Beautiful Private Wedding Ayuri & Dheas

By The Bride Dept on under The Wedding

Beautiful Private Wedding Ayuri & Dheas

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue The Gaia Bandung

Wedding Organizer Kinanti Wedding Planner

Event Styling & Decor Valentine Wedding Decoration

Master of Ceremony Bagus Au Official

Others Genesis Studio

Photography Mtphotoworks

Bride's Attire Dewangga

Groom's Attire Dewangga

Wedding Shoes Vaia Official

Others Brides Series

Make Up Artist Lawralovefaith

Pemandu Adat Yayuk Paes

Make Up Artist Dany Barca

Kebaya Bara Kebaya

Kebaya Anggun Busana

Invitation Kami Paperie

Invitation Inviting Art

Souvenir Namo Home

Setiap pasangan memiliki cerita indah di balik pertemuannya dengan sang pujaan hati. Seperti pasangan ini, berpacaran selama 13 tahun membuat mereka berdua tumbuh bersama. Karakter yang membuat mereka saling mengerti dan memahami satu sama lain. Perjalanan cinta yang panjang, meyakinkan pasangan ini untuk melakukan janji suci dengan mengusung tema beautiful private wedding Ayuri & Dheas.

Pertemuan Pertama

Kami berdua bertemu di tahun 2008, sejak saat itu Ayuri dan Dheas menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih di tahun 2009. Kami dipertemukan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), tepatnya di SMP Islam Al-Azhar 9 Kemang Pratama. Sejak tahun 2009 tersebut, kami menjalin hubungan yang cukup dekat hingga tahun 2022. Dari kami masih duduk di tingkat SMP, SMA kemudian berlanjut menjalani kuliah, memasuki dunia kerja, kami berdua terus bersama. Secara tidak langsung kami berdua bersama-sama tumbuh hingga hari ini. Kami dipersatukan dengan begitu indah hingga Ayuri dan Dheas pun siap melangkah ke jenjang berikutnya.

Konsep Pernikahan

Kami melangsungkan akad dan resepsi pernikahan di Hotel GAIA, Bandung. Untuk venue-nya sendiri terbagi menjadi dua tempat, yaitu The Altitude & Mono-Mono Restaurant. Jauh dari sebelum kami akhirnya memutuskan untuk memilih Hotel GAIA sebagai venue pernikahan, kami telah memikirkan konsep pernikahannya terlebih dahulu. Kebetulan, memang Ayuri sebagai bride-to-be ingin sekali melangsungkan acara pernikahan dengan venue bertema Hotel & Resort. Setelah berdiskusi dengan Dheas, kami pun sepakat memilih GAIA sebagai tempat pernikahan yang sesuai dengan konsep pilihan kita berdua.

Melihat venue yang dimiliki GAIA, kami sadar bahwa konsep pernikahan kami sifatnya akan lebih private dan bernuansa semi-formal. Baik The Altitude & Mono-Mono Restaurant memiliki ciri khasnya tersendiri. Kedua venue tersebut memiliki karakter dan desain yang berbeda, sehingga menonjolkan suasana yang indah di tiap lokasinya. Oleh karena itu, kami akhirnya memutuskan untuk menggunakan prosesi adat Jawa hanya untuk prosesi akad. Setelah itu, kami berganti tema yang mengusung perpaduan konsep adat Jawa dan Internasional untuk acara resepsi.

Pemilihan Make Up & Tata Rambut

Untuk prosesi akad nikah, kebetulan kami menggunakan adat Jawa sehingga untuk riasan Ayuri memilih menggunakan paes. Sedangkan untuk acara resepsi, konsep acara berubah dari yang awalnya full menggunakan busana Jawa beralih pada tampilan Jawa-International. Alasan kami masih memadukan busana Jawa di acara resepsi, dikarenakan seragam keluarga besar dan dekorasi tidak mungkin dapat diubah secara instan (kebetulan dekorasi pilihan kamipun menyesuaikan dengan konsep Jawa). Lalu bagaimana proses padu padan attire Jawa-International ini? Ayuri mengambil pilihan make up yang sesuai dengan konsep manapun, sedangkan tatanan rambut pilihannya cenderung classic style saja. Jadi dapat cocok dengan riasan dan busana yang akan dikenakan saat acara nanti. Pemilihan tatanan rambut ini juga dipertimbangkan agar tidak meninggalkan nuansa tradisional Jawa saat acara resepsi berlangsung.

Rancangan Kebaya

Desainer yang kami pilih untuk membuat rancangan kebaya, beskap, hingga reception dress adalah Dewangga. Awalnya Ayuri memilih Dewangga dikarenakan referensi dari orang-orang terdekatnya. Kemudian ia pun mencoba visit akun Instagram Dewangga dan melihat detail portofolionya. Setelah melihat-lihat portofolio Dewangga, Ayuri pun menemukan kecocokkan desain pada attire-attire yang didesain dan diaplikasikan oleh Dewangga. Menurutnya, memilih vendor pernikahan khususnya desainer (if you’re hiring), sangat penting untuk mencari gaya desainer yang memang cocok di hati bride/groom-nya. Jika pihak bride/groom masih belum yakin dengan style yang cocok, mulailah dengan mencari banyak referensi desain serta melihat karya desainer yang mengaplikasikan ciri khasnya pada tiap karyanya.

Umumnya dari banyak referensi yang dikumpulkan, akan muncul inspirasi terhadap desain busana yang memang lebih spesifik. We’re glad to had chosen Dewangga as well.

“Mungkin saya termasuk salah satu client Dewangga yang sejak awal cukup rinci terhadap keinginan-keinginan saya sehingga hal tersebut mempermudah proses saat mendesain busana kami”, ungkap Ayuri.

One thing we noticed difference with Dewangga’s style (comparing to others) is payet”, tambah Ayuri.

Menurutnya desain aplikasi pada payet yang digunakan oleh Dewangga memberikan tampilan smooth & seamless. Hasil payetnya tetap indah, tapi tidak terlalu menonjol (again, ini kembali ke referensi desain yang kalian inginkan). Opsi padu padan tipe dan warna payetnya pun, dapat kita pilih sendiri kemudian didiskusikan bersama sehingga mendapatkan final desain yang sempurna.

Furthermore, you guys must check on my reception’s dress. The blinks were crafted amazing haha. We love it. Thank you Mba Anggi, Mas Rafi, Mba Mela, & Tim!”, ucap Ayuri dengan bahagia.

Foto Pre-Wedding

Dalam hal menentukan konsep pre-wedding, kami termasuk pasangan yang bisa dikatakan cukup banyak mau. Intinya kami menggunakan empat konsep foto pre-wedding yaitu dengan tema nostalgia jaman sekolah, tema adat Jawa, tema Get-Ready-With-Us dan yang terakhir adalah konsep tempo doeloe.

Our Dream Wedding

Untuk mewujudkan beautiful private wedding Ayuri & Dheas, jawaban kami mungkin tentu tidak bisa cocok bagi pasangan lain yang kini atau telah merencanakan pernikahannya. Tapi jika kami boleh share dari pengalaman pernikahan ini, kami berdua akan memberikan beberapa penjelasan :

1. Menentukan konsep pernikahan

Mulailah untuk menentukan konsep acara yang akan digelar, apakah akan bersifat intimate atau tidak. Dari hal tersebut kalian akan bisa menentukan cara bertemu dan juga menyapa para tamu undangan di hari H, pikirkan suasana venue pilihan, tema dekorasi yang digunakan, dll.

2. Menentukan venue

Cari venue yang memang cocok baik dari segi lokasi serta ambience-nya dengan konsep pilihan kalian di poin 1.

3. Tentukan vendor pernikahan

Mulailah menentukan dari Wedding Organizer, photography, musik, dll (tentunya yang semuanya sesuai dengan konsep dan pernikahan yang kalian ingin wujudkan).

4. Menentukan busana pengantin & keluarga

Kembali lagi pada poin no satu! Konsep pernikahan, karena sebenarnya ini semua akan saling berhubungan satu dan lainnya secara keseluruhan.

5. Tentukan job desk antar pasangan & keluarga

Hal ini sebenernya menjadi kunci utama di balik semua koordinasi yang dibutuhkan selama melakukan persiapan pernikahan.

6. Stay consistent

Selalu konsisten terhadap konsep serta hal yang diinginkan dan juga yang tidak diinginkan oleh pihak bride/groom/keluarga. Ini mungkin bisa menjadi hambatan yang kerap kali muncul pada pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan. Tapi mau tidak mau harus dihadapi dengan kepala dingin. Menjadi pribadi yang konsisten akan sangat membantu melancarkan persiapan acara kalian. Sebaliknya, jika kalian tidak konsisten, maka akan menjadi boomerang bagi kalian sendiri. Solusi agar konsisten? Perbanyak informasi dan referensi serta kuatkan pendirian (tidak labil) haha!

7. Banyak berdoa kepada Allah SWT

Kami tidak berhenti-hentinya memohon dan meminta kelancaran serta ridho dari Allah SWT untuk acara kami ini. Di tengah kegundahan hati kami terhadap cuaca yang tidak menentu, bahkan H-1 turun hujan deras sampai Jakarta juga (padahal venue kami di Bandung). Syukur Alhamdulillah, Allah berikan mukjizat cuaca yang cerah pada hari H kami menikah dan diturunkan hujan setelah acara kami selesai (15 minutes before end).

FYI = kami tidak menggunakan pawang hujan.

Tema Pernikahan Tradisional

Bagi Ayuri sendiri, ia lebih menyukai konsep klasik tradisional dibandingkan modern (tentu dengan kelebihan dan kekurangan setiap konsep acara). Alasan paling mendasar baginya adalah ketika ia merasakan pentingnya kembali pada kultur budaya kita masing-masing, selalu sadar darimana kita berasal dan bertumbuh. Kebetulan kami tidak melakukan prosesi adat atau acara khusus sebelum hari pernikahan. Acara yang kami langsungkan ini hanya dipersiapkan dalam waktu singkat yaitu kurang lebih 6 bulan sebelum pernikahan. Prosesi yang kami berdua lakukan hanya sebatas lamaran saja yang dihadiri pihak keluarga dan kerabat dekat. Untuk membuat acara beautiful private wedding Ayuri 7 Dheas, inilah top 3 vendor pilihan Ayuri-Dheas:

  1. Kinanti Wedding Planner
  2. MTPhotoworks
  3. Valentine Décor

Dan terima kasih kepada seluruh vendor yang membuat acara ini menjadi lebih sempurna dan indah:

Venue : The Gaia Bandung

Wedding Planner : Kinanti Wedding Planner

Decoration : Valentine Wedding Decoration

Master of Ceremony : Bagus Au Official

Live Streaming : Genesis Studio

Photography & Documentation : Mtphotoworks

Bride’s attire : Dewangga

Groom’s attire : Dewangga

Bride’s slippers : Vaia Official

Groom’s slippers : Bride Series

Make up : Lawralovefaith

Paes : Yayuk Paes

Mother of Bride’s : Make Up Dany Barca

Mother of Bride’s : Attire Bara Kebaya

Family’s Attire : Anggun Busana

Physic Invitation : Kami Paperie

Digital Invitation : Inviting Art

Wedding Souvenir : Namo Home