Mengenal Malam Pacar dalam Prosesi Pernikahan

By The Bride Dept on under How To, Pernikahan Adat

Mengenal Malam Pacar dalam Prosesi Pernikahan

Beragam prosesi dipersiapkan oleh calon pengantin sebelum melangkah menuju pernikahan. Salah satu tradisi yang dapat kita temui di beberapa daerah adalah memakaikan inai/pacar ke kuku jari calon pengantin wanita. Memiliki proses yang sama yaitu memakai pacar, setiap daerah memiliki ciri khas berbeda yang tentunya unik. Ingin tahu lebih dalam? Yuk, mengenal malam pacar dalam prosesi pernikahan selengkapnya di sini!

Malam Boh Gaca-Aceh

Malam boh gaca atau malam inai diadakan menjelang pesta pernikahan dan biasanya digelar selama 3-7 hari berturut-turut. Beberapa prosesi digelar pada malam ini, yaitu  peusiejeuk  (prosesi pemberian tepung tawar) kepada calon dara baro dan peusiejeuk gaca, serta bate mupeh (batu giling). Makna dari prosesi ini adalah memberi dan menerima restu serta mengharapkan keselamatan atas segala peristiwa yang akan terjadi, kepada Allah SWT.

Semua perlengkapan yang telah disiapkan seperti daun pacar dan lainnya ditempatkan di atas piring yang telah dihias, lalu diletakkan di dalam daleung pada tika meusujo (tikar sulaman benang emas khas Aceh). Tujuan prosesi ini adalah untuk memberi kekhasan dan menambah pesona pada pengantin wanita. Motif inai yang diukir seperti motif pintu Aceh, cincin Nabi Sulaiman, bungong awan sion, bungong awan meucanek dan lainnya. Setiap motif tentunya memiliki nilai filosofi tersendiri.

Malam Bainai-Minang

Digelar pada malam sebelum pernikahan, di malam terakhir calon pengantin wanita atau anak daro merasakan kebebasan sebagai wanita lajang. Calon mempelai wanita akan menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat. Sebelum melangsungkan prosesi bainai, anak daro terlebih dulu melakukan ritual mandi-mandi, atau siraman  dalam tradisi Jawa. Kata Bainai sendiri berarti memakai inai, yaitu tumbuhan yang mengeluarkan warna jingga ketika ditumbuk. Inai yang telah ditumbuk tersebut dibubuhkan pada kuku jari anak daro, dimana setiap jari memiliki arti yang berbeda.

Misalnya, jari kelingking menyisipkan harapan semoga anak daro kelak dapat mengatasi hal-hal sulit yang susah ditembus oleh suami. Jari tengah melambangkan pengharapan agar kelak anak daro dapat adil membagi kasih sayang selayaknya kasih sayang yang telah dicurahkan kedua orang tuanya. Sementara jari manis tempat disematkannya cincin kawin, melambangkan pengharapan agar kedua mempelai selalu setia dan saling mencintai. Tradisi Minangkabau yang selalu berdampingan dengan agama, mensyariatkan bahwa tidak semua sepuluh kuku jari tangan dipakaikan inai, namun hanya sembilan jari. Karena sepuluh berarti sempurna, sedangkan kesempurnaan hanya milik Tuhan.

Mappacci-Makassar

Berasal dari kata paccing yang berarti bersih, ritual mapacci yang biasa dilakukan oleh calon pengantin dari Bugis atau Makassar. Prosesi ini bertujuan untuk membersihkan atau menyucikan diri dari semua hal yang dapat menghambat pernikahan. Prosesi Mappacci  dilakukan oleh calon pengantin pria dan wanita di kediaman masing-masing pada malam hari atau sehari sebelum pernikahan.

Selain daun pacar, ada beberapa unsur lain yang harus disediakan seperti lilin sebagai simbol penerangan. Beras yang digoreng kering memiliki makna agar kelak kedua mempelai berkembang dengan baik, bersih dan jujur. Bantal sebagai simbol kemakmuran, serta tujuh lembar sarung sebagai penutup tubuh untuk menjaga harga diri. Terakhir daun pisang sebagai simbol hidup berkesinambungan dan daun nangka yang malambangkan harapan.

Prosesi dimulai dengan calon mempelai duduk di pelaminan (laming), menghadap 7 lapis lipa yang di atasnya telah diletakkan beberapa helai daun pacci. Kemudian meletakkan kedua tangan di atas 7 lapis sarung, dengan posisi telapak tangan menengadah. Satu per satu tamu maju untuk memberikan pacci lalu menggosokkannya di telapak tangan untuk membersihkan dan menyucikan calon mempelai dari hal-hal buruk.

Nah, itulah tradisi beberapa daerah dalam menggunakan pacar kepada calon mempelai. Apakah kalian sudah mengenal malam pacar dalam prosesi pernikahan? Menarik sekali ya!

Photo : Sincera Story from The Wedding of Dinda Rulla