Eating Habit yang Berbeda dengan Pasangan

By Rebebekka on under How To

Sore itu saya semangat sekali menunggu suami saya pulang kerja. Kebetulan saya baru saja selesai menata makanan yang saya masak di atas meja makan. Ketika itu saya menyiapkan nasi hangat, sayur bening bayam dan jagung, gulai tahu dan tempe mendoan, tidak ketinggalan dengan sambal bawang.

Saat suami pulang, ia malah berkomentar, “Lauknya mana?” Saya yang sudah lapar menjawab dengan ketus, ”Itu tempe sama tahu apa?” Ternyata suami saya menganggap bahwa tempe dan tahu bukan lauk karena menurut dia lauk itu harus berupa daging sapi, ayam, atau ikan. Karena hal sepele ini pun, saya menjadi tidak nafsu makan hehe.

Lain lagi dengan teman saya. Suaminya seumur hidup tidak pernah mengkonsumsi nasi. Bukan hanya karena tidak mau, tapi suaminya juga phobia melihat nasi. Jadi jangankan makan, melihatnya saja sudah ogah. Mungkin kalau ia menikah dengan wanita di Eropa sana tidak akan jadi masalah, namun ia menikah dengan orang Indonesia yang memiliki anggapan “belum makan jika tidak makan nasi”.

Kesannya sepele, namun urusan meja makan juga bisa menjadi keseruan tersendiri setelah menikah. Ada yang suaminya tipe carnivora sejati namun memiliki istri seorang vegetarian.  Ada yang istrinya penggemar selai kacang tetapi suaminya baru menelan sebutir kacang saja sudah menjadi masalah karena alergi. Ada pula yang sejak kecil dibiasakan pola makan sehat oleh orangtuanya namun menikah dengan pasangan yang cuek memakan segalanya.  Bagaimana supaya urusan meja makan ini bisa didamaikan dan tidak menjadi masalah yang berarti? Berikut tipsnya.

1. Cek alergi

Ada pasangan di mana istrinya sangat gemar mengkonsumi selai kacang namun menikah dengan pria yang alergi kacang. Sebagai istri yang berperan mengatur menu makanan di rumah, ada baiknya kita memastikan apa saja potensi alergi dari pasangan kita. Jika tidak ada maka kita aman menyajikan makanan untuknya. Namun ada sebagian orang yang tidak bisa mengkonsumi makanan tertentu seperti seafood, kacang – kacangan, coklat, kopi dan lainnya. Ingat betul apa yang menjadi pantangan untuk suami supaya tidak menjadi masalah.

2. Buat menu mingguan

Jika kamu dan suami memang sangat bertolak belakang soal menu makanan, maka apa boleh buat, sebaiknya kamu menyiapkan dua menu makanan untuk kalian. Supaya memudahkan, buatlah menu mingguan dan tempel di tempat yang mudah terlihat. Dengan adanya menu mingguan, kamu tidak perlu pusing lagi setiap harinya ingin memasak apa dan juga mempermudah kamu ketika berbelanja groceries.

3. Tidak mengolok – olok pola makan pasangan

Pernahkah terbayang oleh kamu menikah dengan pria yang menjerit tidak karuan ketika melihat nasi di hadapannya? Mungkin di pikiran kita aneh sekali menemukan orang yang phobia melihat nasi. Namun ketika pasangan kamu memiliki pola atau kebiasaan makan yang menurut kamu aneh, kamu sebaiknya tidak mengolok – olok suami kamu. Dalam kasus ini, tidak perlu memaksanya untuk menghilangkan ketakutannya kepada nasi. Kamu bisa menyajikan makanan lain menjadi pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat.

4. Ajak pasangan untuk ikut pola makan sehat

Jika sebelum menikah kamu sudah terbiasa dengan pola makan sehat seperti makan sayur dan tidak mengkonsumsi gorengan melainkan hanya makanan yang direbus dan dikukus, maka kamu bisa menularkan cara makan kamu itu dengan pasangan kamu. Tidak perlu terburu – buru jika pasangan kamu tidak terbiasa seperti itu. Bisa dengan kamu mulai menyisipkan sayuran kukus atau mentah di setiap sesi makan bersama pasangan. Pelan – pelan saja sampai ia terbiasa.
Nah! Jangan lupa untuk selalu semangat menyiapkan makanan sehat buat suami kamu ya! Tidak ada yang lebih enak selain olahan dari tangan istri tercinta!