Mengenal Kain Songket Sumatera

By The Bride Dept on under How To, Pernikahan Adat

Mengenal Kain Songket Sumatera

Daerah Sumatera memang terkenal dengan kain tradisionalnya yang memukau dan elegan. Kain Songket sendiri merupakan jenis kain tenun yang dikenal di seluruh Indonesia khususnya Sumatera. Setiap motif yang dihasilkan memiliki cerita dan makna tersendiri. Ingin tahu lebih banyak tentang kain ini? Mari kita mengenal kain Songket Sumatera bersama Vienna Gallery di sini!

Warisan Budaya Indonesia

Photo : Vienna Gallery

Sumatera merupakan salah satu pewaris seni tenun tradisional, yang dikenal dengan istilah kain Songket. Kain ini diyakini oleh para ahli sejarah sudah dikenal sejak masa Kerajaan Sriwijaya (abad 7-14 Masehi). Vienna Gallery Product merupakan salah satu usaha produk tenun songket dari Indonesia yang berdiri sejak tahun 2005. Usaha tenun yang pertama kali dibuat oleh Ibunda Lily Mulyati dan dikembangkan oleh Vienna Fridiana S.sn dengan nama Vienna Gallery Indonesia.

Tenun ATBM

Photo : Vienna Gallery

Tenun songket sendiri dibuat dengan menggunakan alat tenun bukan mesin/ATBM. Kain ini dibuat oleh para pengrajin kami, pengerjaannya pun bisa memakan waktu tiga sampai empat bulan untuk sehelai tenun songket. Benang yang dipergunakan juga merupakan benang khusus dan ditenun satu persatu. Begitu pula dengan pewarnaan benangnya semua dilakukan dengan cara alami. Proses pewarnaan benang untuk kain songket memiliki teknik yang beragam. Kami menggunakan teknik pencampuran manual sehingga setiap warna pada kain yang dibuat akan berbeda-beda.

Tenun Mesin

Photo : Vienna Gallery

Lain halnya dengan Songket yang pembuatannya dengan menggunakan mesin. Hasil benangnya merata karena menggunakan benang biasa (tampilan hasilnya pun tidak menyala seperti tenunan tangan/ATBM). Pembuatan songket Palembang menggunakan bahan baku benang sutera asli, yang sebelum diberi lapisan emas masih berwarna putih. Benang tersebut kemudian dimasukkan dan didesain ke dalam alat penenun yang biasa disebut dengan dayan.

Semua bagian dayan, yaitu cagak dan beliro mempunyai fungsinya masing-masing yaitu untuk menarik benang dan kemudian diganti oleh benang yang lain. Begitu seterusnya hingga benang-benang yang ada menjadi satu kesatuan membentuk motif pada kain songket. Bahan dasar tenun adalah lungsen yang terbuat dari kapas, serat kayu , serat nanas , serat pisang. Sedangkan untuk hiasannya terdiri dari benang emas, benang perak dan benang tembaga sehingga menghasilkan karya tenun songket yang indah.

Motif Tenun

Photo : Vienna Gallery

Dalam sehelai kain tenun songket Indonesia memiliki beragam motif yang penuh makna. Contohnya bungo cino, bungo inten, bungo melati, bungo tanjung, motif limar, motif nago besaung dll. Setiap motif dan warna memiliki arti di dalamnya, yang tentunya memberikan makna tersendiri. Harga kain songket pun beragam tergantung dari benang serta motif yang digunakan. Untuk harga kain songket ATBM harganya bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta. Semuanya tergantung pada benang yang dipergunakan dalam proses pembuatan songket itu sendiri.

‚ÄúKain Songket tidak hanya digunakan pada acara formal saja bahkan kini songket pun digunakan dalam acara semi formal. Kini kain Songket dapat didesign dalam bentuk fashion seperti diaplikasikan pada jaket hingga gaun yang tak kalah menawan‚ÄĚ, ujar Vienna Fridiana selaku owner Vienna Gallery.

Tips Menyimpan Kain Songket

  1. Gulung songket dengan menggunakan pipa pralon.
  2. Usahakan jangan menekuk bagian songketnya.
  3. Ikat dengan pita di bagian tengah songket.
  4. Jangan menyimpannya dalam posisi berdiri (vertikal), sebaiknya rebahkan dalam posisi horizontal agar kain tidak menjadi kusut.
  5. Masukkan biji merica ke dalam kantong tule, kemudian simpan di dalam kantong songket tersebut (merica dalam bentuk biji bukan bubuk).

Tips Merawat Songket

  1. Sehabis menggunakan Songket, sebaiknya angin-angin kain tersebut.
  2. Posisi furing (pelapis) menghadap keluar, lalu jemur (tidak terkena matahari langsung).
  3. Sebaiknya hindari untuk mencuci Songket karena warnanya akan menjadi turun tetapi bukan luntur ya Brides!
  4. Jika furing sudah kotor, mintalah penjahit untuk menggantinya dengan bahan furing yang baru.
  5. Nah, bagaimana nih Brides kalian sudah mengenal kain Songket Sumatera dengan baik? Semoga tips ini bermanfaat ya! Apalagi bagi para bride-to-be yang akan mengenakan kain ini pada momen pernikahannya!

Semoga info ini dapat bermanfaat bagi pencinta tenun songket Indonesia khususnya kepada calon pengantin yang akan memilih songket dalam momen spesial.

Cover Photo : Mindfolks