Alasan Mengapa Kamu Harus Saling Menjaga Privasi Dengan Pasangan

By Enya on under How To, Relationship

Setiap pasangan pasti memiliki gaya yang berbeda-beda dalam menjalani hubungan. Ada yang menekankan keterbukaan tanpa ada rahasia, namun ada juga yang sangat menghargai dan menjaga privasi masing-masing. Apapun gaya yang dipilih, tentunya semua tergantung pada kesepakatan dan keputusan bersama yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dan yang utama tanpa adanya keterpaksaan. 

Jika kita bicara tentang privasi, pada dasarnya kamu dan pasangan tetaplah individu yang berbeda. Terkadang, untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hubungan, saling menjaga privasi dan menghargai ruang pribadi masing-masing juga menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Jika hubunganmu dengan pasangan dijalankan atas dasar saling percaya dan saling menghargai, maka apa salahnya untuk menjaga privasi masing-masing, bukan? Tidak hanya akan membuat kamu dan pasangan semakin dewasa dalam menjalani hubungan, menjaga privasi juga akan membuat hubungan menjadi lebih kuat. Tapi, apa saja sih alasan utama dibalik pentingnya menjaga privasi dengan pasangan? Berikut ulasan lengkapnya.

Membuat Hubungan Menjadi Lebih Kuat

Saling menjaga privasi dengan pasangan bisa kamu lakukan dengan tetap menjaga hubungan sosial kalian dengan lingkungan masing-masing, termasuk menjaga hubungan dengan keluarga, teman atau sahabat. Kamu bisa menghabiskan waktu dengan keluarga untuk menjaga ikatanmu dengan keluarga besarmu tetap kuat, menghabiskan waktu dengan sahabat untuk sekadar ngopi, berbagi cerita atau melakukan hobi bersama, dan begitu juga sebaliknya. Hal ini akan membuat kamu dan pasangan bisa tetap memiliki kebebasan pribadi yang apabila dilakukan, hal ini justru akan membuat hubungan kalian berkembang semakin kuat. 

Membangun Rasa Saling Percaya dan Mengurangi Rasa curiga Berlebihan

Rasa saling percaya dibangun berdasarkan komitmen yang telah dibuat dan dibangun bersama. Namun sekuat apapun komitmen yang kamu dan pasanganmu bangun bersama, pasti akan ada titik jenuh atau perasaan penat, sehingga kamu membutuhkan waktu sendiri sejenak, sehingga kamu memiliki ruang untuk menenangkan diri. Setiap orang pasti memiliki karakter dan cara yang berbeda untuk bisa melepaskan penat. Mereka yang introvert mungkin akan memilih untuk menyendiri sambil melakukan aktivitas yang digemari seperti menghabiskan waktu dengan membaca buku di coffee shop kesayangan. Sedangkan para extrovert mungkin lebih senang menghabiskan waktu dengan berolahraga di ruangan terbuka sambil menikmati pemandangan. Apapun itu, memberikan space seperti ini kepada pasangan dapat membentuk rasa percaya dan saling menjaga privasi, dan tentunya rasa curiga dan cemburu yang berlebihan pun bisa dikurangi.

Menghargai Perbedaan, Meningkatkan Kualitas Hubungan

Sebagai pasangan, kamu dan dia tetap merupakan individu masing-masing dengan karakter dan sifat yang berbeda. Meskipun kalian memiliki banyak kesamaan, tentunya kalian juga memiliki perbedaan yang harus dihargai satu sama lain. Dalam sebuah hubungan, kita kerap mendengar bahwa perbedaan-lah yang justru mampu menyatukan dua individu yang berbeda, karena dengan menghargai perbedaan yang ada, kamu dan pasangan akan semakin mengerti satu sama lain, dan tentunya akan meningkatkan kualitas hubungan yang kalian jalani bersama. 

Setelah mengetahui alasan kenapa saling menjaga privasi pasangan itu sangat penting, mungkin kamu jadi berpikir, apa saja sih yang bisa dikatakan sebagai privasi dalam hubungan? Nah, untuk memberikanmu gambaran singkat mengenai batasan privasi, langsung saja simak ulasan tentang beberapa hal dan batasan privasi dengan pasangan yang harus kamu jaga, berikut ini.

Isi Ponsel

Pertama, privasi yang harus dijaga adalah isi ponsel milikmu dan juga milik pasanganmu. Kini ponsel telah menjadi satu barang yang menyimpan segala bentuk informasi dan data pribadi pemiliknya. Terkadang, banyak pasangan yang menjadikan ponsel sebagai item yang paling patut dicurigai dari pasangan. Padahal, rutin mengecek isi ponsel pasangan bukan merupakan suatu hal yang bijak dan pantas untuk dilakukan, lho. Jika pasanganmu kerap memaksa untuk mengawasi isi ponselmu, bisa jadi dia adalah tipe orang yang posesif, yang sebaiknya kamu waspadai. 

Akun Media Sosial

Kedua, batasan privasi yang juga harus dijaga adalah akun media sosial kamu dan pasangan. Memang hal ini mungkin tampak sepele karena hampir semua orang kini memiliki media sosial dan akun media sosial dianggap bisa menjadi salah satu cara untuk mengetahui jika pasangan berselingkuh atau flirting dengan orang lain. Meskipun begitu, cara ini sebenarnya merupakan salah satu bentuk tindakan yang kekanak-kanakan, lho. Oleh sebab itu, sebagai individu yang dewasa, menjaga komitmen dan rasa percaya penting untuk dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tanpa harus membuka isi media sosial masing-masing.

Momen Me Time

Menjalankan hubungan bukan berarti kamu dan pasangan harus mengorbankan me time kalian masing-masing. Setiap individu memiliki hak yang sama untuk tetap bisa menikmati momen me time dengan melakukan kegiatan yang disukai. Ini merupakan salah satu bentuk saling menjaga privasi dengan pasangan. Jadi dalam menjalani hubungan, jangan lupa untuk menyelipkan sedikit waktu untuk me time ya. Menghabiskan waktu di salon sambil merawat diri akan pasti akan menjadi me time yang menyenangkan. Sebaliknya, mungkin menghabiskan waktu merawat kendaraan kesayangan di bengkel juga bisa jadi pilihan kegiatan me time yang seru untuk si dia.

Urusan Finansial dan Pendapatan

Selanjutnya, batasan privasi yang juga harus dijaga adalah urusan finansial dan pendapatn dari masing-masing. Hal ini sebenarnya bisa diputuskan berdasarkan kesepakatan masing-masing pasangan, karena tidak sedikit juga yang memutuskan untuk menggabungkan penghasilan mereka untuk bersama-sama mengaturnya berdasarkan alokasi dan kebutuhan. Tapi apabila ada salah satu pihak yang merasa tidak nyaman dengan hal ini, maka memutuskan untuk menjadikan urusan finansial sebagai bagian dari privasi juga tidak masalah, kok.

Masalah Keluarga

Bagi banyak orang, permasalah pribadi dari keluarga masing-masing terkadang penting menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dijaga, termasuk dari pasangan kita sendiri. Kondisi dan permasalahan keluarga pasangan ada kalanya cukup untuk menjadi konsumsi keluarga inti saja sehingga kurang sopan untuk diceritakan kepada pasangan. Ada baiknya kamu tidak terlalu memaksa untuk mengulik masalah keluarga pasanganmu terlalu dalam jika ia memilih untuk tidak terbuka kepadamu mengenai hal tersebut. Dengan begitu, hubungan keluargamu dengan pasangan, dan sebaliknya, bisa tetap terjalin dan terjaga dengan baik.