Java-Dutch East Indies Theme: Lamaran Intimate Nasta & Julian

By The Bride Dept on under The Engagement

Java-Dutch East Indies Theme: Lamaran Intimate Nasta & Julian

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Six Senses Restaurant

Event Styling & Decor Heart Party Decor

Photography Tantrapana

Videography Tantrapana

Make Up Artist Destya Jill Make Up

Hair Do Jenny Subagyo Hair

Wedding Shoes Unificatio Official

Hand Bouquet Abebochi Florist

Seserahan Box Hantaran Jogja

Jewellery & Accessories Luxmatters

Master of Ceremony Linda Widya

Catering Six Senses Restaurant

Prosesi lamaran yang hangat dan intimate menjadi pilihan pasangan ini. Mengusung perpaduan tema Jawa-Belanda, tampilan klasik sekaligus romantis begitu terasa pada momen ini. Simak momen manis yang mengusung Java-Dutch East Indies Theme: Lamaran Intimate Nasta & Julian di sini!

Konsep Lamaran

Lamaran Nasta & Julian berlangsung cukup intimate karena hanya mengundang keluarga dan kerabat dekat. Tema besar yang kami angkat adalah Java-dutch east indies. Selain itu sejak dulu kami berdua jatuh hati dengan lukisan-lukisan Raden Saleh. Berangkat dari dua hal itu kita membuat konsep lamaran ini jadi sedemikian rupa sehingga bisa menonjolkan unsur-unsur tersebut. Unsur itu dapat dilihat dari pemilihan backdrop dan juga venue lamaran yang berbentuk rumah Joglo dengan sentuhan Belanda tempo dulu (old indies).

Sedangkan untuk pemilihan konsep warna, kami memilih palet muted color. Kebetulan Nasta dan Julian sama-sama memiliki karakter attention to details. Hingga untuk acara lamaran ini, kami berdua memilih sendiri entrace song yang sempurna.

“Lagu yang kita pilih yaitu lagunya Tohpati – Jatuh Cinta, dan kita juga memiliki sederet engagement playlist hahaha”, ungkap Nasta.

Pemilihan lokasi lamaran yaitu di Yogyakarta karena Nasta lahir dan dibesarkan di sini (walaupun keluarga asli Nasta berasal dari Solo). Dalam memilih busana, Nasta mengaku ingin mengenakan kebaya yang simple dengan nuansa abu-abu. Sedangkan untuk keluarga mengenakan busana hijau senada dengan paduan batik. Untuk Julian beserta keluarganya hadir dengan mengenakan kain jumputan Palembang yang merupakan tanah asalnya. Untuk lamaran ini, kami berdua tidak menggunakan prosesi adat lebih ke tema nasional saja.

Make Up & Hair Do

Untuk pemilihan riasan, Nasta mengaku menyerahkan semuanya kepada Make Up Artist pilihannya yaitu Destya Jill Make Up. Untuk tampilannya, ia pun memilih look yang natural dan flawless. Sedangkan hair do, Nasta memilih Jenny Subagyo Hair sebagai penata rambutnya. Nasta hanya menyampaikan permintaannya untuk menggunakan anggrek bulan segar yang dipetik dari kebun sebagai aksesori rambut.

Rancangan Busana

Tidak ada desainer khusus yang merancang busana lamaran Nasta, ia hanya menjahit di tempat langganannya seperti biasa. Untuk pemilihan material, warna hingga model, semuanya Nasta rancang sendiri agar sesuai dengan tema besar pilihannya. Untuk potongannya, Nasta membuat rancangan busana dengan tampilan dreamy dan romantis. Hasilnya pun tentu sangat memuaskan dan memukau!

Lamaran Impian

Julian sebenarnya merupakan junior Nasta saat berkuliah di FH UGM, namun mereka tidak pernah mengobrol. Kami hanya sebatas tahu satu sama lain saja.

“Kita pertama kali nge-date malah pas di Jakarta haha setelah dia DM Instagram aku beberapa kali tapi aku kacangin hahaha”, aku Nasta.

Seiring berjalannya waktu, mereka berdua merasa cocok satu sama lain dan berpacaran kurang lebih lima tahun. Hingga akhirnya kami pun membawa hubungan ini ke jenjang berikutnya dengan mengusung konsep Java-Dutch East Indies Theme.

We are also just got married last week on 12 February!”, ucap Nasta.

Menurut Nasta hal utama dan terpenting dalam mewujudkan lamaran impian adalah komunikasi, baik dengan pasangan maupun orangtua. Sehingga konsep acara lamaran pilihan kami bisa terdeskripsikan dengan jelas. Jika itu sudah dilakukan, hal selanjutnya membuat moodboard. Hal ini tentu untuk mempermudah agar vendor-vendor mengetahui ekspektasi dan keinginan kita. Dan bagaimana para vendor mewujudkan keinginan kami dalam sebuah acara yang diimpikan. And last but not least, harus selalu memiliki opsi vendor-vendor pilihan ya! Pilih vendor yang memang sesuai dengan kata hati dan juga budget.

Jika berbicara tema favorit, kita berdua lebih suka perpaduan antara tradisional dan modern. Alasannya untuk prosesi kita lebih menyukai konsep tradisional karena kita berdua sama-sama cinta dengan budaya masing-masing. Jadi tentu saja ini kesempatan untuk menonjolkan unsur budaya tersebut di dalam acara lamaran maupun pernikahan. Namun untuk aspek visual, contohnya details décor, kami lebih menyukai jika ada unsur modernnya.  Acara lamaran yang mengusung konsep Java-Dutch East Indies Theme ini dilangsungkan di Six Sense Restaurant Yogyakarta.

Inilah top three vendor pada acara Java-Dutch East Indies Theme: Lamaran Intimate Nasta & Julian

  1. Six Senses Restaurant
  2. Heartparty
  3. Tantrapana

Thanks to all vendors to makes our engagement more perfect and beautiful!

Shoes : Unificatio Official

Make Up Artist : Destya Jill Make Up

Hair do : Jenny Subagyo Hair

Hand bouquet : Abebochi florist

Décor : Heart Party Decor

Hantaran: Box Hantaran Jogja

Jewellery : Luxmatters

Photographer & Videographer : Tantrapana

Master of Ceremony : MC Linda Widya

Venue & Catering : Six Senses Restaurant