Nuansa Adat Sunda Klasik pada Lamaran Nadine & Rio

By The Bride Dept on under The Engagement

Nuansa Adat Sunda Klasik pada Lamaran Nadine & Rio

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Bride's Attire Didiet Maulana

Photography Morden.co

Event Styling & Decor Kreasi Jemariku

Make Up Artist Henz Make Up

Hair Do Penny Hair Do dan Make Up

Bride's Attire Svarna by IKAT Indonesia

Hand Bouquet Lilyofthealley_florals

Venue Plataran Dharmawangsa

Master of Ceremony Meiske Sandra

Berawal dari teman curhat, lama kelamaan mereka menyimpan perasaan kepada satu sama lain. Berpacaran selama lima tahun, pasangan ini yakin untuk membawa hubungannya ke jenjang pernikahan. Acara yang mengusung nuansa adat Sunda klasik pada lamaran Nadine & Rio pun berlangsung initimate sekaligus romantis.

Pertemuan Pertama

Nadine dan Rio, mereka berdua mengawali hubungan pertemanannya sebagai partner curhat, teman main, teman satu lingkungan. Bahkan setelah kita saling mengenal, masing-masing dari kami menjalankan hubungan dengan orang lain dulu sebelum akhirnya kita memutuskan bersama. Di tahun 2017, ketika masing-masing dari kita single hubungan kami semakin intens dan dekat, bisa dibilang sedang dalam masa penjajakan. Kami sama-sama merasa nyaman karena dapat berdiskusi apapun satu sama lain. Lima tahun sudah kita menjalankan hubungan nampaknya waktu yang cukup untuk melangkah ke jenjang yang berikutnya. Tepat di hari ulang tahun Nadine, di makam almarhum sang ayah tercinta Rio melamarnya. Sejak momen tersebut, Nadine menjadi bridezilla mungkin hingga tanggal pernikahannya tiba (yang direncanakan digelar pada awal tahun 2023).

Konsep Lamaran

Konsep acara lamaran kami sebenarnya itu sangat intimate karena hanya dihadiri oleh keluarga inti Nadine dan Rio saja. Berhubung keluarga inti kita berdua sudah cukup besar jadi kami hanya mengundang keluarga terdekat.

“Awalnya aku dan keluarga hanya ingin di rumah pribadi saja, tetapi setelah dihitung-hitung cost-nya mirip karena adanya vendor catering, tenda, dll. Belum lagi ditambah beres-beres rumah setelah acara selesai”, ungkap Nadine.

Oleh sebab itu Nadine dan keluarga memutuskan memilih venue di Plataran Dharmawangsa yang sudah tidak usah diragukan lagi untuk semua kualitas makanannya. Kesimpulannya mengadakan acara di rumah ataupun di luar sama-sama akan mendapatkan suasana sakral dan haru. Masing-masing pilihan pasti akan punya resiko.

Lamaran Nadine dan Rio ini mengusung adat Sunda, mulai dari batik yang dikenakan hingga musik yang dimainkan pada saat lamaran. Tetapi acara ini tidak terpaku pada sebuah adat saja, karena makanan yang dipilih pun merupakan perpaduan Asian dan Western. Sedangkan kebaya atau seragam keluarga masing-masing pun tidak ditentukan harus seperti apa, kami hanya membatasi pada pemilihan warna saja. Itu semua dilakukan agar sesuai dengan moodboard yang dibuat oleh Nadine.

Pemilihan Make Up & Hair Do

Konsep make up yang digunakan pada lamaran ini adalah natural dan flawless. Nadine pun mempercayakan pilihannya kepada Henz Make Up. Sedangkan untuk hair do ia menjatuhkan pilihan kepada Ka Penny.

“Aku memilih mereka berdua untuk membuatku cantik di hari lamaranku. Ini juga bukan pertama kalinya beliau meriasku, setiap dirias oleh beliau hasilnya tetap luar biasa”, ucap Nadine.

Riasan setiap make up artist tentunya memiliki karakter masing-masing, sehingga dalam memilih perias semuanya kembali ke pribadi masing-masing. Ka Penny juga bukan pertama kalinya menata rambut Nadine. Sebelumnya Nadine pernah ditata rambutnya oleh beliau dan sudah beberapa jam, berlari, berkeringat, joged-joged tatanan rambutnya tetap on point! Inilah alasan mengapa Nadine menjatuhkan pilihan kepada mereka berdua untuk menyempurnakan penampilannya di hari lamaran ini.

Desainer Pilihan

Desainer yang Nadine pilih untuk merancang busananya adalah Didiet Maulana. Alasannya karena Mas Didiet sudah tidak perlu diragukan lagi untuk membuat busana tradisional. Lalu, Nadine dan sang ibunda cukup mengenal Mas Didiet secara personal oleh sebab itu kami yakin Mas Didiet akan mengerjakannya dengan baik dan indah. Unggahan Mas Didiet di Instagramnya beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa kebaya ini adalah upcycle atau meningkatkan usia produk.

Kebaya yang Nadine kenakan saat lamaran merupakan kebaya lamaran sang mama 30 tahun yang lalu. Kebaya tersebut ia bawa ke workshop Mas Didiet di hari kita berdiskusi tentang konsep busana lamaran. Mas Didiet berkenan untuk “merombak” kebaya tersebut menjadi kebaya yang kekinian ditambahkan payet, selendang dan aksesoris dari Subeng Klasik. Kebetulan Subeng Klasik merupakan brand kami dengan kakak, sepupu, keluarga Nadine di Bali, serta Mas Didiet. Aksesoris tradisional yang menjadi pelengkap penampilan di hari lamarannya.

Lamaran Impian

Lamaran umumnya diadakan oleh pihak wanita, karena kita menyambut keluarga pria yang datang untuk melamar. Oleh sebab itu, Ibunda Nadine merupakan partner diskusi dari segala konsep yang kita berdua inginkan. Dibantu juga oleh sepupu-sepupu Nadine yang salah satunya bekerja di Wedding Organizer.

“Sudahlah aku terkadang tutup mata dan mereka banyak sekali membantuku”, aku Nadine.

Agar dapat mewujudkan suatu acara lamaran yang sesuai dengan keinginan, pastinya dimulai dengan menentukan waktu dan tempat. Sisanya tentu akan menyesuaikan dari kedua pilihan tersebut mulai dari dekorasi, rundown, kebaya, catering, dll yang diperlukan untuk mendukung acara itu sendiri. Saran Nadine, nikmati segala proses yang dilalui, perbedaan pendapat pasti ada dan segala resiko sangat memungkinkan untuk terjadi. Namun sebagai calon pengantin kita harus selalu tenang dibandingkan yang lain. Karena hal utama yang harus dipersiapkan adalah kesehatan secara mental dan fisik.

Konsep acara yang Nadine sukai adalah tradisional, karena acara tradisional dengan mengusung suatu adat tertentu memberikan banyak pengalaman baru serta pesan moral yang dalam. Acara tradisional dengan mengusung kekayaan budaya dapat membuat suasana lebih syahdu dan sakral. Nadine pun mengaku jadi lebih mengenal aksesoris, batik, rangkaian acara, musik, yang ia belum pernah gunakan sebelumnya. Oleh sebab itu ia lebih menyukai acara tradisional. Acara lamaran yang digelar di Plataran Dharmawangsa ini memberikan kesan mendalam bagi Nadine. Acara lamaran yang dilaksanakan di hari Jumat pagi ini digelar sebelum Plataran Dharmawangsa dibuka untuk publik. Nadine hanya menyewa satu ruangan Kantil di Plataran Dharmawangsa tetapi rasanya seperti menyewa keseluruhan tempat tersebut. Memuaskan sekali!

Vendor Pilihan

Nuansa Adat Sunda Klasik pada Lamaran Nadine & RioSemua vendor melakukan tugasnya dengan sangat baik, dan acara lamaran kami tidak akan seindah ini apabila tidak adanya mereka. Tetapi ketika harus memilih tiga yang utama inilah pilihan Nadine:

  • Mas Didiet tentunya karena kebayaku jadi memilki cerita yang dapat aku turun temurunkan ke anakku kelak.
  • Morden.co hasil jepretan, video, dan foto-fotonya membuatkan tidak dapat memilih yang mana yang harus di post, tone warna foto tersebut benar-benar sesuai dengan yang kumau.
  • Kreasi Jemari yaitu dekorasi di hari lamaran ini, Nadine memilh fresh flower untuk bunga di acara lamaranku, perpaduan warnanya sangat indah.

Vendor-vendor untuk acara yang mengusung nuansa Adat Sunda Klasik pada Lamaran Nadine & Rio:

Make Up Artist : Henz Make Up

Hair do : Penny Hairdo dan Makeup

Attire : Didiet Maulana, Svarna by Ikat Indonesia

Dekorasi : Kreasi Jemariku

Photo & Video : Morden.co

Bouquet : lilyofthealley_florals

Venue : Plataran Dharmawangsa

Master of Ceremony : Meiske Sandra