Pernikahan Adat Mandailing dan Minang: Fany dan Daud

By Friska R. on under The Wedding

The Bride Dept the wedding pernikahan mandailing minang vera kebaya

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Menara 165

Event Styling & Decor Rolas by Suryo Decor

Photography Fotologue

Bride's Attire Vera Kebaya

Make Up Artist Des Iskandar (Paes)

Jewellery & Accessories Des Iskandar (Suntiang)

Groom's Attire Brutus (Jas)

Catering Als Catering

Pertama kali melihat foto resepsi pernikahan adat Mandailing dan Minang Fany dan Daud di Instagram, team kami cukup terkejut karena di foto tersebut terlihat Fany mengenakan suntiang Minang dan Daud mengenakan topi Mandailing. Setelah bertanya kepada beberapa orang, barulah kami sadar bahwa mereka memadukan dua adat berbeda di satu acara yang sama. Mungkin hal ini sedikit tidak lazim tetapi ternyata hasilnya sungguh di luar dugaan! Yuk kita simak wawancara kami dengan Fany dan Daud.

Fany dan Daud sudah saling mengenal ketika mereka berkuliah di jurusan Komunikasi FISIP UI. Pada waktu itu Daud adalah senior yang bertugas untuk meng-ospek Fany. Mereka berdua sudah saling tertarik namun harus backstreet dulu karena ada peraturan yang melarang senior untuk berpacaran dengan junior ketika masa ospek. Setelah masa ospek berakhir, mereka pun berpacaran secara resmi dan hubungan tersebut bertahan hingga 5 tahun.

Suatu hari, tiba-tiba Daud memberikan sebuah amplop kepada Fany dan ketika dibuka ternyata isinya adalah tiket ke Jepang. Memang sudah menjadi impian Fany sejak dulu untuk ke Jepang dan mengunjungi Tokyo Disneyland. Tanpa ia sangka, Daud juga sudah mengajak sahabatnya, Iva, untuk ikut dengan mereka. Ya, Fany dan Daud memang memiliki peraturan untuk tidak berliburan berdua semasa berpacaran. Oleh karena itu, Fany merasa sangat bersyukur dan dihargai karena Daud masih memegang teguh batasan-batasan tersebut.

Mereka bertiga sangat menikmati masa-masa liburan mereka di Jepang. Namun Fany sempat sangat bete karena Daud malah terlambat bangun di hari mereka ke Tokyo Disneyland, tujuan yang sudah diimpikan sejak dulu. Alhasil mereka sampai di sana sekitar jam 11.30 siang, di mana Disneyland sudah padat pengunjung. Di saat Fany sudah bersiap-siap untuk mencoba semua wahana, Daud dan Iva malah sibuk berfoto sana sini. Lebih anehnya lagi, mereka kekeuh ingin berfoto di depan castle, walaupun Fany sudah menolak. Ketika mereka selesai berfoto dan Fany sudah bersiap-siap untuk ke wahana lainnya, tiba-tiba Daud menahannya sambil berkata, ”Aku punya hadiah untuk kamu.” Fany mengaku ia sangat deg-degan dan Daud pun tiba-tiba mengeluarkan cincin dan berkata,”Fany, mau ngga menikah dengan aku?”

“Aku kanget banget karena aku dilamar seperti yang selalu aku impikan sejak dulu. Dilamar di Disneyland, tempat favoritku dan di Jepang, kota impian seumur hidupku. Tidak hanya itu, aku dilamar di depan sahabatku. Yang lebih mengharukan adalah ternyata ketika Daud dan  Iva sibuk berfoto-foto, sebenarnya mereka sedang mengatur posisi kamera agar semuanya terekam real time.

Persiapan pernikahan mereka bisa dibilang sangat singkat, yaitu cuma 3 bulan! Pada awalnya mereka ingin mengadakan pernikahan di Bali dengan konsep warm dan intimate. Namun setelah mereka pertimbangkan kembali, pernikahan tersebut pastinya akan merepotkan beberapa pihak, terutama keluarga dan kerabat yang sudah cukup berumur. Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk mengadakan acara pernikahan di Jakarta saja dan mengundang seluruh keluarga, kerabat, dan teman. Mereka ingin semua pihak ikut merasakan kebahagiaan mereka di hari itu.

Pernikahan Fany dan Daud bisa terbilang unik karena mereka menggunakan 3 adat yang berbeda. Daud memiliki latar belakang Minang dan Jawa, sedangkan Fany merupakan keturunan asli Batak Mandailing. Pada acara akad nikah, mereka menggunakan adat Yogya, di mana Fany menggunakan paes. Sementara pada acara malam harinya, mereka mengombinasikan adat Minang dan Mandailing, di mana Fany mengenakan suntiang dan Daud mengenakan topi Mandailing.

Ide perpaduan adat ini muncul ketika acara lamaran mereka. Di saat itu, Fany memperoleh kain songket dari keluarga Daud dan keluarga Daud menyelendangkan kain tersebut ke Fany. Tanpa sepengatahuan Fany, ternyata keluarganya juga sudah mempersiapkan kain ulos yang akan diselendangkan ke Daud. Ketika itulah mereka memutuskan untuk memadukan 2 adat pada acara yang sama.

Tema dari pernikahan ini sendiri adalah Garden at Night, sehingga mereka memilih gedung yang memiliki ceiling tinggi agar bisa dihias seperti langit yang bertabur dengan bintang. Tidak hanya itu, mereka juga mengenakan busana dengan warna-warna yang mendukung seperti midnight blue, coklat, hitam, green emerald.

Di hari pernikahannya, Fany pun mendapatkan surprise lainnya dari Daud, yaitu video proposal mereka di Jepang yang memang belum pernah ia liat sebelumnya. Video yang sudah di-edit dengan bantuan team Fotologue itu pun ditampilkan di resepsi pernikahan mereka. Ternyata surprise tidak berhenti sampai di situ karena group ballet Fany juga sudah menyiapkan koreografer ballet yang diiringi lagu “You’ve Got A Friend in Me”, soundtrack film Toy Story favoritnya. Such a lucky girl she is!

Bagi Fany, kesulitan terbesar dalam persiapan pernikahan adalah memastikan seluruh warna senada dan serasi. Seperti misalnya, songket seragam perempuan dan ulos untuk laki-laki.

Top vendor rekomendasi Fany adalah

Fotologue Photo

“Kita memilih Fotologue karena kita sangat suka dengan style mereka. Tidak hanya itu, pelayanan mereka sangat baik, responsif, inisiatif, dan mengerti dengan selera kita.”

Al’s Catering

“Kualitas makanannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Tidak hanya itu, mereka sangat koordinatif dengan vendor-vendor lainnya, terutama vendor dekorasi. Sehingga bunga dari Al’s terlihat sesuai dengan tema pernikahan aku. Pada acara akad nikah, kita hanya menyiapkan makanan untuk 200 orang, tetapi yang datang malah 300 orang dan kita kekurangan makanan. Untungnya, Alessandra, sang pemilik Al’s, langsung turun tangan dan mengatasi keadaan emergency itu. Pokoknya juara deh!”

Rolas by Suryo Decor

“Konsep Garden at Night direalisasikan dengan sangat baik oleh Rolas. Profesionalisme dan kreatifitas Rolas tidak diragukan lagi. Aku dan Daud hanya menceritakan konsep sekali saja dan mereka pun langsung mengerti.”

Vera Kebaya

“Kebaya buatan Mba Vera sangat beyond expectation dan breathtaking. Detailnya benar-benar bagus dan cantik. Mbak vera juga sangat sangat ramah, jadi sangat menyenangkan punya kesempatan untuk ber-partner dengan Mbak Vera.”
Pesan dari Fany untuk brides-to-be adalah untuk tetap santai dan tidak dibawa pusing. Masa-masa stress memang akan datang pada masa persiapan. Akan tetapi setelah dipikir kembali, hari pernikahan adalah salah satu hari paling bahagia dan kenapa harus dibawa stress? Pada akhirnya, semuanya akan berjalan dengan lancar dan orang yang sayang dengan pengantinnya pasti akan mendoakan yang terbaik.

×