Busana dan Mahkota Pengantin Palembang Aesan Gede

By The Bride Dept on under How To, Pernikahan Adat, Tata Cara Adat

Busana dan Mahkota Pengantin Palembang Aesan Gede

Satu hal yang menjadi ciri khas busana pengantin adat di daerah Sumatera adalah tampilannya yang mewah. Seperti busana adat Palembang misalnya, perpaduan warna merah dan keemasan selalu berhasil menampilkan aura kemewahan peninggalan raja-raja. Tampilan khas berupa busana dan mahkota pengantin Palembang Aesan Gede memiliki tampilan serta makna yang indah.

Ya, baju pengantin Palembang merupakan busana kebesaran warisan Kerajaan Sriwijaya, salah satu kerajaan terbesar di Bumi Nusantara ini. Salah satu busana dan tata rias khas Palembang adalah Gede, pakaian yang paling sering digunakan oleh pengantin daerah Sumatera Selatan. Tampilannya yang begitu mewah memang tak pernah gagal membuat pengantin wanita tampil cantik sekaligus elegan di hari pernikahannya. Bukan hanya cantik, busana dan mahkota pengantin Aesan Gede merupakan hasil perkawinan antara beberapa budaya. Misalnya saja dari adat Jawa, China, bahkan juga Arab, dengan budaya Palembang itu sendiri. Oleh karena itu adat Sumatera Selatan memiliki berbagai makna filosofis yang cukup dalam. Apa saja makna yang terkandung di dalamnya? Yuk, simak selengkapnya di sini!

Busana Pengantin

Photo : Mindfolks

Helaian songket lepus bernuansa keemasan membalut tubuh sang pengantin lengkap dengan pending sebagai penghias pinggang. Songket dengan motif geometris abstrak murni atau perulangan garis zig-zag, disebut dengan motif tumpal. Motif ini biasa digunakan untuk para pengantin. Aksen ini juga melambangkan keramahan, ketertiban, dan saling menghormati kepada sesame masyarakat Palembang. Kemudian kain tersebut juga tersilang di bagian bahu pengantin pria maupun wanita yang disebut selempang sawir. Selendang tersebut menandakan kesetaraan antara pria dan wanita.

Aksesori

Photo : Mindfolks

Tersampir teratai  dengan hiasan Bunga Teratai sebagai penutup dada yang mengandung makna bahwa pasangan pengantin harus mempunyai kesabaran dan ketabahan hati dalam menghadapai berbagai hal. Di atas teratai, tergantung kalung susun tiga bernama tapak jajo atau kebo munggah dengan ornamen berbentuk kepala kerbau.

Terdapat klat bahu yang sempurna menghiasi lengan, kemudian deretan gelang, mulai dari gelang gepeng bulat tipis dengan hiasan bunga dan tumbuhan, gelang kano tebal. Kemudian gelang sempuru berbentuk bulat pipih terbuat dari emas atau kuningan. Terakhir ada gelang ulo betapo dengan bentuk bulat berornamen kepala ular di sekeliling gelang. Arti ornamen tersebut adalah nilai sosial berupa rasa persatuan, saling menguatkan, dan menjaga kerukunan. Dan sebagai pelengkap busana disempurnakan dengan alas kaki bernama trompah atau cenela. Alas kaki ini memiliki simbol bahwa dalam melangkah di kehidupan harus mempunyai pelindung diri yaitu agama.

Mahkota Pengantin

Photo : Mindfolks

Setelah busana yang nampak begitu cantik dan mewah, mahkota keemasan pengantin Aesan Gede tentunya menyempurnakan tampilan. Susunan bungo cempako, kelapo standan dan kembang goyang beringin seakan merefleksikan kejayaan Sriwijaya yang begitu anggun serta mewah. Nilai-nilai religius yang terkandung di dalam bunga cempako yaitu sebagai penutup aurat terhadap lawan jenis yang bukan muhrim. Selanjutnya terdapat gandik, yaitu ikat kepala yang terbuat dari kain beludru berwarna merah. Terdapat ornamen cantik dibagian atas yang mengandung makna ketenangan hati dan pikiran. Lalu menjuntai di sisi kiri dan kanan telinga, sumping atau tebeng malu berbentuk bola warna-warni yang bermakna manusia harus menjaga pandangan.

Tatanan Rambut

Rambut di bagian belakang kepala ditata membentuk sanggul dengan garis horizontal, bernama sanggul malang atau gelung malang. Tatanan rambut ini memiliki arti wanita Palembang merupakan sosok anggun yang mengutamakan kerapian, serta tenang dalam menghadapi sesuatu. Dan sebagai pelengkap adalah kesuhun atau mahkota dengan motif hias cen yang berarti jalan kelahiran, asal kehidupan. Mahkota ini dianggap sebagai penghormatan dan penghargaan kepada wanita sebagai pusat kehidupan manusia.

Menarik sekali bukan makna busana dan mahkota pengantin Palembang Aesan Gede ini? Selain indah terdapat filosofi yang penuh makna di baliknya!

Photo : Mindfolks