White Elegance Wedding Nusa Dua Bali Christy Wahyu

White Elegant Wedding at Nusa Dua a la Christy and Wahyu

Style Guide

Venue Hotel
Color White

Warna putih seringkali diartikan sebagai lambang kesucian dan ketulusan, selain itu warna putih juga tidak ada masanya dan klasik. Itu sebabnya warna putih masih selalu menjadi primadona dalam pernikahan baik untuk warna wedding dress maupun nuansa dekorasi. Seperti pernikahan Christy yang digelar di Bali.  

Christy dan Wahyu berteman karena sepupu Wahyu merupakan teman Christy. Mereka mulai pacaran sejak tahun 2015. Wahyu adalah seorang lawyer yang ekstrovert sedangkan Christy adalah creative worker yang cukup introvert. Namun justru dengan perbedaan itu membuat mereka semakin melengkapi satu sama lain. “Sebenarnya Wahyu sudah pernah bilang bahwa dia ingin menikah denganku, namun karena posisinya saat itu lagi di mobil dalam perjalanan ke mall, aku kira dia hanya thinking out loud dan tidak serius. Akupun tidak terlalu menanggapinya, hanya bilang “ya boleh aja kali.” Lalu kemudian dia menegaskan keseriusannya dan bicara langsung ke orangtuaku, disitu aku tahu bahwa dia benar-benar serius. Di bulan April 2016 kita tunangan dan langsung set tanggal menikah kita,” kenang Christy.

Christy memutuskan untuk menggelar pernikahan di Bali karena menginginkan suasana yang intimate dan laid back, namun tetap elegant. Christy dan ibunya khusus ke Bali untuk mencari venue yang sesuai dengan keinginan mereka. Dalam satu hari, Christy dan ibunya mengelilingi Bali dan mengunjungi sekitar 12 venue hotel. “Karena galau antara Ritz atau Sofitel jadinya dipilih dua-duanya. Tujuan awal kita menikah di luar kota juga biar hanya mengundang orang-orang terdekat saja. Namun orangtua kita tetap tidak mau kalau gak rame. Color scheme yang diaplikasikan ke acara wedding aku adalah White Elegance with a touch of Gold. Menurutku dua warna ini sangat classic dan timeless. Tamunya pun memakai dress code putih. Walaupun wedding kita tidak menggunakan adat tradisional, aku tetap ingin melangsungkan prosesi Mangulosi di tengah acara resepsi, karena papa adalah keturunan Batak,” jelas Christy.

Bagi Christy, menyelenggarakan destination wedding sangatlah menyenangkan walaupun tenaga memang jauh lebih terkuras. Untungnya Christy bekerja sama dengan wedding organizer yang benar-benar membantunya membuat jadwal agar Christy tidak perlu terlalu sering bolak balik ke Bali. Christy juga dibantu oleh sepupunya, Kak Debby dan Mamanya yang sudah sering menangani sebuah acara.

Untuk wedding attire, Christy ingin ia terlihat elegan namun tidak rumit dan berlebihan. Warna putih menjadi pilihan Christy sesuai dengan tema dekorasi, white elegance.

“Aku request ke mas Anaz agar bajuku punya ekor yang panjang supaya ada kesan glamour, dan juga seluruh bagian dressnya diberikan payet pearly beads agar lebih emphasize ke motif kainnya.
 Untuk tema dekorasi, aku rasa tema itu sangat timeless and classy. Kebetulan aku juga orangnya agak takut bereksperimen dengan warna lain terutama di hari yang istimewa ini, karena takut menyesal di kemudian hari. Dekoratorku, Regina from Aisle Project, really knew what I wanted. Pretty much semua yang aku ambil dari pinterest dan instagram, dia bisa realisasikan semua, bahkan hal-hal yang aku tidak bisa gambarkan, dia bantu buatkan. Dekorku menggunakan banyak  chandeliers dan fairy lights untuk menekankan kesan elegance-nya. Untuk detail props aku minta agar hanya menggunakan white, gold atau silver supaya lebih maksimal temanya. Untuk dekorasi di meja, aku minta agar dihias dengan banyak bunga dan props, namun jangan sampai membuat tamu terhalang untuk saling ngobrol dan makan. Karena aku ingin suasana laid back, aku menyediakan seated table for half of the guests, dan sisanya aku minta disediakan sofa lounge agar semua tamu bisa duduk dan menikmati suasana taman dan pantai malam itu, jangan sampai ada yang pegal karena kelamaan berdiri, hehehe,” ujar Christy.

Jauh-jauh hari, Christy sudah merancang dan menyiapkan fireworks untuk first dance yang akan menjadi highlight untuk pernikahannya. Namun ternyata pada saat itu Raja Salman yang sedang berlibur di area tersebut mendadak extend menginap hingga sehari setelah pernikahan Christy.  Oleh karena itu, pihak berwajib membatalkan acara fireworks tersebut. “Aku sedih banget tapi jadi belajar untuk pasrah dan tetap bersyukur karena yang penting hal lainnya tetap berjalan lancar. Lalu tanpa disangka, acara mangulosi di tengah acara resepsi ternyata yang jadi highlight di pernikahanku. Aku dan suamiku duduk di depan lalu orangtuaku menyelimuti kami dengan kain ulos, diiringi oleh lagu dan wejangan untuk rumah tangga baru. Dari momen mengharukan itu, langsung lanjut ke acara menyanyi dan menari tor-tor khas Batak yang ternyata membuat semua tamu untuk berdiri ikut serta,” kenang Christy.

Terakhir, Chisty tidak lupa untuk memberikan tips kepada brides to be, “Invest in a good wedding planner! Apalagi kalau kamu cukup sibuk. Ikut sertakan calon suami kamu dalam segala aspek wedding planning, biar semakin intimate, hehehe. 
Jangan lupa untuk persiapkan keperluan rumah tangga habis menikah nanti. Jangan tenggelam dalam keperluan dan perintilan wedding party saja. Just enjoy the process.”

Top 3 vendor pilihan Christy :

1. Vara Wedding

They are the best karena mereka selalu mau mendengarkan dan realisasikan semua ide-ide dari kita, dan sangat profesional. Especially the team leader, mba Asti. They went beyond their comfort zone.”

2. Sofitel Nusa Dua

Our wedding executive Pak Hendra dan tim serta semua staf hotel. Entah kenapa bisa baik banget, menyediakan semua yang kita mau. Dari awal sampai akhir, kita mendapatkan top notch service.”

3. Aisle Project

“Cantik banget dekornya, dan generous banget dalam pemakaian properti dan bunga segar. Semua sesuai dengan permintaanku, white elegance.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *