Menikah dengan Adat: Yes or No?

By The Bride Dept on under How To

Seperti kita ketahui, Indonesia memiliki beragam suku bangsa, tercatat kurang lebih 1.000 suku bangsa yang tersebar di negeri ini. Setiap suku memiliki adat dan budaya yang berbeda – beda termasuk dalam menjalankan prosesi pernikahan. Pertanyaannya untuk kita adalah, apakah kita akan menikah dengan adat atau meniadakan adat dalam pernikahan kita.. Yuk baca alasan adanya perkawinan adat dan non-adat.

Alasan pernikahan dengan adat :

  • Menikah dengan adat biasanya dilaksanakan oleh mereka yang memiliki darah keturunan dominan atau bahkan tidak ada campuran dari suku yang lainnya. Misalnya keturunan Batak, Cina, Sunda, Bali, Jawa, Toraja, Flores, Papua dan lainnya. Suku suku tersebut biasanya menjalani prosesi adat di setiap tahapan kehidupan seperti melahirkan anak, pernikahan maupun kematian. Atas dasar menghormati leluhur maka mereka melaksanakan pernikahan dengan menjalani prosesi adat. Bahkan di beberapa suku, Batak misalnya, apabila seseorang tidak menjalani pernikahan dengan prosesi adat maka keturunannya memiliki konsekuensi tidak bisa “diadati” dengan adat batak jika kelak menikah nanti.
  • Dengan melaksanakan pernikahan secara adat, semua keluarga dan sanak saudara turut menjadi bagian dari acara pernikahan kita. Berbeda dengan pernikahan secara nasional atau internasional dimana mungkin mereka tidak banyak terlibat dan hanya sebagai undangan yang ‚Äúmenonton‚ÄĚ saja. Dengan adanya adat yang berjalan maka paman, tante, kakek, nenek dan lainnya akan merasa dihargai karena ikut berperan penting dalam pernikahan kita.
  • Menikah dengan adat tentu berbeda dengan pernikahan secara nasional atau internasional. Pada pernikahan adat, rundown acara berjalan sesuai dengan adat yang berlaku dan di setiap prosesi memiliki maknanya masing – masing. Hal ini tentu akan menambah cantik pernikahan kita dengan pemanis dari baju – baju adat yang dikenakan, dekorasi adat dan juga prosesinya itu sendiri. Tentu kita akan bangga memperkenalkan adat dari suku kita kepada para undangan yang hadir. Seperti misalnya baju adat Bali yang menawan. Tari Pagar Pengantin yang hanya dapat dilakukan sekali seumur hidup oleh pengantin. Penyambutan undangan dengan tari Tor – Tor yang meriah. Prosesi Seureuh Nyereuk yang sarat makna. Prosesi siraman yang mengharukan dan berbagai prosesi adat lainnya dari berbagai suku di Indonesia. Para undangan akan belajar sesuatu yang baru dari pernikahan kita yang mungkin belum mereka ketahui sebelumnya.

Alasan pernikahan non adat :

  • Tidak adanya prosesi adat biasanya dikarenakan pasangan yang akan menikah memiliki garis keturunan dengan darah campuran dari berbagai suku atau bahkan keturunan negara lain. Background keluarga yang campur aduk tersebut mempersulit pemilihan adat apa yang akan dijalankan. Menjalani semua adat dari background keluarga yang ada tentu akan sulit sedangkan memilih hanya satu adat dikhawatirkan akan membuat pihak lainnya merasa tidak enak. Maka jalan tengah yang bisa diambil adalah meniadakan adat dan melaksanakan pernikahan secara nasional atau internasional.
  • Pernikahan tanpa adat dipercaya akan lebih praktis dan cepat. Cocok untuk pasangan yang tidak ingin ribet dengan urusan adat yang panjang dan lama. Pernikahan tanpa adat juga memungkinkan pasangan untuk dapat mencoba busana nasional atau internasional yang lebih nyaman serta bisa disesuaikan dengan keinginan.
  • Pernikahan adat ¬†bisa memakan biaya yang lebih besar dibanding pernikahan nasional atau internasional. Adanya prosesi adat yang panjang serta keterlibatan banyak orang membuat biaya pernikahan semakin membengkak. Salah satu suku di Indonesia bahkan wajib memberikan sejumlah uang kepada tamu adat yang hadir. Oleh karena itu, pernikahan tanpa adat dipercaya bisa menekan budget pernikahan kalian.

Setelah melihat poin-poin di atas, bagaimana dengan kalian, brides? Semuanya berbalik pada pilihan kalian masing – masing. Tentunya menikah dengan adat atau tanpa adat tidak akan mengurangi kesakralan dan kebahagian pernikahan kalian. Cheers!