Modern Classic Javanese pada Lamaran Dea & Chico

By The Bride Dept on under The Engagement

Modern Classic Javanese pada Lamaran Dea & Chico

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Organizer Obong Management Solo

Event Styling & Decor Amaris Dekor

Photography Farall Jibrill Official

Hand Bouquet MFlorist by Stefany

Make Up Artist Mahayunesa Make Up

Wedding Entertainment Anf Bands

Venue Kusuma Sahid Prince Hotel

Seserahan Nismara Seserahan

Seserahan Amariss Tray

Perkenalan yang dibantu oleh salah seorang teman, membawa pasangan ini menjadi lebih dekat. Setelah mereka sering berjumpa, ternyata muncul rasa cinta dan kenyamanan pada diri masing-masing. Selalu positif dan optimis merupakan kunci utama pada hubungan mereka. Akhirnya acara modern classic Javanese pada lamaran Dea & Chico menjadi sebuah langkah baru mereka sebelum melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Pertemuan Pertama

Kami berdua berasal dari sekolah dan kampus yang berbeda, Chico merupakan lulusan ITB dan Dea lulusan UGM. It’s less likely to meet each other. One day, kami sempat bertemu di salah satu driving range di Kawasan Senayan, empat hari berturut-turut. Tapi saat itu kami bahkan tak saling mengenal satu sama lain. Sampai lima bulan setelah itu, kami berdua diperkenalkan oleh salah seorang teman. Sejak saat itu kami berkesempatan untuk bertemu lebih sering dan mengenal masing-masing lebih dekat. Setelah beberapa bulan menghabiskan waktu bersama, kami pun memutuskan untuk mulai berpacaran. It appears that the best match for Sagittarius is another Sagittarius. Hubungan kami berjalan dengan baik, kita selalu berusaha untuk memberikan sisi positif dan optimis dari kami berdua. Kami juga banyak menghabiskan waktu bersama dengan melakukan berbagai kegiatan yang kita sukai. Satu tahun berlalu, akhirnya Chico memberanikan diri untuk melamar Dea saat mereka sedang berada di Bali.

Konsep Lamaran

Modern Classic Javanese. Konsep ini dipilih karena kami dan keluarga ingin mempertahankan nuansa adat Jawa klasik. Namun kami juga ingin tetap menonjolkan kesan modern agar penggunaan adat yang kami pilih tidak terlampau kaku. Setelah memutuskan konsep pilihan, kami berdua sepakat untuk memilih pendopo atau rumah joglo dengan aksen klasik sebagai venue.

Sedangkan untuk busana Dea memilih mengenakan kebaya dengan padanan kain batik bermotif klasik. Dea menggunakan bawahan batik bermotif parang sedangkan sang ibunda menggunakan kain batik sogan sidomukti. Untuk Chico sendiri, ia memilih menggunakan batik tulis bahan sutra dengan kombinasi prada warna silver yang diaplikasikan pada kemeja. Sedangkan untuk nuansa modern sendiri, kami tonjolkan melalui dekorasi yang didominasi warna dark blue. Agar suasana menjadi berkesan elegan, kami memilih fresh flower untuk seluruh dekorasi yang digunakan.

Prosesi lamaran kami dilakukan sesuai dengan adat, maka dari itu meskipun Dea dan Chico berdomisili di Jakarta, lokasi lamaran dipilih di Solo sebagai rumah dan kota Dea berasal.

“Karena menurut adat Jawa, pria yang akan melamar harus “kulo nuwun” ke rumah wanita yang akan dilamar bersama keluarganya”, ucap Dea.

Demikian juga untuk seserahan, Chico membawa pisang sanggan yang mana di adat Jawa dianggap sebagai bintang utama dalam seserahan, karena memiliki arti ‘segala hal untuk menyangga’. Meski demikian, secara konsep acara kami tetap lebih fleksibel dan mengusung tema modern.

Pemilihan Make Up & Hair Do

Dea mengaku lebih menyukai riasan yang tidak terlalu bold untuk acara lamaran ini. Alasannya agar terlihat lebih natural, effortlessly beauty but dazzling. Sedangkan untuk hair do, Dea memilih tampilan clean look di bagian depan namun ada sentuhan messy look pada bagian belakang.

Thanks to Kak Mahayunesa yang meskipun persiapan aku cukup singkat, tapi dia menyanggupi dan hasilnya juga smooth”, aku Dea.

Desainer Kebaya

Dea mengaku untuk urusan busana ia tak terlalu ambil pusing. Kebetulan adik dari Chico, Nabila Shafira sudah sering merancang juga membuat kebaya untuk keluarga dan teman dekat. Jadi untuk lamaran kali ini, Dea mempercayakan Nabila untuk membuat kebayanya. Setelah desainnya dibuat, Dea sengaja memilih motif kebaya salur untuk memberikan kesan modern. Selain itu motif tersebut juga dapat memberikan efek tinggi dan langsing pada tubuh Dea. Untuk menyempurnakan, detail berupa bordir di bagian leher sukses membuat kebaya ini lebih elegan. Hasilnya pun sangat memuaskan!

Lamaran Impian

Dari awal kami sepakat untuk memilih Obong Management sebagai Wedding Planner sekaligus Wedding Organizer untuk acara ini. Hal pertama yang kami lakukan adalah mendiskusikan semua keinginan dan konsep yang akan digunakan dalam acara modern classic Javanese pada Lamaran Dea & Chico. Mereka banyak membantu kami terkait pemilihan vendor, konsep, dan hal lainnya. Namun kunci utamanya adalah kami berdua tetap harus terlibat langsung di dalam setiap prosesnya. Setiap detail juga kami ikut memantau dan memperhatikan sehingga tetap sesuai dengan keinginan awal Dea dan Chico.

Untuk lamaran dan pernikahan kami berdua menyukai menggunakan adat tradisional. Kami merasa lebih sakral jika dilaksanakan dengan mengusung adat. Di sisi lain juga untuk menunjukkan identitas serta rasa bangga kami terhadap adat yang kita miliki. Acara lamaran classic modern Javanese pada lamaran Dea & Chico ini digelar di Pendopo Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo. Venue ini dipilih karena kami masih tetap ingin mempertahankan nuansa tradisional lewat aksen-aksen dan arsitektur Jawa klasik di lokasi acara. Dan kami memadukannya dengan konsep dekorasi yang modern.

Untuk mewujudkan acara classic modern Javanese pada lamaran Dea & Chico inilah top three vendor pilihan mereka berdua:

Wedding Planner & Organizer : Obong Management Solo

Dekorasi : Amaris Dekor

Photographer : Faralljibrill Official

And thanks to all vendor to make our engagement more beautiful:

Wedding Planner & Organizer : Obong Management Solo

Dekorasi : Amaris Dekor

Photographer : Faralljibrill Official

Hand Bouquet : Mflorist Solo

Make Up Artist : Mahayunesa Make Up

Band : Anf_bands

Venue : Kusuma Sahid Prince Hotel

Seserahan : Nismara Seserahan & Amariss Tray