Wedding planner, wedding organizer atau keluarga saja?

By arinda.p on under How To

Pertanyaan mengenai perlukah menggunakan bantuan jasa event organizer atau mengandalkan panitia keluarga saja selalu menjadi pertanyaan setiap perempuan yang mau menikah. Perlukah kita menggunakan jasa event organizer untuk merencanakan pernikahan? Atau kah panitia dari keluarga saja cukup? Dan apa sih bedanya wedding planner dan wedding organizer?

Mari yuk kita coba jawab satu per satu..

Do you really need event organizer to organize your wedding?
Tidak semua pernikahan membutuhkan event organizer untuk membantu mempersiapkan pernikahannya. But.. you SHOULD HIRE event organizer when you are..

  1. Having a destination wedding
    Kalau kamu berpikiran untuk menikah di Bali sementara kamu berdomisili di Jakarta maka lebih baik jika kamu menggunakan jasa event organizer. You will need someone to check out the location beforehand and make sure you’re getting what you want.
  2. Having a last-minute wedding
    Merencanakan pernikahan bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Salah satu hal yang paling memakan waktu adalah mencari vendor yang sesuai. Biasanya event organizer sudah mengetahui seluk beluk industri pernikahan sehingga bisa menghemat banyak waktu yang biasanya digunakan untuk mencari vendor.
  3. Too busy
    If you are too busy, it’s better for you to hire event organizer. Just tell them what you want and they will do it for you!

On the other hand, you SHOULD NOT HIRE event organizer when…

  1. There’s a budget constraint
    Fee untuk event organizer memang bervariasi. Tetapi, sebagai perkiraan, di Jakarta event organizer bisa men-charge mulai dari Rp. 10 juta keatas untuk acara akad nikah dan resepsi. Jadi jika memang ada budget constraint, mungkin lebih baik jika budget-nya dialihkan untuk hal-hal yang lebih penting dalam pernikahan seperti catering dan photography.
  2. You come from a HUGE family and they are willing to help
    Yep! Kalau kamu memang memiliki keluarga yang banyak dan mau membantu, lebih baik terimalah tawaran mereka untuk membantu pernikahanmu ini. Afterall, wedding should be a family affair right?

Nah, kalau sudah tau apakah akan pakai jasa event organizer atau hanya panitia dari keluarga, biasanya pertanyaan kedua adalah haruskah memakai wedding planner atau wedding organizer? Dan apa sih bedanya wedding planner dan wedding organizer?

Wedding planner adalah jasa yang diberikan oleh event organizer untuk membantu brides merencanakan pernikahannya mulai dari awal. Jadi wedding planner bisa membantu kamu untuk mendapatkan vendor, mengatur jadwal meeting dengan vendor hingga membantu untuk tawar menawar harga.

Sedangkan wedding organizer hanya membatu brides untuk kelancaran hari H. Biasanya wedding organizer akan mulai bekerja kurang lebih 1 bulan sebelum hari pernikahan. Mereka hanya akan meminta list vendors dan contact-nya dari kita dan mereka akan membantu untuk koordinasi dengan vendor-vendor tersebut sehingga acara di hari H tersebut berjalan dengan lancar.

Urusan fee wedding planner dan wedding organizer pun berbeda. Karena lingkup kesulitannya lebih besar, wedding planner biasanya akan mengenakan charge sekitar 10%-25% dari total pengeluaran pernikahan. Jadi jumlah yang dibayarkan akan bervariasi sesuai dengan besar kecilnya pernikahan. Akan tetapi, wedding organizer akan mengenakan fixed charge sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. Tidak peduli apakah pesta pernikahannya besar atau kecil.

Jadi keputusan untuk memakai wedding planner atau wedding organizer kembali ada ditanganmu. Menurutmu, apakah kamu perlu bantuan dari awal atau hanya 1 bulan sebelum pernikahan.

×