Warm and Fuzzy White Wedding at Taman Bhagawan Bali

By Friska R. on under The Wedding

the bride dept wedding taman bhagawan melanie masriel rusly tjohnardi

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Taman Bhagawan Benoa Bali

Event Styling & Decor Inne Shui Decor

Photography Bob Siregar

Bride's Attire Rusly Tjohnardi

Make Up Artist Rusly Tjohnardi

Wedding Organizer Garam Production

Cerita pernikahan hari ini memang sedikit berbeda dari yang biasanya. Hal ini dikarenakan pernikahan ini merupakan pernikahan yang kedua bagi Melanie dan ia pun mengaku putrinya, Malaikha, merupakan andil dari kesuksesan semuanya. Yuk kita baca ceritanya!

Perkenalan antara Melanie dan Sanny dimulai ketika keduanya sedang hang out di tempat yang sama di tahun 2010 silam. Akan tetapi pada waktu itu mereka berada di meja yang bersebelahan. Tanpa disangka, ternyata Sanny dan teman-temannya bisa nyambung dengan Melanie dan teman-temannya. Sejak saat itu mereka jadi sering berhubungan dan jalan bareng.

”We slowly get closer sampai kita sendiri tidak tahu kapan tepatnya mulai pacaran. Along the way, he got so close to Malaikha, my daughter and my whole family. And vice versa, he slowly introduced me to his big and warm family,” jawab Melanie ketika ditanya bagaimana mereka berpacaran.

Pada bulan Mei 2012, mereka melakukan trip ke Yogyakarta bersama Malaikha dan beberapa sahabat dekat untuk menyaksikan perayaan Waisak di Borobudur. Sesudah perayaan pelepasan lentera ke udara, Sanny pun meminta Melanie memeriksa kantong di tasnya dan ternyata di sana sudah terdapat sebuah kotak cincin.

Sanny pun melamar Melanie di depan sahabat-sahabat terdekat mereka di bawah lentera-lentera cantik yang menghiasi udara. Melanie pun menerima lamaran tersebut karena Sanny bisa menunjukkan kasih sayang yang tulus kepada Malaikha dan itu merupakan hal yang terpenting bagi Melanie.

Melanie dan Sanny pun memutuskan untuk menikah pada bulan Desember di tahun yang sama. Mereka memilih untuk mengadakannya di Bali karena menghindari pernikahan yang besar dan lebih memilih perayaan yang sakral, memorable dan fun. Selain itu, mereka juga ingin pernikahan ini disaksikan oleh orang-orang yang dekat dan penting dalam hidup mereka.

Namun persiapan pernikahan ini adalah tahap yang paling challenging bagi mereka berdua karena di masa-masa itu mereka luar biasa disibukkan oleh pekerjaan dari kantor masing-masing. Untungnya mereka dapat memercayakan konsep yang sudah ditentukan kepada decorator dan WO.

Melanie mengaku bahwa Malaikha adalah kunci utama kesuksesan pernikahan ini karena walaupun ia sangat dekat dan kompak dengan Sanny, ia selalu menentang keras  apabila Melanie, sang Ibu, ingin menikah lagi. “Mungkin Malaikha terlalu banyak dihantui cerita Cinderella dan Bapak tiri kali yaaa!” canda Melanie.

Semua anggota keluarga, mulai dari keluarga Melanie hingga keluarga Sanny, sudah memberi pengertian dan membujuk Malaikha tetapi ia tetap dengan pendiriannya yaitu sang Ibu tidak boleh menikah lagi. Alasannya adalah ia tidak ingin memiliki ayah baru agar sang Ibu bisa terus bersamanya sampai tua. Ayah Malaikha meninggal dunia ketika ia masih berumur 6 tahun.

Hingga suatu hari, Sanny mengajak dia untuk jalan-jalan dan berkata,”Kak, jadi yah Kakak tahu kan aku mau ajak Ibu menikah, nanti kakak kasih ide dan bantuin ya kita bikin wedding-nya seperti apa. This is going to be OUR party. Kamu mau kan bantu? Dan kamu mau kan jadi anak aku?” Di saat itu pun Malaikha mengangguk dengan mata yang berbinar-binar. Mungkin selama ini Malaikha ingin mendengar langsung dari Sanny.

Akhirnya Malaikha pun selalu dilibatkan dalam setiap diskusi mengenai pernikahan dan mereka pun selalu mendengarkan masukan dari Malaikha. Intinya adalah untuk selalu melibatkan sang anak dalam seluruh proses persiapan dan perencanaan pernikahan.

Walaupun pada perayaan pernikahan itu, mereka tidak bisa melakukan acara pelepasan lentera karena alasan keamanan, Melanie mengaku bahwa keseluruhan acara berlangsung seperti yang ia dan Sanny inginkan.

Ada 2 hal yang sangat memorable baginya, yang pertama adalah ketika sang ayah mengantarnya walk down the aisle. Yang kedua adalah ketika kedua sahabat mereka, Astie dan Rubi memberikan speech yang mereka buat bersama dengan seorang sahabat lainnya yang tidak bisa hadir, Asti. Melanie mengaku speech tersebut membuat mereka tertawa terbahak-bahak dan berlinang air mata karena terharu pada saat bersamaan.

Top 3 Vendor rekomendasi dari Melanie adalah

  • Rusly Tjohnardi

“Having your best friend to design your wedding gown is just amazing! He knew exactly what I wanted and made it happened! Rusly juga menghadiahkan aku dengan makeup dan hairdo, yang cuma dia praktekkan kepada sahabat-sahabatnya saja. So he’s basically the person fully in charge of my confidence for the day!”

  • Ine Shui Decor

“Ma Ine yang merupakan kakak ipar Sanny, berperan sangat penting karena berhasil menyulap Taman Bhagawan Bali yang begitu luas dan sangat kental nuansa Balinya, menjadi a warm & fuzzy white wedding venue yang kami idamkan.”

  • Bob Siregar

“Because he captured every step of our moments beautifully.”