Keindahan Adat Mandailing pada Pernikahan Fatya & Jack

By The Bride Dept on under The Wedding

Keindahan Adat Mandailing pada Pernikahan Fatya & Jack

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Organizer The Right Two

Bride's Attire Azalia Clarissa

Wedding Entertainment Winky Wiryawan

Photography Jan.ji.co

Make Up Artist Fi Make Up Artist

Event Styling & Decor Cloris Decoration

Venue Villa Phalosa Bali

Ketika jarak tak lagi jadi penghalang, pasangan ini membuktikan bahwa cinta dan rasa saling percaya selalu menguatkan hubungan mereka. Kisah cinta yang tumbuh di London ini memberikan pengalaman tak terlupakan bagi keduanya. Walaupun selalu saja ada tantangan dan rintangan, mereka berdua akhirnya dipersatukan dalam momen yang mengusung keindahan adat Mandailing pada pernikahan Fatya & Jack.

Pertemuan Pertama

Jack dan Fatya pertama kali bertemu saat mereka sedang mengambil studi Master di London Business School, London, pada 2017 silam. Kami berdua duduk di kelas yang sama dan menjalani tahun pertama bersama. Satu tahun berteman, akhirnya pada 2018 kami memutuskan berpacaran. Kami lulus dan mendapatkan gelar MBA di bulan Juli tahun 2019 dan berencana untuk melakukan long-distance relationship antara Jakarta dan Brisbane. Biasanya kami berdua selalu bertemu setidaknya satu bulan sekali, namun karena pandemi dan Australia menerapkan lockdown sekaligus border restriction, kami berdua sempat putus asa. Kami tidak tahu kapan bisa bertemu lagi.

Akhirnya, Fatya mencoba untuk mengajukan travel exemption untuk pergi ke Australia, dimana ia harus menjelaskan secara detail alasan mengapa ingin ke Australia. Fatya bahkan melampirkan sekitar 50 lembar power point presentation yang menjelaskan bahwa hubungan Fatya & Jack adalah genuine dan continuing. Miraculously, Fatya mendapatkan travel exemption dan segera terbang ke Australia keesokan harinya. Fatya berencana tinggal di Australia paling lama tiga bulan saja, tetapi akhirnya Jack dan Fatya setuju bahwa sudah saatnya kita berangkat ke jenjang yang lebih serius. Akhirnya Fatya memutuskan untuk pindah ke Australia.

Hingga akhirnya Jack melamar Fatya tepat di hari ulang tahunnya pada tanggal 4 Juni 2021. Setelah itu kami merencanakan pernikahan bersama-sama. Kami memutuskan untuk mengadakan dua acara pernikahanan yang berlangsung di Brisbane, Australia, dan Bali, Indonesia. Fatya dan Jack menikah di Brisbane pada hari ulang tahun Fatya tanggal 4 Juni 2022 dan setelah itu kami mengadakan resepsi yang mengangkat tradisi Indonesia di Bali pada tanggal 2 Juli 2022. Resepsi yang indah dengan mengusung tema keindahan adat Mandailing pada pernikahan Fatya & Jack.

Konsep Pernikahan

Karena kami sudah menikah di Brisbane pada tanggal 4 Juni 2022, konsep resepsi di Bali menggunakan adat Mandailing. Fatya sendiri berasal dari keturunan Mandailing dan selalu memimpikan menikah dengan mengenakan bulang. Dalam pernikahan adat Mandailing ini, terdapat berbagai macam rangkaian adat dari manortor, mangulosi, hingga pemberian tepung tawar. Ia dan keluarga memutuskan untuk melakukan manortor, mangulosi dan pemberian tepung tawar. Semua ini bermakna sebagai pelepasan Fatya menuju jenjang pernikahan secara adat, serta menerima Jack dan keluarga Hutchinson ke keluarga besar Pulungan. Ibunda Fatya pun menyanyikan lagu ‘Borhat Ma Dainang’ yang memiliki makna melepaskan anak perempuannya ke jenjang pernikahan dengan doa dan harapan. Sang mempelai wanita nampak memukau saat mengekanan kebaya dengan accessories Mandailing, termasuk bulang. Begitupun juga dengan Jack yang mengenakan jas dan accessories Mandailing, yaitu Ampu dan Ulos.

Setelah prosesi adat, acara dilanjutkan dengan cocktail hour dimana seluruh undangan dapat bersantai dan bernyanyi bersama. Saat matahari mulai terbenam, resepsi makan malam pun dilaksanakan. Konsep resepsi adalah relaxed and fun. Selain sambutan dari sahabat Fatya & Jack, kami juga mengadakan games dan trivia untuk para undangan.

Games yang aku pilih adalah games 17 Agustusan karena aku ingin menunjukkan budaya Indonesia ke keluarga Australia-ku”, ungkap Fatya.

Make Up & Hair Do

Sejak lama Fatya memang ingin sekali memakai bulang di acara pernikahannya, oleh karena itu ia memilih tampilan make up dan tata rambut yang menyesuaikan dengan adat Mandailing. Riasan yang ia pilih lebih bertema lembut karena Fatya tidak mau tampil dengan make up bold. Untuk tatanan rambut tentunya disanggul karena akan menggunakan mahkota Mandailing. Untuk membuat tampilan jadi lebih memukau, Fatya memilih bunga anggrek untuk menjadi aksesori rambut karena bunga itu adalah favorit sang mempelai wanita. Sedangkan untuk resepsi, ia tetap menggunakan soft makeup dengan rambut tergerai yang mengusung tema Hollywood glam.

Desainer Pilihan

Busana pilihan yang dikenakan saat momen pernikahan Fatya dan Jack adalah Azalia Clarissa. Beliau dipercaya untuk merancang kebaya sekaligus dress resepsinya. Sudah sejak lama Fatya memutuskan untuk mengenakan kebaya 2-in-1 dari acara adat sampai ke acara resepsi. Untuk acara adat, kebaya ini dipadukan dengan songket dan accessories Mandailing. Setelah itu, Fatya akan mengganti kain songket tersebut dengan evening gown yang begitu elegan.

Aku sudah mengikuti Instagram Azalia sejak aku bertunangan. Dan tentunya sangat jatuh cinta dengan desain kebaya dan payet ciri khas Azalia. Menurutku desain Azalia sangat cocok dengan personality aku – modern classic”, ucap Fatya.

Dengan penuh keyakinan, Fatya mencari desain kebaya 2-in-1 dari Azalia, menurutnya koleksi kebayanya begitu versatile dan chic! Saat pertama kali menghubungi Azalia dan mulai berkonsultasi, Fatya sangat yakin dengan pilihannya ini. Azalia begitu sabar mendengarkan semua keinginannya dan berusaha mewujudkan seluruh permintaan Fatya dengan kreativitasnya sendiri. Tentunya seluruh proses dilakukan jarak jauh karena sang calon mempelai berada di Brisbane. Dari mulai proses desain hingga fitting pertama dilakukan secara jarak jauh sampai akhirnya ia datang ke Jakarta untuk mencobanya secara langsung. Setelah itu, semua berjalan lancar sampai kebaya indahnya tiba di Bali.

Pernikahan Impian

Menurut Fatya untuk mewujudkan pernikahan yang sesuai dengan keinginan, para bride-to-be sebaiknya menggunakan jasa Wedding Planner/Organizer. Setelah menemukan WO yang tepat dan berkualitas, jangan lupa untuk selalu mendiskusikan visi pernikahan dengan mereka. Tentunya Fatya merencanakan pernikahan ini secara jarak jauh, sehingga komunikasi merupakan hal yang sangat penting. Kami memiliki group whatsapp yang aktif dan google drive lengkap dengan semua check list serta dokumen terkait pelaksanaan pernikahan ini. Wedding Organizer pilihan Fatya adalah The Right Two, mereka sendiri berbasis di Bali, sehingga semua perencanaan terjadi secara jarak jauh.

Untuk merealisasikan pernikahan ini, Fatya juga dibantu oleh sang Mama dan juga adik yang ada di Jakarta. Mereka bisa terbang ke Bali untuk melakukan pengecekan sekaligus meeting bersama WO tanpa memerlukan kehadiran Fatya dan Jack. Fatya mengaku sangat menyukai perpaduan adat tradisional dengan sentuhan modern. Sehingga ia pun mengusung acara yang mengusung keindahan adat Mandailing pada pernikahan Fatya & Jack.

“Aku sangat bangga dengan budaya Indonesia, terutama adat Mandailing. Namun, aku juga ingin mengadakan acara yang relaxed dan fun!”, ungkap Fatya.

Acara pernikahan yang dilangsungkan di Villa Phalosa, Bali, ini tentunya tidak akan berjalan sempurna tanpa vendor pilihan mereka. Inilah top three vendor pilihan Jack & Fatya:

  1. The Right Two (WO)
  2. Azalia Clarissa (Designer)
  3. Winky Wiryawan (DJ)

And of course thanks to all vendor to make our wedding more beautiful:

Wedding Organizer : The Right Two

Photographer : Jan.ji.co

Desainer : Azalia Clarissa

Make Up : Fi Mua

Decoration : Cloris Decoration

Entertainment : Winky Wiryawan

Venue : Villa Phalosa Bali