Mengatasi Keresahan Menjelang Pernikahan

By Rebebekka on under How To

Resah, khawatir dan gelisah adalah hal yang wajar dialami oleh banyak brides to be. Memasuki babak besar dalam hidup membuat kita bertanya – tanya apa yang akan terjadi di esok hari. Belum lagi urusan acara pernikahan yang menyita waktu dan pikiran.

‚ÄúApakah dana yang dibutuhkan akan melebihi budget yang saya perkirakan?‚ÄĚ

‚ÄúApakah entertainment band akan datang tepat waktu di hari H?‚ÄĚ

‚ÄúApakah vendor – vendor bisa melakukan tugasnya dengan baik saat acara berlangsung?‚ÄĚ

‚ÄúApakah makanan yang disajikan catering akan enak dan memuaskan tamu yang datang?‚ÄĚ

‚ÄúApakah orangtua saya akan baik – baik saja jika saya tinggal sesudah menikah nanti?‚ÄĚ

‚ÄúApakah mertua akan bersikap baik kepada saya?‚ÄĚ

‚ÄúApakah dia memang orang yang tepat untuk saya nikahi?‚ÄĚ

Begitu banyak pertanyaan dan kekhawatiran mendera para brides to be menjelang pernikahannya. Pikiran – pikiran negatif harus segera ditepis loh brides karena ini akan membuat kamu menjadi tidak tenang bahkan aura kecantikan kamu bisa memudar karena resah yang berlebihan tersebut. Lantas bagaimana cara untuk membuat diri bisa lebih tenang, berikut caranya.

 

  • List Kekhawatiran
    Tuliskanlah semua kekhawatiran yang ada dalam benak kamu hingga kepada hal – hal terkecil sekalipun. Dengan menuliskannya kamu akan menjadi sedikit lebih lega karena seakan – akan beban yang ada di dalam pikiran kamu sudah tertuang di atas kertas tersebut. Selesaikan satu persatu masalah atau hal teknis yang belum selesai dan buat check list untuk progress yang sudah kamu laksanakan.

 

  • Cerita Dengan Pihak Yang Positif
    The Bride Dept pernah membahas seperti apa pihak yang pantas untuk kamu curhatin. Karena memilih teman curhat yang salah bisa fatal akibatnya. Sebaiknya kamu selalu memilih orang yang berpikiran positif sehingga ia bisa menularkan energi positif juga kepada kamu yang sedang resah. Tinggalkan saja sementara orang – orang yang selalu memberikan komentar negatif karena ini hanya akan memperburuk keadaanmu.

 

  • Cerita Kepada Pasangan
    Pasangan kamu berhak tahu isi hati dan keresahan kamu. Rencanakan waktu berdua untuk makan malam bersama di luar waktu mempersiapkan pernikahan agar kamu bisa berbagi cerita dengannya. Ini juga menjadi semacam tes ujian untuknya bagaimana dia bisa menenangkan kamu yang akan menjadi calon istrinya kelak. Bisa memenangkan istri adalah kemampuan utama yang harus dimiliki oleh para suami, bukan begitu brides?

 

  • Berpuasa dan Meditasi
    Cobalah berpuasa dengan pedoman dan ajaran masing – masing kepercayaan kamu. Berpuasa dipercaya bisa mengontrol emosi dan menenangkan hati seseorang. Kombinasikan puasa kamu dengan meditasi seorang diri. Jadikan meditasi sebagai aktivitas kamu sebelum tidur. Cobalah fokus pada satu hal seperti suara nafas atau detak jantung kita. Jangan dulu pikirkan hal – hal yang memberatkan kita supaya jiwa kita bisa tenang.

 

  • Berdoa
    Tidak ada hal yang lebih baik untuk menenangkan diri selain daripada berserah kepada sang pencipta. Sholat tahajjud, berlutut di gereja, doa novena, sembahyang dan cara berdoa lainnya sesuai keyakinan kamu adalah cara terbaik untuk menenangkan diri kamu. Yakin dan percaya bahwa sang pencipta akan memberikan yang terbaik untuk kamu di hari pernikahan maupun untuk kehidupan pernikahan kamu selanjutnya.

Orang bijak mengatakan bahwa khawatir adalah hal yang sia – sia karena tidak akan menambahkan apa pun kepada diri kita. Do your best and let God do the rest brides!