5 Mitos Seputar Seks yang Harus Diketahui Pasangan

By Enya on under How To

Sebagai pasangan suami istri, seks pasti menjadi salah satu kebutuhan bersama yang patut selalu dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Tapi apakah kamu dan pasangan sering mendengar berbagai mitos mengenai seks yang kerap membuat bingung? Sebut saja mitos yang menyebutkan kalau berhubungan seks di kolam renang bisa memicu kehamilan, wanita lebih sulit mencapai orgasme dibandingkan pria, dan lain sebagainya? Menambah pengetahuan tentang kehidupan seks memang baik, tapi jika kamu malah jadi terlalu terpengaruh oleh mitos-mitos yang belum jelas dasarnya, tentunya itu juga tidak akan membuat kualitas kehidupan seks kamu dengan pasangan menjadi lebih baik.

Agar kamu dan pasangan tidak salah kaprah dengan semua mitos tentang seks yang berkembang, simak dulu yuk beberapa ulasan tentang mitos seputar seks yang perlu kamu dan pasangan cek dulu kebenarannya. 

Seks Membakar Kalori

Banyak sumber berpendapat berhubungan seks dapat membakar kalori. Tapi sebenarnya ini hanya mitos belaka karena berdasarkan hasil riset yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, ditemukan fakta bahwa pasangan rata-rata berhubungan seks selama senam menit. Dalam enam menit yang singkat itu, terjadi peningkatan detak jantung dan tekanan darah selama 15 detik hanya saat terjadinya orgasme saja, dan setelah itu langsung kembali ke kondisi normal. Kesimpulannya, jika manusia dewasa hanya memiliki kemampuan rata-rata membakar empat kalori saja per menit, maka total kalori yang kita bakar saat berhubungan seks hanya 24 kalori, dan itu adalah jumlah yang sangat kecil.

Memakai Kaus Kaki Saat Berhubungan Seks dapat Membunuh Mood

Seorang peneliti asal Belanda menemukan fakta bahwa lebih dari 80 persen responden perempuan yang mengenakan kaus kaki, memiliki gairah yang lebih tinggi saat berhubungan seks. Riset lainnya juga menemukan bahwa saat memakai kaus kaki, 80 persen pasangan mampu mencapai orgasme dibandingkan dengan pasangan yang tidak memakai kaus kaki. Jadi, mitos yang satu ini sepertinya tidak akurat karena jika dilihat dari sisi ilmiah, menggunakan kaus kaki justru dapat melindungi kita dari hawa dingin sehingga kita jadi merasa lebih hangat, santai dan nyaman saat berhubungan seks dengan pasangan.

Wanita Mengalami Orgasme Saat Berhubungan Intim

Faktanya, wanita tidak dapat dengan mudah mengalami orgasme saat berhubungan seks. Berdasarkan data yang ada, wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai orgasme, dan biasanya itu juga sangat bergantung pada suasana hati saat berhubungan seks dengan pasangan. Journal of Sex and Marital Therapy mengklaim bahwa 37 persen wanita membutuhkan adanya rangsangan lain selama berhubungan seks untuk dapat mencapai orgasme. Inilah yang menjadikan foreplay atau pemanasan sebagai proses yang penting bagi wanita. Bahkan, beberapa wanita bisa tidak mengalami orgasme karena melewatkan proses pemanasan bersama pasangan.

Alat Kontrasepsi Dapat Membunuh Gairah Seksual

Salah satu studi yang dilakukan di Universitas Kentucky dan Universitas Indiana, Amerika Serikat, membuktikan bahwa tidak ada satupun alat kontrasepsi yang dapat memengaruhi kualitas seksual pasangan suami istri. Secara langsung, penelitian ini mematahkan mitos yang menyebutkan bahwa alat kontrasepsi dapat membunuh gairah seksual. Faktanya, pasangan justru akan memperoleh lebih banyak kenikmatan seksual apabila berhubungan sambil menggunakan alat kontrasepsi, karena bagi suami istri yang memutuskan untuk menunda kehamilan, mereka akan cenderung merasa lebih tenang saat berhubungan seks.

Wanita Membutuhkan Waktu Lebih Lama untuk Bergairah Dibandingkan Pria

Mitos ini juga bisa kamu abaikan saja, karena banyak riset yang membuktikan bahwa dari segi fisik, tidak ada perbedaan waktu yang diperlukan, baik oleh pria maupun wanita, untuk merasa bergairah dan mencapai klimaks dalam berhubungan seks. Tapi fakta menunjukkan bahwa dalam berhubungan seks, pria memang lebih mengharapkan kenikmatan fisik, sedangkan wanita lebih mengharapkan pengalaman batin sehingga membutuhkan waktu untuk membangun gairah seksual dengan pasangan. Hal inilah yang mungkin bisa menimbulkan perbedaan antara pria dan wanita untuk merasa bergairah dalam berhubungan seks.