti perasaan orang lain.

Salah satu kejadian yang cukup ajaib yang Nita alami adalah ketika ia sedang dirias, salah seorang temannya pun masuk ke dalam ruangan. Ibu Mamie mulai mengajak ngobrol teman tersebut dengan berkata,”Kamu kenapa? Lagi sedih ya?” Temannya ini pun kaget dan tiba-tiba menangis karena ia memang sedang memiliki masalah dengan pacarnya. Hal ini tentu saja membuat Nita dan temannya terkesan karena sebelumnya tidak ada yang tahu mengenai masalah yang dialami oleh sang teman.

Ibu Mamie juga menasehati agar temannya tidak usah terlalu berlarut dalam kesedihan karena memang tampaknya hubungan mereka tidak cocok. Tanpa disangka, beberapa bulan setelah kejadian itu, teman Nita pun mengakhiri hubungannya dan ia menjadi lebih bahagia sekarang. “Ternyata benar lho apa yang dibilang Ibu Mamie!” ungkap Nita.

Keterkejutan Nita tidak berhenti sampai di situ. Ketika ia ingin mengganti busana untuk siraman, Ibu Mamie merasa bahwa kebaya yang ia siapkan kurang cocok dan beliau pun menyarankan untuk mengenakan kebaya yang beliau bawa. Walaupun Nita menurut saja kepada Bu Mamie tetapi ia mengaku memiliki sedikit perasaan was-was karena ia tidak pernah mencoba baju tersebut sebelumnya. “Aku sedikit khawatir karena aku belum pernah fitting sebelumnya. Sedangkan kalau kebaya kan harus pas di badan, akan terlihat jelek apabila kebesaran atau kekecilan,” jelas Nita. Tetapi tanpa diduga, kebaya yang dibawa oleh Ibu Mamie ternyata sangat pas di tubuh Nita. Ia pun semakin kagum dengan Ibu Mamie.

Akan tetapi pada acara siraman, giliran Ibu Mamie yang dikagetkan oleh Nita karena Nita ikut menyiramkan air sisa siraman kepada teman-temannya yang belum menikah. Menurut mitos, seseorang yang menikah akan enteng jodohnya apabila dimandikan dengan sisa air sirama calon pengantin. Ibu Mamie pun hanya bisa geleng-geleng kepala dan berujar,”Selama saya bekerja selama puluhan tahun,  baru kali ini ada calon pengantin yang jadi dukun manten juga nyiramin teman-temannya!

Untuk akad nikah, Nita menginginkan suasana yang sakral dan suci sehingga ia secara khusus memilih warna putih dan emas untuk menjadi tema dari busana mereka. Awalnya Nita takut dua warna ini bisa menjadi perpadudan yang norak. Untungnya, Adjie Notonegoro, sang designer, dapat mewujudkan impian Nita dan menjadikan perpaduan warna ini menjadi begitu cantik!

Resepsi yang berlangsung pada malam hari kembali didominasi dengan warna turqoise. Fradhea dari Airy Designs banyak menggunakan warna turquoise untuk warna dasar pelaminan. Selain itu, ada yang sedikit berbeda dari area VIP-nya. Apabila biasanya area VIP ditempatkan di samping atau di belakang, maka kali ini area tersebut ditempatkan persis di depan pelaminan. Hasilnya? Sangat unik dan cantik sekali! Kami yang hadir ke pernikahan ini pun sangat amazed dan kagum dengan pengaturan yang unik ini!