Wonderful Bohemian Afternoon Wedding by Fadhil & Merissa

By NSCHY on under The Wedding

Wonderful Bohemian Afternoon Wedding by Fadhil & Merissa

Style Guide

Style

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Pavilion Function Point

Event Styling & Decor Alinea

Photography Java Photography

Make Up Artist Clara Octaviana

Others Scooter March

Others Marching band

“Kita sama-sama kerja di PT KAI, pertama kali ketemu di sebuah acara saat Mas Fadhil sebagai ketua penyelenggaranya. Selesai event, kita tukeran Instagram, mulai saling DM, kasih komentar di posting-an, tukeran nomor WhatsApp, trus ketemu deh sampai nikah!” cerita Merissa.

Bagi Merissa, hubungannya dengan Fadhil sangat sederhana, tapi serius. Di pertemuan ketiga, mereka saling ngobrol. Fadhil memulai pertanyaan dengan, “kamu udah sering pacaran? Bosen nggak?” yang dengan santainya dilanjutin dengan, “pacaran gitu-gitu aja. Karena udah bosen pacaran, nikah yuk! Mau nggak nikah sama aku?” tanya Fadhil sederhana. Kata Merissa, “sesimpel itu kita memulai hubungan ini”.

Hubungan mereka yang dibangun dengan kesederhanaan tersebut berlanjut hingga ke pernikahan. Awalnya, mereka hanya berniat untuk menggelar pesta kebun, tapi malah berlanjut ke konsep Bohemian yang terlihat dari dekorasi dan pakaian pernikahan yang mereka gunakan.

“Busana adalah bagian paling susah, karena harus menyesuaikan busana Bohemian untuk busana pengantin. Kita desain sendiri, untuk gaunku, dijahitin oleh mama.” cerita Merissa.

Untuk menghemat budget konsumsi, Merissa dan Fadhil menyelenggarakan pesta pernikahannya di sore hari, dengan menyuguhkan stall, jajanan, bahkan ada kedai kopi.

Untuk venue, Merissa dan Fadhil cukup selektif, karena bulan Januari masih memasuki musim hujan, mereka memilih venue yang menawarkan area indoor dan outdoor, makanya mereka memilih Pavilion.

Bagi Merissa dan Fadhil, tantangan yang mereka hadapi dalam mempersiapkan pernikahan ini adalah waktu. Pasalnya, cuti Fadhil sempat dibatalkan karena ada pekerjaan kantor yang harus dilakukan. Jadi, H-1 pun, Fadhil masih kerja di kantor dengan kondisi persiapan yang belum matang, mulai dari pakaiannya yang harus diambil karena baru selesai dijahit, Vespa Chupachups yang belum selesai, sampai mereka harus mencari aksesoris sampai malam di H-1 pernikahannya tersebut.

“Kita juga sempat ada masalah dengan undangan, vendornya kabur di H-14 acara. Karena percetakan hanya menyanggupi cetakan biasa, akhirnya kita memutuskan untuk bikin undangan sendiri, benar-benar handmade, dibantu sama teman-teman. Kita potong-potong undangannya sendiri, packing sendiri, jadi seperti kerajinan tangan kita. Untungnya bisa selesai dalam waktu 4 hari, dan langsung kita sebar.” kata Merissa.

Merissa dan Fadhil nggak pernah terpikir bahwa mereka memiliki pesta pernikahan yang luar biasa, dan mereka pun mengakui, masih belum bisa move on dari resepsi pernikahannya kemarin, “acara dari 15.30-19.00 itu kurang banget!” cerita Merissa.

Top 3 vendor:

1. Arcana Wedding Planner

“Vendor ini bisa memberikan ide yang berbeda, dan bisa mewujudkan permintaan kita yang juga berbeda. No rules to make a great story.”

2. Clara Octaviani

Make up-nya bikin aku terlihat menawan, dia tau apa yang harus dilakuin dengan bentuk mukaku. Suka!”

3. Alinea Catering & Decor

“Keren, cuma ngobrol dikit tentang keinginan kita, mereka bisa langsung mengerti dan bisa merealisasikannya.”

Tips untuk brides to be:

“Permasalahan utama dalam mempersiapan pernikahan adalah biaya, banyak yang terjebak dalam masalah ini. Kurangin banyak keinginan yang membuat biaya harus mengikuti, pasti akan mahal. Baliklah pola pikirnya, berapa biaya yang dimiliki, dan apa yang kita bisa dapatkan dari budget tersebut. Dari keterbatasan itu, kita bisa mengeksplor kreativitas kita.”