Musik Untuk Pesta Pernikahan

Posted on by Rizky & filed under How To.

Musik menjadi salah satu bagian terpenting dalam sebuah pesta pernikahan. Selain sebagai bentuk hiburan bagi tamu-tamu yang datang, musik ternyata juga dapat membantu dalam menciptakan ambience yang sesuai dengan konsep pernikahan lho. Musik untuk pesta pernikahan harus dipilih dengan baik. Baca lengkapnya, yuk!

Tapi, jangan terjebak dengan lagu yang “itu-itu lagi”. Christina Perri dan John Legend tampaknya sudah harus diistirahatkan dari playlist karena para tamu mungkin sudah jengah mendengar “Thousand Years” dan “All of Me” yang terus dinyanyikan dalam setiap pesta pernikahan.

Untuk itu, ada baiknya memperhatikan beberapa poin penting berikut ini dalam memilih musik untuk pesta pernikahan:

  1. Menyesuaikan dengan konsep atau tema pesta pernikahan

Konsep atau tema pernikahan memegang kendali dalam menentukan lagu-lagu yang dapat dinyanyikan atau diputar dalam acara. Semestinya, musik tidak keluar dari tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Bayangkan apabila pesta pernikahan bernuansa adat yang kental namun musik yang diperdengarkan adalah lagu-lagu pop mainstream masa kini? Pastinya tidak cocok dong.

Untuk pernikahan dengan tema tradisional, musik-musik daerah dapat menjadi pilihan yang sesuai. Tapi kalau merasa musik daerah terasa kurang menarik, coba lah meminta musisi yang akan tampil untuk membuat aransemen yang modern. Misalnya, lagu-lagu dari album Bossanova Jawa yang merupakan lagu-lagu daerah berbahasa Jawa dengan aransemen bossanova yang classy.

Sedangkan untuk pesta pernikahan internasional, pilihan musiknya akan lebih banyak lagi. Tapi ingat, wedding tidak sama seperti acara musik di televisi; jadi pilih lah lagu-lagu yang memang sesuai, bukan sekedar dipilih karena sedang hits.

  1. Mengatur mood acara

Musik dalam pesta pernikahan dapat digunakan untuk mengatur mood dalam rangkaian acara dengan cara memperhatikan susunan atau alur yang tepat. Contohnya, di awal-awal acara lagu-lagu yang dinyanyikan dipilih yang cenderung slow dan ballad untuk menyambut pasangan pengantin yang baru tiba di pelaminan. Setelah semakin ramai, pilih lah lagu-lagu bertempo cukup cepat untuk mencairkan suasana. Jangan lupa juga untuk memilih lagu yang ikonik untuk momen spesial seperti pelemparan bouquet bunga.

  1. Memperhatikan lirik lagu

Lirik lagu terkadang sering luput dari perhatian saat memilih lagu-lagu untuk playlist pernikahan. Hal ini sangat penting karena tidak semua lagu yang terkesan romantis dan penuh kata cinta sebenarnya merupakan lagu yang tepat untuk dinyanyikan dalam pesta pernikahan. Contoh sederhananya adalah lagu-lagu Adele yang memang terdengar romantis, namun nyatanya makna di balik lagu-lagunya sebetulnya sangat bertolak belakang dengan romantisme pernikahan. Ehm, kami sudah beberapa kali menemukan kesalahan ini di berbagai pesta pernikahan lho.

Berikut ini adalah beberapa lagu pilihan The Bride Dept yang bisa jadi contekan untuk menambah playlist di pesta pernikahan anda:

  • Untuk pasangan romantis: “I’ll Take Care of You” – Steven Curtis Chapman
  • Untuk pasangan quirky: “I Was Made for You” – She & Him
  • Untuk pasangan pencinta musik Indonesia: “Melati” – Marcell
  • Untuk pasangan klasik: “Someone To Watch Over Me” – Ella Fitzgerald

POP YOUR HEART

Posted on by Rizky & filed under Invitation, Meet The Expert.

Bermula dari ketertarikan dua sahabat Anya dan Mayu saat kuliah terhadap kerajinan tangan pop-up, mereka berdua kemudian merintis usaha pembuatan pop-up artwork yang diberi nama Pop Your Heart. Pada awalnya, Pop Your Heart hanya menerima pesanan untuk pembuatan kartu ucapan dalam gaya pop-up dengan desain yang dapat disesuaikan dengan permintaan pemesannya.

Lama kelamaan, mereka pun semakin banyak menerima pesanan dengan permintaan yang cukup ‘ajaib’. Salah satunya adalah permintaan untuk membuat mahar dalam bentuk pop-up. Yes, you heard that right, mahar pop-up.

Awalnya Anya dan Mayu sempat kebingungan karena mahar hias memerlukan teknik-teknik lipatan tersendiri. Tapi karena mereka memegang filosofi untuk dapat mewujudkan every customers’ dreams, mereka mencoba mempelajari teknik mahar hias tersebut dan mengombinasikannya dengan gaya quirky lewat pop-up sehingga tercipta lah mahar yang unik dan menarik. Dengan desain yang modern, mahar akhirnya telah berubah menjadi sebuah artwork yang nantinya setelah acara pernikahan bahkan bisa menghiasi dinding rumah.

Yang unik, setelah pesanan mahar pop-up tersebut selesai semakin banyak permintaan serupa yang mendatangi mereka. Oleh karena itu mereka kemudian memutuskan untuk mengembangkan penawaran mereka dengan membuka lini bisnis baru bernama Marry Me! By Pop Your Heart yang berfokus pada layanan desain untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan seperti mahar, bridesmaid kit, dan undangan.

Anya dan Mayu yang berlatar belakang pendidikan Desain Komunikasi Visual pun tak kesulitan untuk dapat mengreasikan permintaan para konsumennya dengan desain-desain yang cantik dan menawan. “Yang membedakan Pop Your Heart adalah desainnya yang menarik karena dikerjakan oleh tenaga desain profesional.” Ungkap Anya.

Sampai saat ini, mereka masih menjalankan bisnis ini secara online, di mana artinya para pelanggan dapat dengan mudah  memesan produk-produk mereka melalui e-mail. Kabarnya, dalam waktu dekat Pop Your Heart akan meluncurkan situs resmi yang akan lebih mempermudah para pelanggan dalam memesan.

Untuk memesan produk Pop Your Heart, calon pelanggan hanya tinggal mengirimkan e-mail ke alamat e-mail resmi mereka yaitu mypopupheart@ymail.com untuk kemudian mengisi formulir singkat yang telah disiapkan oleh Pop Your Heart berisi data-data termasuk desain yang diinginkan. Kemudian proses pengerjaan akan memakan waktu sekitar dua minggu. Tenang saja apabila hasilnya masih belum sesuai dengan yang dibayangkan karena Pop Your Heart memberikan kesempatan satu kali revisi.

Saat ini Pop Your Heart melayani pengiriman ke seluruh Indonesia, namun sayangnya khusus untuk produk mahar hanya dapat dikirimkan ke daerah Jakarta dan sekitarnya saja. Hal ini dikarenakan material kaca yang menutup bingkai mahar cukup berisiko untuk pecah dalam perjalanan jauh apabila tidak ditangani dengan hati-hati.

Surprise Bridal Shower for Nadia at Pand’Or

Posted on by arinda.p & filed under How To.

Bridal shower merupakan tradisi yang sudah ada sejak tahun 1980an dan biasanya diadakan dalam rangka melepaskan masa lajang sang calon pengantin wanita. Pada masa itu, tradisi ini merupakan hadiah dari teman-teman sang calon pengantin karena orang tuanya tidak mampu untuk memberi hadiah pernikahan. Seiring dengan pergantian zaman, acara ini mulai populer di negara Barat, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Dan pada akhirnya tradisi ini mulai sering dilakukan di Indonesia semenjak 3 tahun terakhir.

Bridal shower pun kini memiliki tema khusus yang biasanya dipilih sesuai dengan hal-hal yang disukai oleh sang calon pengantin wanita. Untuk bridal shower kali ini, temanya adalah afternoon tea. Calon pengantin yang bernama Nadia diberikan kejutan bridal shower oleh adiknya, Fahnida,  yang memang hubungannya sangat dekat seperti sahabat. Fahnida mengadakan surprise bridal shower ini sebagai hadiah sebelum kakaknya yang lebih tua usianya satu tahun ini menikah.

Now let’s talk with Fahnida to find out about the bridal shower..

Berapa lama sih persiapan bridal shower ini? Susah nggak sih karena eventnya surprise?

Persiapan ini dilakukan kurang lebih sebulan sebelumnya. Karena untuk membooking party planner harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Mungkin challenge-nya adalah untuk mencocokkan tanggal dengan party planner dan juga dengan tamu undangan. Aku juga banyak kerjasama dengan teman-teman kakakku untuk mengosongkan jadwal mereka dan merahasiakan acara ini dari kakakku. Aku senang sekali karena teman-teman kakakku excited sekali untuk meramaikan acara bridal shower ini.

 

Kenapa kamu memilih konsep afternoon tea party?

Sebenarnya aku memilih konsep afternoon tea party karena ingin moment ini dibuat untuk ngobrol santai saja. Jadi lebih intim dan santai. Kalau misalkan ketika lunch atau dinner kan seringnya justru jadi waktu makan yang banyak dan mengobrolnya kurang.

Oleh karena itu juga aku memilih untuk mengadakannya di Pand’Or (Sebuah restoran di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan). Karena Pand’Or menyediakan menu high tea set. Jadi sesuai dengan tema. Selain itu, interior Pand’Or itu didominasi warna putih sehingga lebih gampang untuk didekor. Kebetulan tema warna yang kupilih adalah soft dan pastel. Warna ini pun kusesuaikan dengan tema warna wedding kakakku nanti.

 

Apa saja sih yang dilakukan selama bridal shower ini?

Paling utamanya sih temu kangen ya hehe. Karena gini, ketika di hari H pernikahan, kakakku kan tidak bisa berinteraksi lama dengan masing-masing sahabatnya. Jadi aku ingin moment bridal shower ini benar-benar kerasa kebersamaannya. Aku sengaja mengundang sahabat-sahabat kakakku mulai dari SMP, SMA, S1 dan S2 nya karena beberapa dari mereka sudah lama tidak bertemu dengan kakakku. Masing-masing sahabat kakakku itu juga membawa kado pernikahan untuk kakakku

Sedangkan dari party planner nya yaitu Party Planner Jakarta menyediakan notes yang kemudian diisi untuk sahabat-sahabat kakakku itu dengan wishes, messages and tips untuk kakakku. Dan terakhirnya kakakku dikerjain teman-temannya. Mukanya didandanin menor untuk seru-seruan hehe.

 

Adakah tips untuk mengadakan surprise bridal shower?

Persiapan lebih baik dilakukan dari jauh hari. Apalagi kalau kamu menggunakan party planner. Karena harus mencocokkan jadwal dengan mereka. Juga cukup sulit kan untuk mengumpulkan banyak orang jadi kalau dari jauh hari kita bisa memastikan mereka datang.

Pesta Lamaran Bernuansa Pink dan Biru

Posted on by arinda.p & filed under The Engagement.

Nita dan Ucha baru saja melakukan acara lamaran bulan September yang lalu. Pesta Lamaran bernuansa pink dan biru  ini dilakukan di rumah Nita dengan konsep memasukkan sedikit elemen Alice in Wonderland kedalamnya. Hasilnya? Pesta Lamarannya pun terlihat sangat cantik! Now Nita is here to share the story of her engagement party.

Hi Nita! Cerita sedikit dong tentang love story kamu dengan Ucha.

Sebenernya kisah aku dan Ucha ini boleh dibilang seperti doaku yang terjawab. Setahun sebelum bertemu Ucha, aku kebetulan berangkat pergi umrah. Di sanalah aku berdoa agar bulan Juli bisa dipertemukan dengan jodoh yang terbaik untuknya dan keluarga. Ternyata sepulang umrah dan tepat pada bulan Juli, Ucha menyatakan cintanya hehe. Jadi ini beneran a pray answered.

Wah luar biasa! Lalu untuk acara lamaran ini, kamu ada alasan khusus nggak kenapa memilih Alice in Wonderland theme?

Sebenarnya nggak ada. Aku memilih konsep Alice in Wonderland karena menurutku konsepnya unik, cantik tapi tetap fun! Dan aku juga mau ada touch of blue and pink. One thing for sure, aku nggak mau lamaranku kaku. Aku ingin suasana yang friendly dan homey. Kebetulan aku dan Ucha orangnya juga suka ngelawak jadi suasana lamaran jangan sampai kaku.

So cute! Jadi kemarin siapa yang mendekor acara lamaran kamu?

Airy Designs! I would recommend her to anyone who wants to have pretty decoration! Owner nya sangat humble dan bisa cepat mengerti kemauan kita sebagai klien. Untuk pernikahanku nanti aku juga akan pakai Airy Designs. Nggak sabar untuk lihat seperti apa nantinya!

Who designed your kebaya? It’s so pretty!

Thank you! Kebayaku ini di-design oleh om Adjie Notonegoro. Om Adjie sangat mengerti aku jadi dia pun men-design sesuai dengan kepribadianku yaitu elegant and fun. Aku hanya minta untuk memakai kain warna biru. Karena, again, warna biru itu adalah kesukaanku especially biru turqoise!

Adakah sentuhan adat di dalam acara lamaran kamu?

Kita memasukkan sedikit sentuhan adat Jawa dengan adanya hantaran untuk keluarga. Dan ketika acara makan-makan, kita juga memasang beberapa lagu Jawa untuk memunculkan suasana Jawa.

Kalau boleh memilih, menurut kamu apa yang paling sukai dari acara lamaran kamu?

Ya tentunya sih karena ini adalah awal dari rangkaian pernikahanku jadi aku suka dengan semuanya. Nggak ada yang aku nggak suka. Selain itu, aku senang sekali karena acara ini bisa disaksikan oleh keluarga dan teman-teman terdekatku.

Dan pertanyaan terakhir, any vendors you want to recommend for other couples?

Selain Airy Designs, menurutku ada 3 vendor yang bagus banget!

  1. Stupa Caspea – Aku rasa untuk urusan tenda, Stupa Caspea itu nomor 1!
  2. Avepa Rental – Nah mereka ini yang provide AC, genset dan kipas angin pada acaraku kemarin. Aku recommend karena selain harganya affordable, mereka juga memakai brand LG jadi kualitas nggak perlu diragukan.
  3. Aprez Catering – Aprez ini adalah catering dari Amuz restaurant yang berlokasi di Energy Building, Jakarta. Harganya reasonable, pelayanannya sempurna dan makanannya pun enak semua! Aku recommend untuk harus order dumpling soup! Tidak semua catering punya menu ini jadi istimewa banget! Dan juga Empal Gentong! Salah satu rahasia kenapa makanannya enak adalah karena makanan dibuat sesuai asal usul chef-nya. Jadi misalkan Empal Gentong tadi itu chef-nya memang orang Cirebon jadi rasanya benar-benar asli.

Mathilda’s Dream Wedding in The Edge Uluwatu

Posted on by arinda.p & filed under The Wedding.

Menikah di Bali merupakan impian Mathilda. Selain karena Bali adalah salah satu tempat favorit Mathilda, private wedding party yang hanya dihadiri oleh keluarga dan sahabat-sahabat terdekat merupakan keinginan Mathilda dan Putra.

Meskipun begitu, Mathilda dan Putra tetap mengadakan acara adat Riau di Jakarta seperti malam Berinai seminggu sebelum pernikahan mereka di Bali. Hal ini membuat keluarga jauh ataupun teman yang tidak bisa datang ke Bali tetap bisa berpartisipasi pada rangkaian pernikahan mereka berdua.

 

 

Rangkaian pernikahan Mathilda di The Edge Uluwatu dimulai dengan akad nikah yang diadakan di Masjid Agung Palapa Pecatu. Namun karena sudah ada rangkaian adat seminggu sebelumnya di Jakarta, jadi akad nikah Mathilda dan Putra diadakan tanpa ada prosesi adat di dalamnya.

Yang menarik di balik cerita pernikahan Mathilda dan Putra adalah mobil antik Impala 1975 yang digunakan Mathilda menuju masjid tempat berlangsungnya akad nikah. Sehari sebelum menikah, Mathilda mengetahui bahwa supir mobil yang disewanya di Bali bertetangga dengan orang yang memiliki mobil klasik dan Mahtilda pun langsung memiliki ide untuk menyewanya sebagai mobil pernikahan. Unik ya!

Hal menarik lainnya pada pernikahan ini adalah mas kawin berupa koin mata uang yang dibentuk menyerupai Masjidil Haram. Mas kawin tersebut memiliki total sebesar Rp 762,014 yang mencerminkan tanggal pernikahan mereka. Mathilda memesan mas kawin yang sangat cantik ini di kota Bandung.

Untuk tema dekorasi pesta, Mathilda memilih tema rustic chic dengan sentuhan warna peach, abu-abu, soft blue dan turqoise. Karena memang menginginkan pesta yang simple tapi tetap intim, bunga yang dipilih pun adalah bunga yang terlihat lebih simple namun tetap cantik seperti baby breath, hydrengea dan mawar dalam warna pilihan Mathilda.

Mathilda beranggapan bahwa dengan memiliki resepsi pernikahan di Bali, bukan berarti dia tidak bisa menonjolkan sisi tradisional. Oleh karena itu, Mathilda tetap memilih untuk mengenakan kebaya dan kain tenun Melayu.

Kebaya akad nikah dan pesta malam hari dipercayakan kepada Vera Kebaya yang memang sudah terkenal dalam membuat kebaya yang cantik dan klasik. Warna kebaya dan kain disesuaikan dengan tema warna dekor yaitu soft blue dan peach.

Selain makan malam, acara pesta malam itu juga diramaikan dengan adanya fire dance, surprise dari Putra yang memainkan sebuah lagu untuk Mathilda dan ditutup dengan pelepasan balon warna warni.

Menurut Mathilda, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan pernikahan secara long distance. Pertama, kita harus bisa mengatur waktu dengan baik. Karena pastinya kita akan lumayan sering untuk bolak-balik Jakarta dan Bali. Kedua adalah harus sabar dalam mencari venue pesta (Bali adalah tempat yang populer untuk wedding. So you have to be patient in getting the right venue!). Dan terakhir kita juga harus bisa memastikan para tamu bisa menghadiri acaranya. Tanggal pernikahan harus dikomunikasikan dari awal supaya para tamu bisa meluangkan waktunya untuk hadir. “Aku sendiri memberitahukan tamu mengenai wedding di Bali ini 5 bulan sebelum hari H.”

Untuk vendor di Bali, Mathilda merekomendasikan Aisle project untuk dekorasi dan juga EO Chemistry Wedding. “Aku suka banget dengan dekorasi nya Aisle Project yang sesuai dengan ekspektasiku.”

Wedding Exhibition Bertema Black Friday Open House

Posted on by arinda.p & filed under How To.

Wedding Exhibition adalah salah satu acara yang wajib dikunjungi oleh brides-to-be. Biasanya wedding exhibition diadakan di hall besar dan dipadati oleh ratusan vendor yang menawarkan jasanya. Akan tetapi pada tanggal 28-30 November kemarin, ada yang berbeda dengan wedding exhibition di Jalan Kertanegara 37. Wiki Lee Photography dan The Big Films berkolaborasi dengan Airy Designs, Peony Wedding Invitation, Peaches Pinkish, Red Ribbon Gift, dan Timothy Cake untuk membuat Mini Wedding Exhibition bertema Black Friday Open House.

Nama Black Friday Open House digunakan karena terinspirasi oleh sebuah event di Amerika Serikat di mana toko-toko melakukan diskon besar-besaran sesudah perayaan Thanksgiving. Pada acara Open House in juga, para vendor yang berpartisipasi memberikan penawaran khusus untuk para tamu undangan yang datang.

Meskipun tidak menghadirkan ratusan vendor seperti wedding exhibition lainnya, tetapi acara yang berlangsung selama 3 hari ini bisa dikatakan sukses karena para calon pengantin yang datang merasa puas dan senang. Nita Wibowo, salah satu bride-to-be yang sedang mencari inspirasi, mengatakan bahwa acara ini suasananya sangat homey, tidak memusingkan karena terlalu banyak vendor dan vendor yang hadir pun sangat membantu dan meluangkan waktunya untuk berbicara dengan para tamu.

Hal lainnya yang unik dari Mini Wedding Exhibition ini adalah adanya Talk Show di hari terakhir. Talkshow tersebut dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama adalah mengenai “Top Wedding Décor Trends in 2015” oleh Fradhea dari Airy Designs. Sedangkan sesi kedua adalah mengenai “Insider’s Tips to Perfect Pre-wedding Photography” bersama Wiki Lee dan Ilona Lee.

Fradhea dari Airy Designs mengatakan akan ada 5 trend dekorasi pernikahan di tahun depan yaitu:

  1. Eliminating Corners
  2. Broadway Wedding
  3. Gorgeous Hanging Details
  4. Bold Colors
  5. Traditional Luxury

Sedangkan di sesi talk show ini, Wiki dan Ilona berbagi tips dalam sesi pemotretan pre-wedding. Setelah menjalani bisnis ini selama lebih dari 10 tahun, Wiki dan Ilona sering mendapati bahwa akhirnya pasangan tersebut tidak menikmati sesi pemotretan tersebut. Menurut Wiki dan Ilona, pre-wedding seharusnya dijalankan dengan santai dan senang oleh kedua pasangan. Jangan dianggap sebagai beban dan seperti pekerjaan. Oleh karena itu menjaga mood sangatlah penting. Mood yang bagus akan menghasilkan foto yang bagus pula. Oleh karena itu mood board harus ditentukan terlebih dahulu sebelum menentukan tujuan dan tema dari foto pre-wedding ini. “We want them to experience the process,” ungkap Wiki.

Selain itu, Wiki dan Ilona juga menulis sebuah artikel yang berisi Dos and Don’ts untuk para pasangan yang ingin melakukan pre-wedding photoshoot. Menarik dan sangat informatif ya untuk pasangan yang mau melakukan pemotretan prewedding! Kalau kamu ingin membaca artikel tersebut, silakan langsung menuju ke website Wiki Lee untuk men-download nya.

Acara ini juga dimeriahkan dengan adanya Inspirare Me yang membawakan alunan lagu dengan akustik yang membuat suasana Mini Wedding Exhbition ini terasa lebih menyenangkan dan homey. It was definitely a weekend to remember! We can’t wait to have another wedding exhibition for you guys!

<span data-iblogmarket-verification=”0U1XYOFeN323″ style=”display: none;”></span>

 

Intimate and Fun Wedding at Gedung Arsip

Posted on by arinda.p & filed under The Wedding.

Intimate and fun.. That’s the kind of wedding that Gea and Carlo wanted for their wedding. And you guys can see it from the pictures here. They finally achieved their dream wedding. So intimate, so fun.

Gea dan Carlo yang sama-sama menyukai Gavin DeGraw ini pertama kali bertemu di sebuah event gereja. Dari sanalah perasaan itu tumbuh yang membuat mereka merasa nyaman satu sama lain hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran. Setelah berpacaran selama setahun barulah mereka memutuskan untuk menikah. They said they have so many things in common and could not stop talking when they are together so marriage is definitely the perfect idea. Persiapan menikah pun dilakukan selama 8 bulan.

They decided to have an intimate, warm, fun, and relaxing wedding. Mereka merasa mereka akan lebih enjoy dengan pernikahan yang kecil namun menyenangkan. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat wedding party dengan jumlah 350 tamu atau 175 undangan saja.

Konsep pernikahan kecil ini tentu bukanlah konsep yang biasa di Indonesia. Seperti yang kita semua tahu, pernikahan di Indonesia biasanya sangat megah dan mengundang tamu hingga ribuan. Di sinilah salah satu challenge untuk Gea dan Carlo. Yaitu untuk bisa berkompromi dengan orang tua.

Hai Gea, first of all, kita harus bilang kalau wedding kamu cantik sekali! What was actually the concept? And how did you get inspiration for this wedding?
Thank you! Temanya sendiri adalah Rustic & Vintage. Sedangkan color themenya adalah kuning. Karena kuning itu sangat cerah dan bisa mengekspresikan rasa fun dan warm yang kami mau. Untuk pilihan flower arrangement nya, kami memang tidak ingin sesuatu yang megah sehingga jenis bunga dan rangkaian yang kami pilih pun simple sehingga bisa menciptakan kesan yang sederhana namun tetap manis.

Untuk inspirasi, sejujurnya saja nggak mudah untuk menuangkan apa yang kami inginkan ke kertas. Tapi untungnya kami mendapat banyak ideas dari Pinterest. So brides-to-be, browse a lot! Ini nantinya akan memudahkan untuk mengkomunikasikan ide kamu ke vendor nantinya.

Apa sih alasannya memilih Gedung Arsip untuk wedding party kamu? Adakah alternative venue lainnya?

Awalnya kami menginginkan venue lain yang semi-outdoor di area Kemang. Tempatnya tidak terlalu besar dan cocok dengan tema yang kami ingin. Tapi orang tua menolak karena lokasinya terlalu jauh dan sulit dijangkau oleh para tamu. Setelah browsing di internet, barulah kami menemukan Gedung Arsip. Awalnya sempat takut karena lokasinya agak panas karena sangat terbuka. Tapi ternyata setelah datang ke Gedung Arsip, kami langsung jatuh cinta. Selain lokasinya di Pusat, harganya juga sesuai dengan budget.

Wedding kamu kan memang intimate sekali ya.. Bisa cerita nggak apalagi detail yang mendukung konsep ini terwujud?

Hampir semua detail dalam wedding ini kami personalized. Contohnya untuk souvenir tamu, kami memberikan a bag of tea and coffee. Kebetulan aku suka sekali dengan kopi dan Carlo pecinta teh. Jadi kami berpikir, lucu ya kalau kasih souvenir yang memang represent kami berdua tapi tetap bisa dinikmati oleh tamu. Kopinya specially roasted by our friend di Giyanti Coffee, my favorite coffee place. Sedangkan teh yang kami pilih itu jenis teh kesukaan Carlo.

Selain catering, kami juga memiliki coffee stall dan popcorn booth di acara. Hal ini dikarenakan dua hal tersebut memang merepresentasikan kami banget! Coffee stall di-provide oleh ABCD (A Bunch of Coffee Dealers) sedangkan popcorn booth disiapkan oleh Gambrengan.

Any recommended vendors?

Jujur, semua vendor sangat-sangat recommended. Karena buat kami, mereka semua punya attitude dan service yang excellent. Mereka sangat mendengarkan keinginan kita, memberikan ide-ide dan solusi yang terbaik dan bekerja sangat profesional. We felt like they really and sincerely want to give the best for us. So, yeah, thumbs up for all vendors!

So, what do you love the most from the wedding reception?
We really enjoyed the whole atmosphere and fellowship at our wedding. Semua tamu pun menikmati semua suguhan yang ada dari awal hingga akhir. Dan hampir semua tamu stay sampai acara selesai, bahkan waktu beres-beres saja masih pada ngobrol satu sama lain.

Adakah tips untuk pasangan lain yang ingin menikah dengan intimate wedding reception seperti wedding mu ini?
Ya, menurut kami ada 2 hal yang sangat krusial.

  1. Berkomunikasilah dengan baik dan jelas dengan kedua belah pihak orang tua.
    Kita perlu lebih dulu banyak mendengar orang tua kita dan mencoba mengerti mereka sebelum kita mencoba untuk menyampaikan keinginan kita kepada mereka. Setiap ide perlu dijelaskan alasannya berkali-kali karena kebanyakan orang tua sama sekali tidak ada bayangan dan pengalaman seperti apa sih resepsi intimate yang kita maksud karena hal tersebut tidak sama dengan resepsi pada umumnya di Indonesia.
  2. Saling berbesar hati.
    Pada akhirnya yang lebih penting adalah hubungan kita dengan orang tua/keluarga kita, dibanding pestanya. Pesta hanya berlangsung beberapa jam saja, tetapi hubungan berlangsung selamanya. Dengan ide kami, kami harus banyak bersabar dalam memberikan pengertian dan mengatur ekspektasi kami sendiri. Bersabar untuk mencari jalan tengah dalam hal-hal kecil, dari dekorasi, makanan, dan hal-hal perintilan lainnya. At the end of the day, semua orang tua pasti ingin anaknya bahagia. Jadi, bangunlah hubungan yang baik dengan mereka dan cobalah mencari jalan terbaiknya bersama-sama.

Pernikahan di San Diego, California

Posted on by arinda.p & filed under The Wedding.

Christy, yang bekerja di New York City sebagai project manager, bertemu dengan Hendra, seorang scientist lulusan ITB, di kota yang disebut The Big Apple itu pada tahun 2012. Setelah lebih dari setahun berpacaran, keduanya memutuskan untuk menikah di tahun 2014. Mereka merencanakan untuk menikah terlebih dahulu di New York dan kemudian mengadakan resepsi di Jakarta. Akan tetapi akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan pernikahan di San Diego, California. San Diego dipilih karena Christy pernah bersekolah disana sehingga memiliki memory khusus untuknya dan juga karena sudah merupakan impian mereka untuk menikah di pinggir pantai.

Elopement adalah salah satu jenis pernikahan dimana biasanya pasangan tersebut tidak menginginkan pernikahan di gereja tetapi hanya di courthouse atau lokasi lainnya dan hanya dihadiri oleh beberapa teman atau keluarga terdekat yang jumlahnya di bawah 10 orang.

San Diego sendiri adalah tempat yang sering digunakan untuk pasangan yang ingin melakukan elopement sehingga semua persiapan pernikahan dengan mudah bisa dilakukan melalui bantuan website www.theweddingbowl.com. Di website inilah Christy mendapatkan officiant yang akan menikahkan mereka nantinya. Setelah menemukan beberapa kandidat untuk officiant, Christy hanya perlu menelfon mereka untuk memastikan jadwal dan rundown acara.

Setelah itu, Christy mulai menghubungi kantor catatan sipil di sana untuk mendaftarkan pernikahannya. Hal itu pun dilakukan dengan sangat mudah, Christy hanya perlu untuk membuat appointment untuk mendapatkan marriage license dengan biaya pun cukup murah yaitu $70 (sekitar Rp 900 ribu pada waktu itu). Sehari sebelum pernikahan, mereka hanya perlu berkunjung untuk mengambil marriage license dan menyerahkan dokumen yang dibutuhkan. Mudah banget kan?

Di hari pernikahannya, Hendra sudah disibukkan dalam mengambil hand bouquet dan corsage di florist lokal sejak pagi hari. Akan tetapi proses tersebut tidaklah susah karena sebelumnya Christy sudah memesan via telepon. Untuk riasan, Christy memercayakannya kepada Lipstick&Luster, yang ia temukan melalui Internet. Sedangkan untuk urusan rambut, Christy meminta tolong sahabatnya yang bukanlah hair stylist. Hal tersebut bukan menjadi halangan karena mereka menggunakan Pinterest sebagai acuan. Setelah semua persiapan selesai, barulah mereka berangkat ke lokasi pernikahan.

Sesampainya di lokasi pernikahan, Christy dan Hendra sudah disambut oleh officiant mereka dan beberapa orang teman di sana. Lokasinya sendiri bernama The Wedding Bowl karena area nya yang berbentuk oval dan menjorok kelautan. Dan di sinilah Christy dan Hendra saling mengucapkan janji pernikahannya. To have and to hold til death do us part…

Congrats Christy on your wedding! Semuanya sepertinya mudah dan tidak complicated ya proses weddingnya. Tapi ada kendala-kendala lain tidak sih di wedding preparation-nya?
Untuk proses pernikahannya sendiri sih tidak terlalu ribet. Akan tetapi karena kita memang semua mengerjakan sendiri, ya di situlah yang challenging. Tahu nggak, kita lupa ambil uang di ATM untuk membayar officiant nya saking pagi hari itu sangat hectic! Untung ada saudara jadi kita pinjam uang dia dulu! Haha. Tak akan terlupakan deh!

Ada advices untuk brides-to-be lainnya yang ingin melakukan elopement seperti kamu?
Make it simple. Do not apply for wedding permit. It’s an elopement not a big wedding. What’s more important is you marry love of your life surrounded by most important people in your life. And oh get the bouquet from Vons, nice and cheap!

Pesta Lamaran Bertema Pastel

Posted on by arinda.p & filed under The Engagement.

Darryl dan Alaia pertama kali bertemu pada September 2012. Awalnya mereka dikenalkan oleh kedua orang tua yang memang sudah bersahabat lama agar Darryl bisa sharing mengenai pengalaman bersekolah ke Alaia. Hal ini dikarenakan Alaia memang memiliki rencana untuk melanjutkan sekolah S2 di Amerika setelah nanti lulus S1 dan kebetulan Darryl menghabiskan masa SMA dan kuliahnya di Amerika. The funny thing is.. mereka yang awalnya malas bertemu malah jadi keasyikan mengobrol hingga 3 jam! Kisah perjalanan mereka berjalan hingga ketahap yang lebih serius, mereka pun mempersiapkan pesta lamaran bertema pastel, simak kisah mereka ya!

2 bulan setelah pertemuan pertama itu, mereka pun resmi berpacaran. Proses menuju pacarannya pun agak drama karena sebelumnya mereka masing-masing sudah memiliki pacar. Tapi mungkin memang jodoh, akhirnya masing-masing pun putus dengan pacarnya dan resmi berpacaran.

Setelah 3 bulan resmi berpacaran, Darryl mengajak Alaia untuk berhubungan lebih serius lagi. That’s quite fast isn’t it? But you know what they say, “once you know, you know”. Tapi hal itu bukan berarti mereka bisa langsung menikah karena ternyata ada syarat dari keluarga Alaia, Alaia harus lulus S1 terlebih dahulu. Alaia sendiri juga punya syarat untuk Darryl yaitu harus ada rumah dulu untuk setelah mereka menikah nanti.

It was not easy to find a house, tapi akhirnya semua syarat itu pun dipenuhi oleh Darryl dan mereka memutuskan untuk menikah pada tanggal 31 Agustus 2014. Sedangkan acara pesta lamaran dilakukan pada tanggal 5 April 2014 dirumah Alaia.

And today, the lovely Alaia, is here to share the engagement party planning insight with The Bride Dept..

Apa sih sebenarnya konsep pesta lamaran kamu? Dan inspirasinya dari mana?

Konsep dekor yang aku suka itu selalu yang full of flowers, warna pastel, dan effortless. Sedangkan theme color yg dipilih adalah pink, a lil bit of light green, and white. Aku juga specifically request untuk flower wall karena aku memang suka sekali dengan background yang menggunakan bunga. Dan Alhamdulillah vendor aku bisa deliver apa yang aku inginkan.

Dari semua vendor yang kamu pakai, who would you recommend to others?

Biyan, definitely. Aku suka banget dengan kebaya nya Biyan. I doubt anyone can make kebaya as beautiful as he does. Makanya untuk resepsi ku nanti aku juga mempercayakan dress ku itu ke Biyan.

What was your most favorite thing from the engagement party?
My most favorite thing from the engagement party is actually not the decoration or the food. Actually it’s not a thing but a moment. Ketika Darryl lagi berbicara di depan seluruh keluarga besar untuk izin untuk menikah, that’s my most favorite thing in the event. Hal itu benar-benar menyentuh hati aku. Darryl sendiri nggak menyiapkan speech nya jadi semua itu spontaneous which made it more sentimental for me.

Any advice to other brides-to-be out there?
Just let it flow.. Have fun.. Take a deep breath and pray..

Such a lovely engagement day, isn’t it? Congratulations Alaia & Darryl! Looking forward to feature your wedding here!

Lamaran Tema Pastel dari Nadia & Pradata

Posted on by arinda.p & filed under The Engagement.

Shabby Chic adalah tema yang dipilih oleh Nadia untuk hari lamarannya dengan Pradata. Hal ini sesuai dengan impian Nadia ketika dulu suka berimajinasi tentang hari lamaran dirinya dengan Pradata. Yuk kita simak sekaranga mengenai lamaran tema pastel ini!

Yes, Nadia dan Pradata memang sudah berpacaran sejak Nadia masih kelas 3 SMP dan Pradata kelas 3 SMA. They are childhood sweethearts! Bahkan bertemunya dulu secara online melalui MSN Messenger dan Friendster! So cute right? Jadi nggak salah kalau Nadia dari dulu sudah sering membayangkan akan seperti apa acara lamaran dan pernikahannya.

Tapi pacaran dari masih jaman sekolah bukan berarti hubungannya lancar. Dulu Nadia sempat takut dengan Pradata karena Data ketika itu sudah SMA sedangkan Nadia masih SMP. Bahkan Nadia sempat membuang pizza yang diberikan oleh Data karena takut diracuni! Haha. Nadia juga sempat menolak untuk diantar pulang oleh Data karena takut diculik! Lucu ya? Tapi berpacaran dari dulu juga ini yang membuat mereka bermimpi untuk bisa sukses bersama. Dan beruntungnya, sekarang semua sudah terwujud. Data sekarang bekerja sebagai konsultan hukum di salah satu Law Firm terbaik di Indonesia dan Nadia sekarang menjadi entrepreneur. Yes, Nadia adalah the owner of the famous Party Plan Jakarta. Makanya jangan heran kalau dekorasi engagement party ini cantik sekali!

And now with The Bride Dept, Nadia is going to share her tips and trick to have that beautiful engagement party!

Hi Nadia, bisa ceritain sedikit nggak tentang dekorasi acara lamaran kamu?

Tema lamaran aku adalah Shabby Chic. (Pst.. buat kamu yang belum tau, Shabby Chic itu adalah gaya mendekorasi yang menggunakan warna lembut dan terkesan lusuh namun tetap menarik.) Shabby Chic aku pilih karena aku memang fanatic dengan warna pastel, pink dan bunga. Jadi memang cocok untuk dekorasi gaya Shabby Chic. Untuk inspirasinya sendiri aku banyak googling dan aku memang sudah tahu ingin seperti apa nantinya dekorasi untuk acara lamaran dan pernikahanku dari dulu.

 

Karena kebetulan kamu juga adalah pemilik dari party decoration, Party Planner Jakarta, berarti kemarin kamu mendekor acara lamaran kamu sendiri kan? Repot nggak sih karena kamu adalah bride-to-be tapi juga harus tetap responsible akan dekorasi?
Dekor untuk acara sendiri itu memang butuh kesabaran dan tenaga extra. Untuk itu aku sudah siapkan jauh dari sebelumnya semacam moodboard dekor apa yang aku inginkan. Jadi pada saat aku memiilih model bunga, design dan lainnya, sudah tidak terlalu repot karena semuanya tertuju pada moodboard dan color guide yang sudah dibuat.

Selain dekor, menurut kamu yang terpenting dari acara lamaran ini apa lagi sih?

Menurut aku, yang terpenting adalah kesiapan dari kita sendiri. As the host of the event, we have to be calm. Ingat bahwa kelancaran suatu acara itu adalah pada saat tujuan dari acara itu sudah terlaksana. Ketika semua keluarga dan sahabat-sahabat bisa menikmati acara yang kita susun itu, ketika semua bisa tertawa bersama dan perut kenyang. Itu yang aku kira paling penting dalam membuat acara.

Pokoknya fokusnya adalah prosesi inti acara harus berjalan lancar. Karena in the end, what matters adalah status hubungan kita dengan pasangan nantinya sudah satu langkah lebih serius. Don’t let the small things bother you! Hehe.

Yang harus kita ingat juga, menurutku, jangan terpaku dari siapa vendor kita atau seberapa megah acara tersebut. Suksesnya acara adalah ketika vendor bisa membantu para tamu merasa nyaman menghadiri acaranya.

Nah, soal vendor.. Kemarin kamu pakai vendor siapa saja? Bisa kasih review nggak untuk top 3 vendor ketika acara lamaran kamu kemarin?
Wah menurutku kemarin ada 3 vendor yang recommended banget!

  1. Tante Oga! Beliau ini yang membuat kebayaku kemarin. Aku hanya perlu kasih liat foto kebaya yang aku mau dan ternyata ketika fitting, kebayaku persis dengan apa yang aku mau itu! Sayangnya, beliau tidak punya social media jadi kurang terekspos keahliannya ini.
  2. Marlene Hariman! Kayaknya semua orang juga sudah tau ya kalau makeup Marlene memang sudah bagus banget! Dan aku juga sudah langganan makeup dengan Marlene dari SMA jadi dia sudah tahu kesukaanku seperti apa.
  3. Wahyudi Tan, fotograferku. Sebenernya aku tahu mengenai dia dari forum di Internet, tapi begitu pertama ketemu, orangnya ramah dan humble banget. Ketika acara pun dia bisa berbaur dengan keluarga dan sahabatku jadi proses foto terasa seamless sekali.

 

Bulan Madu ke Boracay : Nisa dan Hashfi

Posted on by Friska R. & filed under How To.

Nisa dan Hashfi sudah mengenal satu sama lain sejak sama-sama berkuliah di Bandung. Pasangan ini berpacaran selama 5 tahun sebelum memutuskan untuk menikah pada Februari 2013.  Destinasi untuk bulan madu  yang belum banyak dijumpai orang Indonesia menjadi daya tarik bagi pasangan Nisa dan Hashfi hingga mereka memilih bulan madu ke Boracay. Yuk, baca selengkapnya!

Sejak awalnya Nisa dan Hashfi memang sudah merencanakan ber-bulan madu di dua tempat yang berbeda dengan alasan takut bosan apabila terlalu lama menghabiskan waktu di satu tempat. Mereka sepakat untuk berkunjung ke pantai di luar negeri yang tidak terlalu mahal dan masih belum umum di kalangan orang-orang Indonesia. Dan mereka juga ingin berkunjung ke kota metropolitan di luar negeri. Setelah melakukan banyak research, akhirnya mereka memilih bulan madu  ke Hong Kong dan Boracay, sebuah pulau kecil yang berlokasi di selatan Filipina.

Merencanakan perjalanan ke luar negeri memang tidak mudah karena banyak sekali yang harus dilakukan, oleh karena itu Nisa sangat bersyukur karena Hashfi dengan sukarela menjadi seksi sibuk. Mulai dari nyari best deal tiket pesawat, hotel yang bagus hingga transportasi semua dilakukan oleh Hashfi.

Untuk menuju ke Boracay memang agak repot karena harus transit di Manila dulu, lalu melanjutkan perjalanan dengan pesawat selama 1 jam. Ada 3 pilihan penerbangan ke airport terdekat yaitu Cebu Pacific, Philippines Airlines, dan PAL Express. Tetapi Nisa dan Hashfi memilih menggunakan Cebu Pacific karena selain harganya lebih murah dan airport-nya juga cuma 5 menit ke jetty port, pelabuhan kecil untuk menyebrang ke pulau lainnya. Pesawat yang digunakan adalah pesawat kecil, oleh sebab itu ada baggage limit untuk tiap penumpang. Untungnya ada jasa penitipan bagasi di Ninoy Aquino Airport Manila jadi tidak perlu khawatir kelebihan bagasi.

Sesampainya di airport Godofredo P. Ramos, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan boat untuk ke Boracay. Nisa dan Hashfi sudah mengetahui bahwa perjalanan ke Boracay akan sangat panjang dan melelahkan, mereka memutuskan untuk menginap di hotel yang bagus yaitu Shangri-La hotel. Hotel ini merupakan salah satu hotel mewah di sana, sehingga fasilitas yang ditawarkan sangat lengkap, seperti free pick up from jetty port. Jadi Nisa dan Hashfi tidak perlu lagi memikirkan transportasi untuk menyeberang ke pulau Boracay.

Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan di Boracay, seperti cliff jumping di Ariel’s point, island hopping, food hunting, atau clubbing untuk pasangan yang party goers! Makanan yang wajib banget dicoba di Boracay menurut Nisa dan Hashfi adalah Filipino Goulash, sejenis beef stew yang disajikan dengan nasi atau kentang. Tempat yang Nisa rekomendasikan untuk mencoba Filipino Goulash ini adalah Mama’s Bar. Selain itu restoran-restoran di Boracay pada umumnya menyajikan seafood.

Sedikit tips untuk pasangan muslim, sebaiknya membaca menu terlebih dahulu sebelum masuk restoran tersebut dan juga memastikan bahwa makanan yang dipesan tidak mengandung pork, lard, atau alcohol. Untuk harga makanan di sana bisa dibilang mirip dengan Jakarta dan Bali.

Menurut Nisa, yang paling pertama yang harus dipikirkan dalam merencanakan honeymoon adalah budget. Nah setelah itu akan lebih gampang menentukan destinasinya. Informasi mengenai tujuan biasanya diperoleh dari Trip Advisor. The best time to visit Boracay is from November to May because it’s the dry season and good time to enjoy the beach. Walaupun tujuan honeymoon itu lebih untuk bersantai dan menikmati masa-masa pengantin baru, itinerary tetap harus dibuat, biar nanti tidak kebingungan.

Wedding planner, wedding organizer atau keluarga saja?

Posted on by arinda.p & filed under How To.

Pertanyaan mengenai perlukah menggunakan bantuan jasa event organizer atau mengandalkan panitia keluarga saja selalu menjadi pertanyaan setiap perempuan yang mau menikah. Perlukah kita menggunakan jasa event organizer untuk merencanakan pernikahan? Atau kah panitia dari keluarga saja cukup? Dan apa sih bedanya wedding planner dan wedding organizer?

Mari yuk kita coba jawab satu per satu..

Do you really need event organizer to organize your wedding?
Tidak semua pernikahan membutuhkan event organizer untuk membantu mempersiapkan pernikahannya. But.. you SHOULD HIRE event organizer when you are..

  1. Having a destination wedding
    Kalau kamu berpikiran untuk menikah di Bali sementara kamu berdomisili di Jakarta maka lebih baik jika kamu menggunakan jasa event organizer. You will need someone to check out the location beforehand and make sure you’re getting what you want.
  2. Having a last-minute wedding
    Merencanakan pernikahan bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Salah satu hal yang paling memakan waktu adalah mencari vendor yang sesuai. Biasanya event organizer sudah mengetahui seluk beluk industri pernikahan sehingga bisa menghemat banyak waktu yang biasanya digunakan untuk mencari vendor.
  3. Too busy
    If you are too busy, it’s better for you to hire event organizer. Just tell them what you want and they will do it for you!

On the other hand, you SHOULD NOT HIRE event organizer when…

  1. There’s a budget constraint
    Fee untuk event organizer memang bervariasi. Tetapi, sebagai perkiraan, di Jakarta event organizer bisa men-charge mulai dari Rp. 10 juta keatas untuk acara akad nikah dan resepsi. Jadi jika memang ada budget constraint, mungkin lebih baik jika budget-nya dialihkan untuk hal-hal yang lebih penting dalam pernikahan seperti catering dan photography.
  2. You come from a HUGE family and they are willing to help
    Yep! Kalau kamu memang memiliki keluarga yang banyak dan mau membantu, lebih baik terimalah tawaran mereka untuk membantu pernikahanmu ini. Afterall, wedding should be a family affair right?

Nah, kalau sudah tau apakah akan pakai jasa event organizer atau hanya panitia dari keluarga, biasanya pertanyaan kedua adalah haruskah memakai wedding planner atau wedding organizer? Dan apa sih bedanya wedding planner dan wedding organizer?

Wedding planner adalah jasa yang diberikan oleh event organizer untuk membantu brides merencanakan pernikahannya mulai dari awal. Jadi wedding planner bisa membantu kamu untuk mendapatkan vendor, mengatur jadwal meeting dengan vendor hingga membantu untuk tawar menawar harga.

Sedangkan wedding organizer hanya membatu brides untuk kelancaran hari H. Biasanya wedding organizer akan mulai bekerja kurang lebih 1 bulan sebelum hari pernikahan. Mereka hanya akan meminta list vendors dan contact-nya dari kita dan mereka akan membantu untuk koordinasi dengan vendor-vendor tersebut sehingga acara di hari H tersebut berjalan dengan lancar.

Urusan fee wedding planner dan wedding organizer pun berbeda. Karena lingkup kesulitannya lebih besar, wedding planner biasanya akan mengenakan charge sekitar 10%-25% dari total pengeluaran pernikahan. Jadi jumlah yang dibayarkan akan bervariasi sesuai dengan besar kecilnya pernikahan. Akan tetapi, wedding organizer akan mengenakan fixed charge sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. Tidak peduli apakah pesta pernikahannya besar atau kecil.

Jadi keputusan untuk memakai wedding planner atau wedding organizer kembali ada ditanganmu. Menurutmu, apakah kamu perlu bantuan dari awal atau hanya 1 bulan sebelum pernikahan.