Keindahan Hutan Hijau pada Pernikahan Ghina & Lukman

By The Bride Dept on under The Wedding

Keindahan Hutan Hijau pada Pernikahan Ghina & Lukman

Style Guide

Style

International

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Hutan Kota by Plataran

Event Styling & Decor Prolog Design

Wedding Organizer Carlita Wedding Organizer

Photography Morden.co

Videography Imagenic

Event Styling & Decor Tea Rose Wedding

Others of.earthwindandwater

Bride's Attire Studio BOH

Groom's Attire Studio BOH

Groom's Attire Jan Sober

Jewellery & Accessories Buah Tangan Widuri

Jewellery & Accessories Epa Jewel

Make Up Artist Dhirman Putra

Hair Do Woko S

Mahar Babagi Gifts

Hand Bouquet Flore Bastille

Wedding Cake Fleur by Raja x Fjori Marri

Master of Ceremony Arief Fadillah Riza

Master of Ceremony Betha Susanto

Wedding Entertainment La Oficio

Others Praya Visual

Others Indo Usher

Photobooth Kotak Foto

Invitation Wedding Kita

Berpacaran selama delapan tahun sejak masa kuliah hingga bekerja, pasangan ini sempat ragu untuk melangkah ke jenjang selanjutnya. Namun selalu ada saja jalan Tuhan untuk mempersatukan setiap pasangan dengan cara yang indah. Dengan mengusung konsep keindahan hutan hijau pada pernikahan Ghina & Lukman, mereka berdua sukses menampilkan pernikahan yang begitu memesona!

Pertemuan Pertama

Cerita awal perkenalan kami, delapan tahun lalu, mungkin dapat dikatakan kurang spesial. Mengapa? Karena sebenarnya kami berdua memang dijodohkan—diperkenalkan—oleh seorang sahabat, namanya Nirbita Jovenisa. Kebetulan saat itu kami berkuliah di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Bandung. Karena sama-sama berasal dari Jakarta dan memiliki teman serupa, kami pun kerap bertemu dan main bersama sepulang kuliah. Kami berpacaran selama kuliah di daerah yang lumayan terpencil tersebut selama sekitar empat tahun lamanya.

Setelah lulus kuliah dalam kurun waktu yang berdekatan, Lukman sempat berkuliah S2 di Manchester, United Kingdom, selama satu tahun. Saat itu sebenarnya hubungan kami menjadi sangat renggang. Kami senang bisa berjauhan karena dapat menemukan kesenangan serta hobi masing-masing.

Berpisah selama satu tahun ternyata berhasil mempererat hubungan kami begitu Lukman kembali. Di awal tahun 2021, ibu saya mempertanyakan keseriusan Lukman dalam hubungan kami. Obrolan mengenai pernikahan memang belum pernah terucap dengan serius karena kami selalu memikirkan kesiapan finansial. Namun, orang tua kami selalu berpesan, “kalau niatnya baik, pasti akan dibukakan jalan”, ungkap sang Ibunda. Akhirnya pada anniversary kami yang ke tujuh tahun, tepatnya pada 8 Februari 2021, Lukman memutuskan untuk bertanya langsung pada saya, di kantor kami.

“Apakah kamu siap untuk menjalankan bisnis ini bersamaku selamanya?”, tanya Lukman pada Ghina.

Mungkin memang benar, sampai saat ini, apapun yang kami inginkan dalam merencanakan pernikahan, entah kenapa selalu dibantu oleh rekan-rekan Prolog Design. Misalnya saja, saat melakukan prewedding, kami disponsori oleh fotografer, Jati Diri Ono, makeup artist, Kanya Putri serta busana pria dan wanita lengkap dengan aksesori Jawa dari Anggun Busana. Terharu! Begitu juga saat acara wedding, kami dihadiahi videography oleh Imagenic.

Konsep Pernikahan

Terinspirasi oleh keinginan kami akan suasana pernikahan di tengah hutan yang damai, namun kedua orang tua tetap ingin melaksanakan pernikahan di tengah kota. Ruang Kaca Melati di Hutan Kota by Plataran menjadi pilihan utama karena ruangan memiliki langit-langit yang tinggi dan didominasi oleh kaca transparan, sehingga pemandangan taman di area luar tetap jelas terlihat. Menyelaraskan pemandangan luar ruangan dengan dekorasi pernikahan, dedaunan layaknya cemara, lumut, serta ranting-ranting justru menjadi fokus utama. Dekorasi penuh bunga klasik tidak tampak pada pernikahan ini, karena saya dan tim Prolog Design ingin menampilkan hal yang unik dan tak biasa. Kami mengombinasikan sedikit bunga tulip berona biru terang dan gelap, carnation putih, dan eryngium biru laut agar dekorasi tetap apik, namun tampil selaras dengan kebaya karya Studio BOH yang berona abu-abu gelap.

Konsep Green Forest

Tema keindahan hutan hijau pada pernikahan Ghina & Lukman ini juga diperkuat dengan adanya elemen kupu-kupu beragam warna—biru muda, biru terang, cokelat yang tersebar pada dedaunan cemara yang dibuat menggantung layaknya pepohonan di tengah hutan. Elemen lumut juga tersebar pada lantai marmer, berbaur manis dengan segenap batang yang ditata natural.

Pada acara yang berlangsung di malam hari itu, terdapat prosesi potong kue dan melakukan suapan pada pasangan. Saat itupun Ghina memegang bouquet bunga yang juga mengusung palet warna gelap yang sama, yakni hijau dari dedaunan serta beragam bunga berona biru, putih, dan mawar yang diwarnai abu-abu. Bunga phalaenopsis sendiri menjadi fokus utama pada kue dan bouquet karena merupakan bunga favorit pengantin wanita.

Nuansa hutan tak hanya terlihat pada dekorasi dan beragam elemen pendukung malam itu, para tamu undangan telah dapat merasakan suasana tersebut semenjak menerima undangan digital yang dihiasi elemen flora dan fauna, yakni dedaunan, bunga, dan grafis kupu-kupu serta burung. Tak hanya itu, para tamu undangan, baik offline maupun online, dapat mempergunakan filter dan GIF Instagram dengan tema hutan tersebut saat acara berlangsung. Pada area luar acara, terdapat sebuah photobooth dengan latar belakang instalasi pepohonan yang tentunya langsung mengundang perhatian.

Pemilihan Make Up dan Tata Rambut

Untuk acara ini, Ghina ingin terlihat “manglingi” karena pernikahan adalah satu-satunya waktu dimana ia akan menjadi pusat perhatian. Ghina pun memilih Dhirman Putra sebagai makeup artist dan WOKO sebagai hair stylist. Ghina mengungkapkan bahwa ia rajin melihat portfolio mereka di Instagram sehingga bisa jadi langkah tepat untuk mengetahui apakah kamu merasa pas atau tidak dengan vendor tersebut.

“Saya tidak melakukan tes makeup karena saya percaya bahwa seorang profesional pasti lebih mengetahui gaya riasan yang cocok bagi saya. Untuk pilihan gaya rambut dan melati, saya melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada Mas Woko perihal kecocokannya pada bentuk muka”, ungkap Ghina.

Desainer Kebaya

Acara akad nikah kami mengusung tema nasional, dimana Lukman dan keluarga mengenakan teluk belanga dan kebaya serta kain batik sebagai padanannya. Sedangkan Ghina menggunakan melati dan aksesori rambut khas Jawa yang memberikan kesan etnik, namun tetap modern karena tidak mengenakan paes. Satu hal yang menarik, busana pengantin wanita dipercantik oleh bordir dua pasang burung warna emas yang memberikan benang merah dengan tema hutan yang dipilih.

Pada acara resepsi, pengantin pria pun berganti pakaian yang lebih kekinian, yakni jas abu-abu muda dari Jan Sober. Sedangkan pengantin wanita tetap mengenakan pakaian yang sama dari Studio BOH, namun melepas cape bagian luar agar terlihat bergaya internasional. Aksesori khas Jawa dan melati diganti oleh veil mini serta anting pajang menjuntai yang syarat akan tema tersebut.

Tema Foto Pre-Wedding

Foto Formal Modern dengan Gaun dan Suite

Karena Ghina bekerja di Majalah ELLE Indonesia, kami ingin memberikan sentuhan editorial pada foto pre-wedding kami. Terinspirasi oleh beragam foto khas majalah Korea, kami pun memutuskan untuk memberikan aksentuasi background akrilik transparan warna hitam pada area outdoor yang menciptakan paduan setindoor dengan suasana effortless dari pepohonan.

Vendors:

Photography: Jati Diri Ono (@byjatidiriono)

Fashion Styling & Set Design: Prolog Design (@_prologdesign)

Makeup: Kanya Putri (@kanyaputri_makeup)

Hair: Antonia (@antoniahairdo)

Attire: White by Gail (@white_bygail)

Foto Jawa Klasik

Busana Jawa klasik dengan materi beledu hitam karena kami tidak menikah dengan adat apapun, padahal kami berdua ada keturunan Solo dari Ibu kedua mempelai. Ghina dan Lukman ingin membahagiakan mereka, sehingga kami sangat menginginkan foto Jawa klasik dengan latar belakang bangunan pendopo di Plataran Kinandari (Cilandak KKO) yang memang sudah kami incar semenjak mencari venue pernikahan. Supaya tidak monoton, tim Prolog Design membawa kanvas dengan cetakan foto pemandangan dari kamera Jati Diri Ono sebagai latar belakang, sekali lagi, untuk menciptakan perpaduan set indoor dan pemandangan outdoor.

Vendors:

Photography: Jati Diri Ono (@byjatidiriono)

Fashion Styling & Set Design: Prolog Design (@_prologdesign)

Makeup: Kanya Putri (@kanyaputri_makeup)

Hair: Antonia (@antoniahairdo)

Attire: Buah Tangan Widuri (@buahtanganwiduri)

Foto Studio

Inspirasi awalnya karena kami dari dulu ingin sekali honeymoon ke Jepang, namun belum tercapai karena pandemi, jadi kami memutuskan untuk memberikan nuansa Jepang pada foto tersebut. Baju Fbudi & Jan Sober jadi pilihan kami karena desain keduanya memang kerap terinspirasi oleh gaya Jepang.

“Untuk set, inspirasi awalnya dari kami sendiri yang setelah berpacaran bertambah berat 25 kg hehehe. Dulu saat kuliah di Jatinangor, setiap weekend kami bahkan naik tol >30km ke Bandung untuk mencari makanan Jepang apapun—mulai dari sushi, ramen, udon—hahahaha”, ucap Ghina.

Vendors:

Photography: Jati Diri Ono (@byjatidiriono)

Fashion Styling & Set Design: Prolog Design (@_prologdesign)

Makeup: Obby (@obbymakeup)

Hair: Hotnidah (@hotnidah)

Attire: Fbudi dan Jan Sober

Mewujudkan Pernikahan Impian

  • Mengumpulkan referensi dan riset sebanyak mungkin, baik melalui media sosial ataupun survey langsung ke lapangan. Ghina bahkan mendatangi +-8 venue
  • Membuat konsep dalam bentuk moodboard dan menjelaskannya sedetail mungkin saat meeting bersama vendor-vendor.
  • Hire wedding stylist tentunya :p

Jika harus memilih konsep tradisional atau modern yang disukai, Ghina mengaku menyukai keduanya. Jika ia sendiri harus memilih maka Ghina pun akan menggabungkan keduanya. Akad dengan tema nasional menggunakan kebaya dan aksesori klasik Jawa seperti cunduk mentul dan melati tibo dodo, sedangkan Lukman menggunakan teluk belanga dan batik. Untuk resepsi kami memilih tema modern menggunakan dress dan suit. Perlu diingat, busana keluarga inti dan tamu undangan juga perlu diselaraskan ya! Acara yang berlangsung dengan indah ini dilangsungkan di Hutan Kota by Plataran, GBK Senayan. Untuk membuat acara bertema keindahan hutan hijau pada pernikahan Ghina & Lukman, inilah top three vendor pilihan mereka berdua:

DĂ©cor: Tea Rose

Ilustrasi: Of Earth Wind & Water

Kebaya: Studio BOH

Thanks to all vendors to make this wedding more beautiful:

Venue: Hutan Kota by Plataran

Hari dan Tanggal: Sabtu, 30 Oktober 2021

Wedding Styling & Conceptor: Prolog Design (@_prologdesign)

Wedding Organizer: Carlita (@carlitaweddingplanner)

Photography: Morden (@morden.co)

Videography: Imagenic (@imagenic)

Decorations: Tea Rose Wedding (@tearosewedding)

Illustration: (@of.earthwindandwater)

Bride’s Attire: Studio BOH (@studioboh)

Groom’s Attire: Studio BOH (@studioboh) & Jan Sober (@jansober)

Akad Accessories : Buah Tangan Widuri (@buahtanganwiduri)

Reception Accessories : Epa Jewel (@epajewel @epabridal)

Makeup: Dhirman Putra (@dhirmanputra)

Hair: Woko (@woko_s)

Mahar: Babagi (@babagi.gifts)

Bouquet: Flore Bastille (@florebastille)

Wedding Cake: Fleur by Raja (@fleurbyraja) x Fjori Marri (@fjorimarri)

MC: @mc_arief @bethasusanto.mc

Entertainment: La Oficio (@laoficio)

Live Streaming: Praya Visual (@praya.visual)

Usher: Indo Usher (@indousher)

Photobooth: Kotak Foto (@kotakfotophotobooth)

Digital Invitation: Wedding Kita (@weddingkita_)