Lamaran Simple Klasik Nathayama-Haqqi

By The Bride Dept on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Bride's Attire Hergaia

Venue Bumi Apsari

Photography Terragraph.co

Momen lamaran tentunya jadi awal baru untuk sebuah hubungan sebelum mencapai pernikahan. Pasangan ini dipertemukan karena perjodohan teman dan tak ketinggalan peran sosial media. Mereka pun baru saja resmi melakukan lamaran simple klasik Nathayama-Haqqi.

Pertemuan Pertama

Nathayama dan Mas Haqqi, mereka berdua sama-sama mengenyam kuliah jurusan Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Kami sudah tau satu sama lain sejak tahun 2014, namun memang tidak pernah berkenalan secara langsung selama masa kuliah. Beberapa tahun lalu memang Mas Haqqi ada intensi untuk mengenalkan diri dan melakukan pendekatan. Namun sayangnya pada saat itu kami berdua sama-sama sibuk. Akhirnya melalui perjodohan teman dan media sosial akhirnya kami pun bertemu secara langsung di akhir tahun 2019 di sebuah coffee shop di Kawasan Senopati.

Konsep Lamaran

Acara lamaran Nathayama dan Haqqi dapat dikatakan cukup unik karena langsung di sambung dengan prosesi pengajian menjelang pernikahan.

“Jadi bisa dibilang konsepnya ringkes hahaha :D Kebetulan keluarga calon suami tinggal di Afrika Utara, sehingga kami hanya memiliki waktu 1 bulan untuk mengadakan seluruh rangkaian acara menjelang pernikahan sebelum keluarga Haqqi kembali kesana”. Cerita Nathayama.

Ditambah dengan kasus Covid yang sedang tinggi, kami tidak bisa mengadakan acara berkali-kali tanpa meningkatkan resiko terpapar. Sedangkan acara pernikahan kami sudah sebentar lagi. Sebenarnya tidak ada prosesi adat khusus untuk lamaran ini. Kami berdua memiliki darah Jawa dengan sedikit campuran Sunda. Pernikahan kami nanti akan dilaksanakan dengan full adat Jawa. Karena kami tetap ingin memunculkan kedua adat tersebut, maka saat lamaran kami menyelipkan adat Sunda kami melalui kain yang kami gunakan. Mas Haqqi memakai tenun sutra Garut sedangkan Nathayama mengenakan kain batik sulam bulu yang dibeli dari Batik Sutra Garut (Viera Sutra Alam), Namun, untuk acara sendiri kami adakan di tempat yang memiliki nuansa pendopo Jawa. Dengan begitu kami tetap dapat menonjolkan kedua budaya tersebut.

Pemilihan Make Up & Hair Do

Dalam pemilihan make-up aku berusaha untuk mencari MUA yang memiliki gaya riasan soft natural. Pilihan Nathayama jatuh kepada Ayura karena sebelumnya sudah pernah di makeup dengan Mbak Yura di salah satu pernikahan sepupu. Sejak itu Nathayama merasa sangat cocok dengan style riasannya. Sedangkan dalam pemilihan rambut ia sudah jatuh hati dengan gaya khas dan kerapian Mas Fajri dari Fajrisalonnew. Tidak salah pilih karena rambut sang calon pengantin ini terlihat sangat cantik dan tetap rapi meski pun acara berlangsung dari pagi hingga malam hari.

Busana Pilihan

Untuk kebaya lamaran ini Nathayama membuat kebaya di Merras Official. Ia mengaku busana favoritnya adalah dress pengajian yang secara spesial dibuat untuknya oleh Hergaia. Hergaia memberikan sentuhan payet yang sangat detail dan rapi. Meskipun kain yang dibelinya dari Bindu Samtani sudah begitu cantik, namun Hergaia mampu untuk scale up dress pengajian tersebut menjadi lebih elegan dan istimewa.

Lamaran Impian

Karena kami berdua masih bekerja dan cukup sibuk, acara lamaran dan pengajian ini tentunya bisa berjalan dengan lancar karena bantuan dari Wedding Planner, Martee Wedding Planner. Ditambah pentingnya planning dan preparation yang matang sejak lama, karena vendor-vendor favorit antriannya memang cukup panjang. Jadi kita berdua harus make sure bahwa kami mendapatkan vendor-vendor terbaik di acara ini. Nathayama sendiri mengaku menyukai konsep acara klasik tradisional. Meskipun tumbuh kembang di kota besar, selalu ada rasa untuk ingin kembali mempelajari dan mengembrace budaya tradisional yang dimiliki oleh leluhur.

“Menurutku tradisi kita memiliki banyak makna indah dan baik secara tersirat”. Ungkap Nathayama.

Acara lamaran dan pengajian Nathayama dan Haqqi berlangsung di Bumi Apsari. Dari awal mereka selalu ingin mengadakan acara lamaran di pendopo yang memiliki nuansa Jawa. Dan pilihan ini memang tidak salah, karena seluruh tamu memuji keindahan pendopo Bumi Apsari. Sedangkan untuk dekorasi ia memilih Cassia Decoration dan Nathayama sengaja memilih nuansa bunga berwarna putih agar dekornya bisa menyelaraskan dengan suasana pendopo Jawa tanpa terkesan mencolok mata.

Top 3 vendor pilihan untuk lamaran simple klasik Nathayama-Haqqi:

  1. Hergaia

Benar-benar sukses mewujudkan dress pengajian impianku!

  1. Bumi Apsari

Untuk kalian pecinta tempat dengan aksen Jawa yang kental, tempat ini sangat recommended karena bisa membuat acara kalian semakin khidmat.

  1. Terragraph.co

Mampu meng-capture keindahan suasana tempat dengan editan yang hangat.