Cerita Mengenai Ipar

By Rebebekka on under How To

Artikel tentang mertua sudah banyak kita bahas di The Bride Dept. Bagaimana cara menghadapi perangai mertua dan berdamai dengannya sudah dibeberkan di sana. Bagaimana dengan ipar? Baik itu kakak ipar ataupun adik ipar. Sama seperti mertua, ada yang beruntung mendapatkan mertua yang lembut dan baik hati namun ada juga yang kedapatan mertua yang galak dan agak ‚Äúrese‚ÄĚ. Untuk ipar sebenarnya tidak terlalu membutuhkan perlakuan yang lebih dibandingkan dengan mertua, karena biasanya mereka tidak terpaut jauh umurnya dengan kita dan mereka pun memiliki keluarga atau urusannya sendiri sehingga tidak perlu sering bersinggungan dengan kita. Untuk tahu bagaimana gambaran memiliki ipar, pembaca The Bride Dept yang telah lebih dulu menikah dengan baik hati membagi sedikit cerita kehidupan mereka dengan para iparnya. Disimak ya!

YM, 3 tahun menikah

‚ÄúPunya ipar dua perempuan rese banget! Mereka menganggap aku sebagai perebut abangnya. Jadi mereka suka insecure gitu. Trus mereka juga suka minta – minta uang sama suami jadi agak nyebelin juga ya.‚ÄĚ

WW, 5 tahun menikah

‚ÄúGw punya ipar dua laki – laki. Ipar cowo tuh asik banget. Ga bawel, ga tukang ngadu. Kalau dimasakin, mau makan apa aja. Cuma ya gitu, mereka agak berantakan kalau ke rumah.‚ÄĚ

CC, 5 tahun menikah

‚ÄúAlhamdulilah, ipar – ipar gw pada baik semua, welcome banget sama gw. Tetapi memang ada satu ipar yang agak beda sendiri. Dia sih ga rese atau nyebelin gitu. Cuma kadang dia suka kelewat santai, jadi kalau ngomong suka ga lihat situasi. Untungnya sih gw jarang ketemu sama dia.‚ÄĚ

RK, 1 tahun menikah

‚ÄúPunya ipar cewe tukang ngadu. Tiap aku posting apa di social media besoknya mertua pasti telepon dan nanya tentang yang aku posting. Stalker!‚ÄĚ

BT, 1 tahun menikah

‚ÄúSuamiku 4 bersaudara dan saudaranya semua laki – laki. Punya ipar cowo itu less conflict ya dibanding dengan ipar cewe seperti yang aku dengar dari teman – temanku yang lain. Ipar – ipar semua sibuk dengan keluarga mereka masing – masing. Kalau ketemu ya juga seru – seruan aja. Sejauh ini belum ada konflik yang berarti dengan para ipar.‚ÄĚ

PR, 3 tahun menikah

‚ÄúGw ga punya ipar, suami gw anak tunggal! Sepi!!‚ÄĚ

Upss! Ternyata dilihat dari cerita mereka, yang memiliki ipar perempuan lebih banyak yang mengalami konflik ya sedangkan dengan ipar laki – laki sih asik – asik saja. Kenyataannya memang sesama perempuan itu lebih mengundang banyak drama ya brides. Untuk menghadapi ipar setidaknya ada empat poin yang harus kalian lakukan agar bisa kehidupan rumah tangga kamu dengan suami aman.

1. Sabar

Sebisa mungkin hindari potensi konflik dengan para ipar. Pelajari seperti apa perangai mereka serta do and dont’s nya ketika berhadapan dengan mereka. Hormati ipar yang lebih tua dan juga sayangi ipar yang lebih muda seperti kamu sayang dengan adik kamu sendiri. Jangan menganggap mereka orang asing, namun anggaplah mereka keluarga kamu sendiri sehingga batas sabar kamu akan lebih besar kepada mereka.

2. Tegas

Terapkan dan bicarakan dari awal aturan – aturan dan prinsip dalam keluarga kamu. Ketika aturan dalam keluarga kamu dilanggar maka kamu harus tegas kepada ipar kamu. Misalkan saja, ipar suka meminta uang kepada suami diam – diam di belakang kamu. Tentu hal ini bisa memancing konflik diantara kamu dan suami. Oleh karena itu, kamu boleh dengan tegas mengatakan kepada adik ipar kamu bahwa kamu tidak suka dia seperti itu. Kamu harus mengatakan hal tersebut bersama dengan suami kamu agar ipar tahu bahwa kalian berdua punya aturan yang sama.

3. Berikan perhatian

Perlakukan mereka sama seperti keluarga kamu sendiri. Bila ada hari – hari spesial seperti ulang tahun, kenaikan kelas, anniversary pernikahan dan lainnya berikan mereka hadiah sebagai tanda kamu perhatian kepada mereka.

4. Jauh wangi bunga, dekat bau bangkai

Peribahasa ini berlaku juga untuk para ipar. Untuk menghindari drama dan konflik dengan para ipar, usahakan kalian tidak tinggal satu atap dengan mereka. Jika kamu merasa konflik sudah terlalu panas, ada baiknya kalian menjauhkan diri untuk sementara agar hubungan tetap bisa dijaga.
Masih ingat kan, ada yang bilang menikah dengan seseorang berarti menikah dengan keluarganya juga. Oleh karena itu, jaga terus hubungan baik kalian dengan keluarga suami ya!